Chairul Tanjung Kedepankan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Ikhlas

Chairul Tanjung Kedepankan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Ikhlas

Chairul Tanjung Kedepankan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Ikhlas

Chairul Tanjung Kedepankan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Ikhlas

Kamis, 18 April 2013 11:18

Chairul Tanjung atau yang kerap disapa CT, selalu memegang tiga kunci untuk meraih sukses: kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas. âTiga kunci itu akan menghasilkan kerja yang baik,â kata CT beberapa waktu lalu, kepada Inilah.

Bagi CT, sukses tidak ujug-ujug datang, tapi dia harus melalui sebuah proses. Dan, kesadaran itu tidak ada proses instan. âSaya sering bercanda, istilahnya itu, kita kebanyakan makan mi instan sehingga segala sesuatu mau instan,â katanya.

Ia selalu menekankan untuk terus mensyukuri segala sesuatu yang diperoleh pada hari itu. Dengan bersyukur, katanya, nikmat berusaha akan bertambah. âJangan pernah ngedumel, syukuri. Kalau kita bersyukur, tambah nikmatnya. Alhamdulillah, begitu terus-menerus. Jangan pernah berburuk sangka sama Tuhan. Tuhan kasih waktu sesuai porsinya,â ujar CT.

Dia bilang, Indonesia membutuhkan ribuan pengusaha seperti dirinya agar bangsa Indonesia dapat maju dan masyarakatnya sejahtera. âIndonesia butuh ribuan CT yang lain dan saya yakin Indonesia memiliki banyak CT yang lain,â katanya.

CT memang membangun bisnis dari bawah. Saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia tahun 1981âkarena kesulitan keuanganâia mencoba peruntungan dengan menjual buku kuliah stensilan, kaos, dan apa saja di kawasan Senen Raya, Jakarta Pusat.

Lepas dari sini, ia membuka usaha kontraktor, tapi kurang berhasil. Ia kemudian bekerja di perusahaan baja, tapi tak lama karena pindah ke perusahaan rotan. Saat bekerja di perusahaan inilah, CT bertemu dengan tiga orang temannya. Berempat mereka sepakat mendirikan PT Pariarti Shindutama.

Perusahaan ini bergerak di bidang produksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Kali ini, usahanya memperoleh untung besar, karena mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu anak-anak dari Italia.

Tapi Pariarti Shindutama kemudian ia tinggalkan, karena ada perbedaan paham dengan teman-temannya. CT memutuskan untuk berkarya sendiri. Ia mengarahkan usahanya pada tiga bisnis inti, yakni keuangan, properti, dan multimedia.

Dari sinilah bisnisnya sedikit demi sedikit berkembang sampai akhirnya menjadi besar dengan puluhan perusahaan di bawah naungan CT Corp.

CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha. âWaktu saya memulai banyak waktu, tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi,â katanya.

Dari sini pula majalah Forbes saban tahun memasukkan nama CT dalam 40 orang terkaya di Indonesia. Tahun 2012 lalu, Forbes menghitung kekayaan CT sudah sebesar U$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 32,3 triliun.

Kekayaan CT itu melesat dibandingkan kekayaannya di tahun 2011 sebesar US$ 2,1 miliar. Dengan tambahan kekayaan sekitar US$ 1,3 miliar dalam setahun, posisi CT dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia naik dari 11 di tahun 2011 menjadi nomor 5 pada 2012.

Menurut Forbes, pria yang lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962 ini mendapatkan kekayaannya dari media holding, yakni Trans TV dan Trans 7 serta kepemilikan di Bank Mega.

Berkat tiga kunci sukses itulah, CT menjadi seperti sekarang. (bn)

* Jonathan Tahir, Rintis Bisnis TV Berbayar (2012-09-29) * Raup Ratusan Juta di Bisnis Multimedia (2012-09-08) * Chairul Tanjung, Besar dari Jasa Fotokopi (2012-07-04) * Teguh Basuki Ariwibowo, Sukses di Usia Muda (2012-05-11) * Selalu Pegang Prinsip Luhur dalam Berbisnis (2011-11-10)

Chairul Tanjung Kedepankan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Ikhlas | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *