Microsoft dan ADB Rancang Pameran Apps For Asia

Microsoft dan ADB Rancang Pameran Apps For Asia

Microsoft dan ADB Rancang Pameran Apps For Asia

Microsoft dan ADB Rancang Pameran Apps For Asia

Kamis, 09 Mei 2013 13:35

ADB dan Microsoft Corp akan memamerkan berbagai Program Pembangunan Perancangan kembali Apps For Asia pada Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) ke-46. Program ini meliputi konsep untuk aplikasi seluler yang menelusuri penggunaan air, mengkonsolidasikan berbagai layanan darurat paling dicari, memantau penggunaan obat pada pasien tuberkulosis, dan membantu pemakai angkutan umum merencanakan perjalanan.

Program ini, yang didukung oleh asosiasi teknologi informasi regional, mitra teknologi swasta dan sejumlah universitas, bertujuan untuk memanfaatkan kreativitas ratusan pengembang perangkat lunak demi menciptakan solusi berkelanjutan bagi kepentingan ekonomi, perdagangan dan sosial pemerintah, masyarakat sipil, dan bisnis di daerah.

Program Apps for Asia termasuk dalam serangkaian acara pengembang nasional di Australia, India, Korea, Malaysia, dan Filipina. Dari 100 aplikasi yang diajukan, hanya tiga teratas dari masing-masing negara yang dipamerkan di pertemuan tahunan ADB ke-46 di Delhi.

“Apps For Asia adalah sebuah karya besar dari kekuatan dan peran teknologi dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi,” kata Bindu Lohani N., wakil presiden untuk Manajemen Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan ADB. ADB memberikan bimbingan pada prioritas ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah untuk membantu dan menginspirasi para peserta program ini.

Para kontestan Apps For Asia menciptakan berbagai aplikasi baru yang menyoroti berbagai isu, termasuk aplikasi untuk mengelola jaringan donor darah, membantu mempertemukan anak-anak dengan pekerjaan yang sesuai dengan potensi mereka masing-masing, mengkoordinasikan proyek perumahan adat, mempromosikan pencegahan kejahatan, dan manajemen diabetes.

“Kami menerima banyak sekali aplikasi kreatif yang memberikan dampak positif selama beberapa bulan terakhir ini, yang berdampak pada penyelesaian berbagai permasalahan di kawasan ini melalui teknologi,” kata John Cann, direktur divisi Organisasi Internasional Microsoft. “Dengan teknologi baru seperti layanan cloud dan berbagai perangkat seluler, aplikasi dapat dikembangkan dengan cepat untuk menjangkau lebih banyak orang dengan cara yang lebih bervariasi.” Selain mendapat wawasan dari ADB, para peserta mendapat pelatihan dan akses ke platform Microsoft, yang mencakup perangkat dan layanan cloud, yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan produk inovatif Windows Azure, Windows 8, dan aplikasi Windows Phone. Lebih jauh lagi, program ini membantu pengembang lokal menciptakan solusi lokal dan mendorong model bisnis inovatif yang memiliki dampak positif pada masyarakat mereka.

Berikut adalah 15 finalis yang memamerkan aplikasi mereka pada pertemuan tahunan ADB pada tahun ini: Australia – Blue Clover merevolusi pendekatan manajemen diabetes modern dengan memanfaatkan teknologi seluler dan cloud untuk meningkatkan kualitas hidup bagi 347 juta penderita diabetes.

– IDEX (Grand Domain) memberikan kemampuan kepada orang-orang untuk menggunakan identitas digital tunggal dalam mengakses layanan online, sehingga membantu meningkatkan keamanan, memudahkan pengelolaan direktori, dan menyediakan akses mudah untuk pengguna akhir.

– xMeaning menyediakan fasilitas belajar bahasa asing dengan memungkinkan para penerjemah menghasilkan dokumen dalam bahasa sumber dan menjelaskannya dengan informasi terjemahan untuk membantu pelajar lebih memahami konteks.

India – Jeevan Pani memberikan akses kepada warga untuk mengetahui informasi penggunaan air dan memungkinkan mereka untuk menghitung dan melaporkan penggunaan air mereka dan berbagi di situs jejaring sosial.

– Help-Me mengkonsolidasikan layanan darurat darurat paling dicari – Polisi, pemadam kebakaran dan ambulans – dengan aplikasi telepon, konsol operator, dan aplikasi pelapor.

– TOTS memberikan jaminan kepada para pasien Tuberkolosis dapat mengikuti diet pengobatan yang tepat untuk membantu menyembuhkan penyakit melalui pengelolaan catatan dan kalender, pemetaan rute ke pusat-pusat pengobatan terdekat, dan mengambil foto dari pasien yang memakai obat mereka, dan segera memberitahu dokter dan keluarga mereka.

– PathFinder memudahkan proses perencanaan perjalanan dan menggunakan transportasi umum lokal dengan mengidentifikasi jalur transportasi terbaik untuk sampai ke lokasi yang dituju.

Korea – Filament mendukung pencegahan kejahatan secara real-time melalui pelaporan dan pelacakan dengan cara yang sangat canggih, mengintegrasikan dengan sistem manajemen laporan yang ada untuk membantu mengurangi keterlambatan respon.

– Mapi memberikan nasihat navigasi real-time, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengirim informasi dan berkomunikasi tentang rute terbaik berdasarkan moda transportasi, situasi lalu lintas saat ini, dan umpan balik terkait kepadatan lalu lintas.

Malaysia – EPIC Hope menghubungkan dan memberdayakan masyarakat di Malaysia untuk terlibat dalam pembangunan perumahan berkesinambungan bagi masyarakat adat.

– Gnowledge mendukung pendidikan dengan memungkinkan pengguna untuk membuat, mempublikasikan, berbagi, dan mengadakan ujian, dan latihan dan tugas lengkap.

– Blood R2 System menangani kebutuhan donor darah masyarakat dengan mencocokkan permintaan dan suplai darah.

Filipina – Codetoki memudahkan proses membantu kaum muda mencari pekerjaan dengan memungkinkan pelamar untuk meningkatkan keterampilan teknologi mereka dan dengan mencocokkan si pemberi pekerjaan dan si pelamar melalui platform permainan.

– Blood Donors Network memberikan solusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan donor darah mereka.

– Leanasset menciptakan sistem pemantauan angkutan umum yang memungkinkan angkutan komuter dan operator transportasi untuk mengakses informasi transportasi dan menyederhanakan manajemen armada.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Apps For Asia dapat diperoleh di http://www.AppsForAsia.com.

Tentang Asian Development Bank ADB, yang berbasis di Manila, didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di kawasan Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan lingkungan yang berkelanjutan, dan integrasi regional. Perushaan ini, yang didirikan pada tahun 1966, dimiliki oleh 67 negara anggota – 48 di antaranya dari kawasan ini. Pada tahun 2012, total dana bantuan ADB mencapai 21,6 juta dolar, termasuk pendanaan bersama sebesar 8,3 miliar dolar.

Tentang Microsoft Didirikan pada tahun 1975, Microsoft (Nasdaq: MSFT) adalah pemimpin dunia dalam penyediaan jasa dan solusi perangkat lunak, yang membantu orang dan bisnis menyadari potensi mereka sepenuhnya. (bn/ant)

* SGI Cari Calon Guru Model (2013-05-07) * Mongolia Tertarik Investasi di Indonesia (2013-05-03) * Anak Perusahaan Trikomsel Terbitkan Obligasi SGD 115 Juta (2013-05-01) * Indonesia Perketat Pengolahan Perikanan Hiu Berbasis Ekosistem (2013-03-19) * IACA Luncurkan Rancangan Antikorupsi Global (2013-02-08)

Microsoft dan ADB Rancang Pameran Apps For Asia | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *