Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe

Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe

Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe

Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe

Selasa, 23 Oktober 2012 09:59

Berawal dari ide melanjutkan usaha pembuatan tempe yang dilakukannya bersama sang Ibu sewaktu kuliah, Fransiska Sarwono berhasil menaikkan derajat keripik tempe hingga sekarang dapat dinikmati oleh kalangan atas. Dengan merek Tempe Kripik Suka, Siska–panggilan akrab Fransiska Sarwono–berhasil mengangkat pamor keripik tempe.

Usaha pembuatan keripik tempe dimulai sejak tahun 1997 saat masa krisis ekonomi menerjang Indonesia. Dalam kondisi yang serba sulit kala itu, Siska berpikir keras bagaimana cara mendapatkan uang tambahan untuk biaya hidupnya saat kuliah di Yogyakarta.

Bermodal uang yang pas-pasan dan alat masak milik keluarga, Siska mulai membuat Tempe Kripik Suka. Saat masa-masa awal produksi keripik tempe buatannya masih sangat sederhana dari segi rasa dan kemasan.

âSewaktu kuliah tahun 1997-1998 saya dan ibu jualan keripik tempe ini di Magelang. Kita muter ke rumah-rumah sambil naik mobil bak, susah sekali,â kenang Siska saat ditemui Ciputraentrepreneurship.

Tiap minggu Siska pulang ke Magelang, jawa Tengah untuk mengambil stok keripik tempe. Ia rela âmenodongâ teman-temannya untuk mau membeli keripik buatannya. Selain dijual ke para teman, Siska juga menitipkan keripik tempenya di salon dan warung sekitar kampus tempat ia menimba ilmu.

Usaha keras ini bukan tanpa kegagalan. Siska menuturkan, satu pengalaman pahit dialaminya saat menitipkan dagangannya ke sebuah warung. Tanpa sepengetahuan si pemilik warung, ternyata keripik tempe milik Siska yang masih dibungkus dengan plastik sederhana dimakan tikus.

Bagai jatuh tertimpa tangga, sang pemilik pun tidak mau bertanggung jawab dan Siska harus menggantinya. âIni saya jadikan pelajaran. Setelah kejadian itu kami masih terus titip barang ke sana karena kami lihat prospeknya bagus,â ujar ibu satu anak ini.

Namun di saat susah inilah seorang entrepreneur dihadapkan dengan dua pilihan, mundur atau maju terus. Keinginannya yang kuat untuk menjadi pengusaha membuat Siska memilih opsi kedua, maju terus.

âSaya pikir kegagalan itu proses. Dari pengalaman saya belajar banyak, misalnya memperbaiki bungkusnya, kemudian juga saya belajar untuk tidak terlalu banyak menstok barang,â ungkapnya.

Setelah lulus kuliah Siska juga sempat merambah bisnis di bidang training bahasa asing. Namun karena harus mengikuti sang suami bertugas ke luar kota, ia harus rela melepas bisnisnya, termasuk usaha Tempe Kripik Suka ini.

Sekembalinya dari luar kota, ia kembali melanjutkan Tempe Kripik Suka dengan konsep yang lebih modern. Ia melakukan inovasi dalam hal rasa dan kemasan. Saat ini terdapat 6 varian rasa Tempe Kripik Suka, yaitu original, daun jeruk, kencur, pedas, super pedas, dan keju . Ada dua kemasan Tempe Kripik Suka yang ditawarkan ke pelanggan, kemasan plastik dan toples. Harganya pun relatif murah, Rp 7500 untuk kemasan plastik dan Rp 19 ribu untuk kemasan toples.

Siska berusaha keras untuk mengembangkan pasarnya di tingkat yang lebih tinggi. Ia menitipkan produknya di gerai-gerai makanan di sekitar Jakarta. Selain itu ia pun mulai bekerja sama dengan salah satu supermarket buah dan sayur untuk bisa menaruh Tempe Kripik Suka di supermarket tersebut.

Untuk merambah pasar luar kota, ia bekerja sama dengan toko oleh-oleh di kota-kota besar. Ia ingin agar tempe yang lebih familiar dengan lidah masyarakat Jawa juga bisa dinikmati masyarakat Indonesia seluruhnya. âKemarin dari Sulawesi sudah ada yang Tanya, mudah-mudahan bisa kita taruh di sana. Di medan juga kita sudah mau masuk,â ungkap anggota Komunitas Tangan di Atas wilayah Jakarta Pusat ini.

Untuk merealisasikan rencananya itu tentu bukan tanpa hambatan. Hambatan terbesar yang dihadapi saat ini adalah untuk masuk ke hipermarket-hipermarket Indonesia. Siska mengaku kesulitan untuk bisa menjajakan produknya di hipermarket. Bahkan ia pernah dipandang sebelah mata oleh salah satu hipermarket saat ia ingin menawarkan Tempe Kripik Suka.

âPernah saya bawa sample produk ke salah satu hipermarket, tapi hanya disuruh titip di resepsionis. Beberapa hari kemudian saya telepon orang purchasingnya, eh ternyata belum dilihat,â ceritanya.

Namun mimpi paling besar Siska saat ini adalah ingin menjadikan Tempe Kripik Suka produksinya menjadi salah satu komoditas ekspor. Ia mengaku tertantang untuk membawa makanan khas Indonesia ini ke luar negeri. âProduk khas luar negeri banyak masuk Indonesia dan laku. Saya pikir kita juga harus bisa buat produk khas kita ke pasar internasional,â jelasnya.

* Syarifa Dina: Modal Nekat dan Terus Belajar dalam Berbisnis (2012-09-27) * Vivanti Ayu : Raup Laba dari Kuliner India (2012-09-05) * Silvya Harjanto : Belajar Dari Mantan Karyawan Dirikan Pasar Unik 89 (2012-03-05) * Segarnya Laba Bisnis Es Krim Campina (2011-11-25) * Tan Eliezar, Kembangkan Bisnis Alat Elektronik dengan Kemitraan (2011-11-01)

Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *