Pia Alisjahbana, Akademisi yang Sukses di Dunia Media

Pia Alisjahbana, Akademisi yang Sukses di Dunia Media

Pia Alisjahbana, Akademisi yang Sukses di Dunia Media

Pia Alisjahbana, Akademisi yang Sukses di Dunia Media

Pia Alisjahbana terpilih sebagai salah satu finalis Entrepreneur of The Year 2009 versi Ernst & Young Indonesia. Di ajang tersebut, Pia menyabet penghargaan untuk kategori lifetime achievement.

Pia memulai kariernya di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Dia memimpin Jurusan Inggris Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1960-an, kemudian menjadi Kepala Jurusan Inggris. Dia mendirikan program pascasarjana Kajian Wilayah Amerika dan Pusat Kajian Amerika di Universitas Indonesia.

Meski disibukkan dalam dunia akademik, Pia pun terjun di dunia penerbitan. Menurutnya, berkecimpung di dunia penerbitan merupakan tantangan sang suami, Sofjan Alisjahbana. âSaya dulu tertantang dengan tantangan suami yang mempunyai bisnis penerbitan,â ujarnya.

Karena dekat dengan mahasiswanya, Pia mempunyai ide untuk membuat majalah mode. Pada tahun 1973, dia merintis berdirinya Majalah FEMINA. Satu tahun kemudian, dia menerbitkan majalah dengan segmen remaja putri, GADIS. Sambutan masyarakat sangat bagus terhadap kehadiran maajalah-majalah tersebut. Sebab kala itu, Indonesia belum mempunyai media yang membahas masalah mode dan membidik pasar kaum perempuan. âBahkan Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan kepada GADIS sebagai majalah remaja putrid pertama di Indonesia,â katanya.

Saat ini Grup FEMINA telah menerbitkan 12 majalah. Selain FEMINA dan GADIS, grup tersebut juga menerbitkan Majalah AYAHBUNDA, FIT, Readersâ Digest, serta beberapa majalah lainnya.

Pia juga tak melulu hanya bergelut dengan bisnis. Di bidang sosial istri Sofjan Alisjahbana itu menduduki posisi penting dari beragam organisasi di bidang seni, pendidikan, lingkungan dan pusaka. Dia aktif di berbagai yayasan antara lain; Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, Yayasan Asih Budi, American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), Yayasan Kesenian Jakarta, World Wild Life Fund,  Yayasan Nusantara Symphony Orchestra, Yayasan Pendidikan Sunda Kelapa, dan Organisasi AS-Indonesia.

Meski rambutnya sudah memutih, Pia yang kini berusia 76 tahun itu selalu berjiwa muda. Bahkan, berbagai media menyandingkannya dengan Miranda Goeltom, petinggi Bank Indonesia yang selalu tampil glamor.

Saat ini, Pia tidak mengelola FEMINA dengan langsung. Dia mempercayakan pengelolaan perusahaan tersebut kepada Svida Alisjahbana. âKalau urusan FEMINA tanyakan saja pada putri saya,â ujar Pia.

Pia Alisjahbana, Akademisi yang Sukses di Dunia Media | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *