Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat

Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat

Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat

Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat

Kamis, 31 Januari 2013 10:01

Bukan seberapa besar yang dihasilkan dari suatu pekerjaan yang kita geluti, tapi seberapa besar manfaat diri kita untuk orang lain. Prinsip itulah yang diyakini betul oleh Titik Winarti, seorang ibu rumah tangga di Surabaya, sekaligus pengusaha sukses dan pahlawan untuk penyandang cacat.

Ibu 5 anak ini berhasil menjadi pengusaha besar dari jerih payahnya dalam mendidik dan mempekerjakan puluhan penyandang cacat. Sekitar 40 penyandang cacat bekerja di bengkel konveksinya dengan omzet puluhan juta per bulan.

“Mereka (penyandang cacat) itu loh sudah dengan keberadaannya susah seumur hidup. Kenapa kita harus takut dengan susah itu sendiri yang bakal kita lewati.

Dalam konsep bisnis, sebetulnya pertanggungjawaban saat kita terjatuh sebetulnya pembelajaran untuk kedepannya, untuk peningkatannya. Kenapa kita takut untuk terjatuh kalau nanti dapet yang lebih baik,” tutur Titik, seperti dilansir Liputan6.com.

Bisnis Titik ini dimulai sejak tahun 1994 sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan usai menikah. Karena tidak mempunyai modal untuk membuka usaha, wanita super ini memulai bisnisnya dengan merubah barang bekas menjadi barang-barang yang lebih menarik. Dari awalnya sederhana, usahanya semakin berkembang hingga memiliki karyawan. Beberapa diantara karyawannya seorang penyandang cacat.

Namun Titik sempat mengalami ‘jatuh’ ketika karyawannya pulang kampung dan tak kunjung kembali. Hal itu tidak membuat dirinya menyerah. Ibu ini tetap melanjutkan usahanya dengan memperkerjakan penyandang cacat sebagai seluruh karyawannya. Selama ini, terhitung sekitar 400 penyandang cacat yang berasal dari Jawa dan Kalimantan telah bekerja di pabriknya.

Salah seorang pekerja, Siti Aminah mengaku mendapat pelatihan gratis dari Titik sebelum bekerja. “Ya, selama Siti ikut, pertama Bu Titik ajari saya sulam. Setelah itu ikut jahit,” tuturnya.

Senada dengan Siti, Ahmadi juga menceritakan pengalamannya diajari keterampilan menjahit oleh Titik hingga akhirnya ia sekarang bekerja sebagai marketing.

“Awalnya saya pertama mau masuk kerja, tapi enggak diterima perusahaan lain. Saya minder. Tapi dengan adanya Bu Titik yang sabar, yang telaten melatih saya, akhirnya saya bisa menjahit. Sekarang saya dipercaya sebagai marketing,” ungkapnya.

Kiprah Titik sebagai pengusaha pembawa penyandang cacat pun terkenal di kancah internasional. Ia pernah dipanggil PBB untuk meraih penghargaan.

* Jatuh Bangun Bambang Krista, Bos Ayam Kampung Super (2013-01-28) * Winsen Setiawan Ekspor Batu Alam via Online (2012-11-21) * Berdayakan Masyarakat dan Selamatkan Lingkungan dengan Bisnis Sosial (2012-10-11) * Anton Sudibyo: Berdikari Berkat Tebu (2012-08-17) * Bambang Parianom, Penyelamat ‘Mahkota’ Kota Batu (2012-07-19)

Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *