Social Entrepreneurship ala Saptuari

Social Entrepreneurship ala Saptuari

Social Entrepreneurship ala Saptuari

Social Entrepreneurship ala Saptuari

Jumat, 22 Februari 2013 17:18

Setelah sukses dengan Kedai Digital-nya yang sudah mencapai 65 cabang, Saptuari kini fokus pada brand keduanya, Jogis. Di dalam brand Jogis ini Saptuari mengusung konsep penjualan kaos-kaos bertema (tematik). âDi sini jualan apapun lah yang bisa jadi duit,â jawabnya dengan nada berseloroh.

âPusat kami di Yogyakarta, tetapi para reseller tersebar di seluruh Indonesia. Sudah ada 3 cabang lagi yang menyusul,” tuturnya pada Ciputraentrepreneurship.com.

“Kami ingin membuat yang unik, kaos-kaos lucu, mainan, dan sebagainya,” ucap Saptuari yang selalu bergaya jenaka. Ia misalnya menamai kaosnya dengan nama kocak âKaos Mringisâ. Semua yang berhubungan dengan kreativitas, itulah yang menjadi bidang kegemarannya.

Ia mengaku mendesain kaos-kaos tematik itu tanpa menggunakan konsep yang rumit. Kreativitas dan spontanitas menjadi titik tumpunya dalam berbisnis. Inilah kaos gila dari Yogya, ujarnya.

Selain berentrepreneurship, Saptuari juga menggagas sebuah insiatif sosial yang ia namakan sebagai âSedekah Rombonganâ. Semua itu ia mulai dengan mengajak orang beramal melalui sebuah artikel blog. Dari sana, lahirlah Sedekah Rombongan.

Dalam SR, tercatat sudah masuk Rp 9,8 miliar dan semua itu dicapainya dengan menggunakan jejaring sosial Twitter dan blog. âKami himpun dana dan seluruhnya kita sampaikan,âkata pria berkacamata ini.

SR menjangkau ke berbagai daerah di Indonesia. âBahkan ada yang kami bantu di Papua,â ia menjawab.

Rekannya yang juga pegiat entrepreneurship sosial, Zainal Abidin yang sering dikenal dengan @JayTeroris di Twitter, mengatakan, âBahkan kami berdua pernah diundang ke Korsel untuk membantu orang di sana dengan menghadiri seminar tentang kanker otak.â

Ditanya mengapa ia tertarik ke social entrepreneurship, Saptuari berkata,âMemang harus seperti itu, kalau bisnis hanya mencari uang saja, semua orang bisa. Tetapi yang lebih baik adalah bagaimana berbisnis dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Itu baru beda!â (*Akhlis)

* Titik Winarti, Sang Pemberdaya Penyandang Cacat (2013-01-31) * Jatuh Bangun Bambang Krista, Bos Ayam Kampung Super (2013-01-28) * Winsen Setiawan Ekspor Batu Alam via Online (2012-11-21) * Berdayakan Masyarakat dan Selamatkan Lingkungan dengan Bisnis Sosial (2012-10-11) * Anton Sudibyo: Berdikari Berkat Tebu (2012-08-17)

Social Entrepreneurship ala Saptuari | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *