Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam

Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam

Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam

Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam

Rabu, 15 Mei 2013 11:42

Bermodal kreativitas dan suka dunia pendidikan anak, Andrean mengubah styrofoam menjadi produk yang bisa mendatangkan keuntungan hingga 50%.

Selama ini produsen pembuat alat peraga lebih banyak mengambil bahan dasar kayu. Hal itu tentu membahayakan, jika digunakan oleh anak-anak yang aktif bergerak. Andrean, pemiliki workshop alat peraga bernama Jack N’ Gym memilih bahan dasar styrofoam dan busa karena memiliki tekstur lembut, mudah dibentuk dan aman digunakan. Bahan-bahan itu juga memiliki harga yang relatif jauh lebih murah daripada kayu. Banyak sekali sentra penjualan styrofoam dalam bentuk balok dan lembaran. Di Jakarta dan sekitarnya, sentra penjualan styrofoam bisa ditemukan di daerah Slipi, Cengkareng dan Cikeas.

Jenis styrofoam yang digunakan  berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis alat peraga dan mainan yang kita buat. Misal, untuk membuat kursi atau bantalan yang sering digunakan dengan cara diinjak, Andrean menggunakan bahan dasar extra foam yang kokoh dan tidak mudah patah. Extra foam memiliki tingkat kepadatan yang tinggi â hampir sekeras kayu â dan biasanya digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Extra foam tersebut kemudian dilapisi dengan busa dan kulit sintetis, sehingga ketika diinjak, keseimbangan alat itu tetap terjaga, namun memiliki lapisan yang empuk dan aman bagi anak-anak.

Begitu juga dalam pemilihan busa sebagai pelapis. Andrean menggunakan produk busa rebounded. Jenis busa itu memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Busa yang banyak beredar di pasaran adalah jenis busa kuning. Cirinya, selain berwarna kuning, jika busa diletakkan di lantai dan kita tekan, maka tangan kita bisa merasakan permukaan lantai. Sedangkan jika kita tekan jenis busa rebounded, maka tangan kita tidak akan merasakan permukaan lantai. Busa rebounded juga lebih tahan lama dibanding jenis busa lain.

Keunggulan produk Andrean bukan dari segi desain, tetapi dari penyediaan jasa konsultasi Andrean bagi konsumen. Setiap ada permintaan, tidak langsung Andrean sanggupi. Andrean lebih dahulu akan bertanya dengan detail usia anak yang akan menggunakan, tujuan penggunaan, hingga lokasi penempatan. Karena dari usia anak saja, pemilihan bahan dan kualitas sudah berbeda. Penggunaan indoor akan berbeda dengan penggunaan outdoor.

Andrean juga memberikan jasa pelatihan penggunaan alat-alat yang dipesan sehingga konsumen bisa memberikan pengarahan yang benar tentang cara penggunaan alat peraga motorik tersebut kepada anak-anak sebagai pengguna langsung. Andrean juga memberikan garansi penggantian dalam jangka waktu tertentu untuk produk yang terjual dan layanan perbaikan. Hal itu yang tidak bisa didapatkan dari produsen lain.

Keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ini bisa mencapai 50 persen dari total biaya produksi. Karena itu, bisnis di bidang ini sangat menggiurkan. Lagipula, peluang masih terbuka lebar karena belum banyak kompetitor.

Konsumen yang menjadi target penjualan cukup banyak. Bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, melainkan juga perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, perbankan, hingga penyedia arena bermain anak yang sering kita jumpai di mal.

Kunci utama agar bisa bertahan dalam persaingan di bisnis ini adalah dengan terus mengasah kreativitas dan inovasi. Kita juga harus mengikuti perkembangan model dan desain. Untuk membuat konsumen menjadi pelanggan, tentu kita harus menjaga kualitas produk yang kita jual. (bn/readers digest)

* Bagya Meraup Rupiah dari Bisnis Perkutut Putih (2013-05-08) * Dekati Konsumen, Kunci Sukses Chairul Berbisnis Pupuk (2013-04-26) * Yudiansyah, Berbisnis dengan Bimbingan Buku dan Internet (2013-04-26) * Sukses di Usia Pensiun Dengan Beternak Lele (2013-04-19) * Jerry Kusbin, Sukses Berbisnis Pakaian Impor (2013-04-10)

Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *