إِلىَزَوْجَتِيْ Puisi Hati Teruntuk Istri

إِلىَزَوْجَتِيْ

Puisi Hati Teruntuk Istri

 

أُحِبُّكِمِثْلَ مَاأَنْتِ…أُحِبُّكِكَيْفَمَاكُنْتِ

Kurasakan cinta ini seperti yang kau rasa…

Ku mencintaimu apa adanya…

وَمَهْمَاكَانَمَهْمَاصَار…أَنْتِحَبِيْبَتِيْأَنْتِ

Apapun yang terjadi…

kau tetaplah sang pujaan hati…

زَوْجَتِيْأَنْتِحَبِيْبَتِيْأَنْتِ

Duhai istriku…

Dikaulah kekasihku nan sejati…

حَلاَلِيْأَنْتِلاَأَخْشَى،عَذُوْلاًهَمُّهُمَقْتِيْ

Kehalalanku untukmu tidak membuatku khawatir…

akan rintangan yang akan menghalangi impianku…

لَقَدْأَذِنَالزَّمَانُلَنَا،بِوُصْلٍغَيْرِمُنْبَتِّ

Sang waktu telah  mengizinkan kita…

tuk menabur benih cinta tanpa sumber mata air…

سَقَيْتِالْحُبَّفِيْقَلْبِيْ،بِحُسْنِالْفِعْلِوَالسَّمْتِ

Kurasakan getaran cinta yang bergelora di hatiku…

karena keindahan perilaku dan sikapmu…

يَغِيْبُالسَّعْدُإِنْغِبْتِ،وَيَصْفُوْالْعَيْشُإِنْجِئْتِ

Kebahagiaan senantiasa menanti, disaat kau terlindungi…

Rona kehidupan pun tergambar cerah, disaat kau datang menghampiri…

نَهَارِيْكَادِحٌحَتَّىإِذاَمَاعُدْتُلِلْبَيْتِ

Hari-hariku terasa lelah…

sampai aku pun pulang ke rumah…

لَقِيْتُكِفَانْجَلىَعَنِّيْ،ضَنَايَإِذَاتَبَسَّمْتِ

Lalu ku berjumpa denganmu…

dan berpendarlah cahaya keceriaan jiwaku…

disaat kau tersenyum haru…

تَضِيقُ بِيَالْحَيَاةُإِذَابِهَايَوْمًاتَبَرَّمْتِ

Sarwa kehidupan bertaburkan cahaya…

karena sehari istriku sedang berbahagia…

فَأَسْعَىجَاهِدًاحَتَّىأُحَقِّقَمَاتَمَنَّيْتِ

Akupun berjuang dengan gigih…

agar semua impian sang kekasih dapat ku raih…

هَنَائيْأَنْتِفَلْتَمْنَيْبِدِفْءِالْحُبِّمَاعَشْتِ

Duhai tumpuan hidupku….

Akan tercapai semua impian hidupku…

Dengan kelembutan cinta dan hidup bersamamu…

فَرُوْحَنَاقَدِائتَلَفَكَمِثْلِاْلأَرْضِوَالنَّبَتِ

Sungguh jiwaku kini telah berubah…

Laksana bumi yang mulai tumbuh dan berbuah…

فَيَاأَمَلِيْوَيَاسَكَنِيْ،وَيَاأُنْسِيْوَمُلْهِمَتِيْ

Duhai impianku, duhai kedamaianku…

Duhai kebahagiaan dan inspirasiku…

يَطِيْبُالْعَيْشُمَا، ما ضَاقَتِاْلأَيَّامُإِنْطِبْتِ

Perjalanan hidupku begitu mempesona…

Hari-hariku terhenti karena dirimu menebar aroma…

 

 

 

-(Ahmad Al-Kayyis)-

إِلىَزَوْجَتِيْ Puisi Hati Teruntuk Istri | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *