Irina Bokova, Perempuan Pertama yang Jadi Dirjen UNESCO

Irina Bokova, Perempuan Pertama yang Jadi Dirjen UNESCO

Irina Bokova, Perempuan Pertama yang Jadi Dirjen UNESCO

Irina Bokova, Perempuan Pertama yang Jadi Dirjen UNESCO

Selasa, 05 Juni 2012 09:18 Ia adalah perempuan berusia 57 tahun dan seorang ibu dari dua anak, mungkin terdengar biasa, tapi bagaimana jika dia juga merupakan perempuan pertama yang dipilih menjadi Direktur Jenderal UNESCO? Inilah dia Irina Bokova.

Selain telah menjadi seorang diplomatik bagi negaranya, Bulgaria. Dan selama satu dekade, ia merupakan perempuan pertama yang telah berjuang memenangi kursi pimpinan UNESCO setelah mengalahkan kandidat favorit, Menteri Kebudayaan Mesir Farouk Hosny.

Pada 22 September 2009, Bokova terpilih sebagai Direktur jenderal UNESCO. Ia mengalahkan Sembilan kandidat lainnya dalam pemilihan yang digelar di Paris. Hosny memang diperkirakan banyak orang akan kembali memenangi pemilihan tersebut, tapi banyak yang menentang sikap anti-Israel-nya. Irina mengambil alih jabatan dari Koichiro Matsuura dari Jepang. Tak pelak, Irina menjadi perempuan pertama sekaligus orang Eropa pertama yang menduduki jabatan itu.

Sepeninggal Hosny, Irina juga tak bisa bersantai ria. Kepada parlemen Mesir, Hosny ia mengatakan akan membakar buku-buku bahasa Ibrani jika ia menemukannya di perpustakaan Mesir. Setelah kalah pun, Hosny mengkritik kelompok-kelompok Yahudi dan beberapa negara Barat untuk kekalahannya tersebut. Jadi, menenangkan dunia Arab akan menjadi salah satu tugas pertama Irina Bokova saat itu.

Di sisi lain, UNESCO memiliki sejumlah besar program yang bertujuan melindungi dunia alam dan budaya. Sementara itu, ada banyak pihak yang mengatakan badan itu memiliki terlalu banyak program dan banyak yang tidak relevan.

Irina Bokova merupakan putri dari politisi komunis yang kontroversial Georgi Bokov sekaligus kepala editor Rabotnichesko Delo, surat kabar resmi partai Komunis Bulgaria. Irina lulus dari Moscow State Institute of International Relations. Selanjutnya, ia bekerja di Kementerian Luar Negeri Bulgaria dan akhirnya menjadi menteri pada musim dingin 1996 hinga 1997. Dia adalah anggota partai komunis Bulgaria hingga 1990. (*/mediaindonesia.com)


Another articles:

* Joachim Gauck, Presiden Jerman yang Baru (2012-03-20) * Hina Rabbani Khar, Menlu Termuda Pakistan (2012-02-20) * Mary McAleese, Presiden Perempuan Kedua Irlandia (2012-01-09) * Ratu Rania Promotor Pendidikan & Lintas Budaya Internasional (2012-01-08) * Program Inovasi Pegawai Negeri Kanada (2011-10-29)

Irina Bokova, Perempuan Pertama yang Jadi Dirjen UNESCO | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *