Bappeda Tangsel Gandeng CEC Gaungkan Entrepreneurship

Bappeda Tangsel Gandeng CEC Gaungkan Entrepreneurship

Bappeda Tangsel Gandeng CEC Gaungkan Entrepreneurship

Bappeda Tangsel Gandeng CEC Gaungkan Entrepreneurship

Senin, 28 November 2011 10:07

CE News, Bogor: Dalam upaya untuk terus menggaungkan semangat entrepreneurship di Indonesia, Ciputra Entrepreneur Club (CEC) bekerja sama dengan Bappeda Tangerang Selatan, menggelar seminar pelatihan entrepreneurship bertajuk “Entrepreneurship, Jembatan Menuju Indonesia yang Kuat,” di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 40 orang tersebut, CEC memberikan materi dasar entrepreneurship kepada tiap peserta dan seperti apa sukses seorang entrepreneur yang mampu mengubah rongsokan menjadi emas.

Dalam materinya, CEC yang diwakili oleh F. Rach. Suherman CPA, mengajak para peserta untuk bisa melihat potensi bisnis yang terbaik, khususnya setelah mereka pensiun dari pekerjaannya. Untuk itu, para peserta pun mendapatkan pelatihan lengkap seputar entrepreneurship, mulai dari sejarah entrepreneurship di Indonesia, karakter seorang entrepreneur yang ideal, hingga jenis bisnis yang sesuai dengan karakter peserta.

âEntrepreneurship itu masalah cara pandang untuk mengubah nilai ekonomi melalui proses kreatif dan inovasi yang berkelanjutan. Jadi seorang entrepreneur harus memiliki kecakapan sumber daya untuk menciptakan suatu produk yang mempunyai nilai manfaat dan keuntungan,â ucap Suherman.

Lebih lanjut, Suherman juga mengharapkan agar para peserta yang hadir paham betul nilai dan konsep entrepreneurship, sebelum terjun sebagai seorang pebisnis. Dalam materinya, dengan jelas Suherman mendefinisikan karakteristik entrepreneur sebagai orang yang menciptakan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri.

Tokoh entrepreneur Indonesia Dr. Ir. Ciputra mendefinisikan seorang entrepreneur adalah seseorang dengan kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Menurut beliau orang dengan kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan jadi emas tidak harus berada di dunia bisnis saja. Seseorang yang memiliki jiwa dan kecakapan entrepreneurship dapat berada di pemerintah, akademik, atau dalam pelayanan sosial.

âDefinisi mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas menurut Ciputra terdapat tiga makna utama. Pertama adalah terjadinya sebuah perubahan kreatif yang berarti dari kotoran dan rongsokan yang tidak berharga dan dibuang orang menjadi sesuatu yang memiliki nilai yang lebih besar. Kedua hasil akhir dari perubahan memiliki nilai komersial, bukan hanya dianggap sebagai karya yang hebat namun juga memiliki nilai pasar yang tinggi. Ketiga untuk mendapatkan emas seorang entrepreneur bisa memulainya dari kotoran dan rongsokan yang tidak bernilai, dengan kata lain dengan modal nol,â jelas Suherman.

Dengan diselenggarakannya seminar ini, diharapkan peserta yang hadir mampu memliki mindset seorang entrepreneur yang cerdas, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kedepannya, CEC pun masih mengundang beragam unsur baik pemerintah, maupun swasta, untuk berjalan bersama menggaungkan entrepreneurship ke seluruh Indonesia. (*/Gentur) â

Bappeda Tangsel Gandeng CEC Gaungkan Entrepreneurship | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *