Ismed, Presiden Direktur BUMN Tanpa Fasilitas Mewah

Ismed, Presiden Direktur BUMN Tanpa Fasilitas Mewah

Ismed, Presiden Direktur BUMN Tanpa Fasilitas Mewah

Ismed, Presiden Direktur BUMN Tanpa Fasilitas Mewah

Rabu, 22 Mei 2013 10:55

Jabatan empuk sebagai seorang presiden direktur di perusahaan BUMN selalu identik dengan fasilitas mewah. Tapi jangan main pukul rata! Presiden Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro ternyata tidak mengambil fasilitas rumah dinas. Mobil dinas pun tidak dia ambil.

Mantan Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) ini memilih memakai mobil sendiri. Sopir juga digaji dari duit sendiri. “Kadang-kadang saya malah nyetir sendiri. Ya biasa, bermacet-macet ria,” tutur Ismed Hasan Putro kepada Tribunnews.

Ismed bertutur, fasilitas rumah dan mobil dinas itu sebenarnya disediakan, tapi dia sengaja tak mau ambil karena risih bermewah-mewahan di tengah kondisi perusahaan yang disorot negatif karena catatan merugi Rp 34 miliar pada 2011 lalu itu. “rumah dinas presiden direktur saya jadikan mess karyawan, ” tutur Ismed.

Di mess itulah Ismed sesekali mampir dan tidur meski ada fasilitas penginapan kelas hotel berbintang. Uang SPJ yang disediakan kantor juga tidak dia ambil. “Saya cuma makan gaji aja,” ujar mantan wartawan ini.

Bahkan Ismed tak mau lama-lama berleha-leha menduduki jabatan di BUMN yang membawahi sejumlah pabrik gula itu. Dari ketentuan masa jabatan lima tahun, “Saya cukup 3-4 tahun saja,” sambungnya.

Begitu jadi Presdir RNI, Ismed memberlakukan ketentuan baru yang bersifat penghematan. Fasilitas pesawat untuk direksi tidak lagi di kelas bisnis, tetapi kelas ekonomi.

Direksi dari anak-anak perusahaan PT RNI yang sedang menjalankan tugas dan dinas ke Jakarta juga tidak diperkenankan menginap di hotel berbintang. “Tetapi, cukup tidur di rumah dinas Dirut PT RNI yang tidak dipakai, yakni di Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta. Bagi staf daerah yang bertugas ke Jakarta juga menginap di mes kantor di Jalan Jatinegara, Jakarta,” ujarnya.

Direksi baru RNI baru dilantik 2 Maret 2012. Mereka diberi tugas membenahi manajemen perusahaan dari kebangkrutan terus-menerus. “Malu dong dikasih jabatan tapi perusahaannya merugi,” celetuknya. (bn)

* Sudhamek Menduniakan Bisnis Garudafood (2013-05-19) * Peter Sondakh Selalu Jeli Melihat Peluang Bisnis (2013-05-12) * Didiek Hadjar Berhasil Kembangkan Kloning White Tea (2013-05-10) * Djoko Susanto, Pendiri Alfamart Jeli Melihat Peluang (2013-04-19) * Haerul Bestari Selamatkan Agricon dari Kebangkrutan (2013-04-17)

Ismed, Presiden Direktur BUMN Tanpa Fasilitas Mewah | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *