Dahlan Iskan, dari Wartawan Jadi Menteri

Dahlan Iskan, dari Wartawan Jadi Menteri

Dahlan Iskan, dari Wartawan Jadi Menteri

Dahlan Iskan, dari Wartawan Jadi Menteri

Rabu, 19 Oktober 2011 10:10 Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Senin, lalu. Dahlan dipercaya SBY sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Dahlan lahir pada 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur. Ia kini CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang bermarkas di Surabaya serta Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009.

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon wartawan sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Setahun kemudian, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan adalah sosok yang menghidupkan Jawa Pos yang hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar sehingga dalam waktu lima tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Pada tahun 1997, ia mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya dan kemudian gedung serupa di Jakarta.

Sejak awal 2009, Dahlan diangkat sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya Indonesia dan Hongkong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.

Pada akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak mati lampu di daerah Jakarta.

Seperti dikutip dari Tempointeraktif, semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan, di antaranya bebas byar pet se-Indonesia dalam kurun enam bulan serta gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan berencana membangun PLTS di 100 pulau pada 2011. Sebelumnya, pada 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di lima pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.

Dahlan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi penglaman Dahlan operasi cangkok hati di Cina. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.


Another articles:

* Zamrisyaf, Penemu Energi Listrik dari Gelombang Laut (2011-10-01) * Berdayakan Warga Sigi Jadi Peternak (2011-09-29) * Samanhudi Anwar, Wali Kota yang Merakyat (2011-08-03) * Darmin Nasution, Mengasah Ketelitian dengan Anggrek (2011-07-08) * Berambisi Setiap Desa Sadar Hukum (2011-05-21)

Dahlan Iskan, dari Wartawan Jadi Menteri | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *