Berkat Songket, Mia Raup Omzet Puluhan Juta

Berkat Songket, Mia Raup Omzet Puluhan Juta

Berkat Songket, Mia Raup Omzet Puluhan Juta

Berkat Songket, Mia Raup Omzet Puluhan Juta

Rabu, 29 Mei 2013 10:24

Dibandingkan Jambi, songket Palembang justru lebih populer. Menggeliatnya sejumlah rumah produksi songket Jambi beberapa kurun terakhir, tak dimungkiri bersentuhan dengan songket Palembang. Itulah yang dilakukan Mania. Perajin songket Palembang itu, memasukkan unsur lokal pada produknya.

Bagi Mania, yang akrab disapa Cik Mia, sepanjang menjalani usaha memproduksi dan menjual songket, sejumlah capaiannya sudah diraihnya. Masih segar dalam ingatannya, ketika awal-awal ia justru menawarkan songket buatannya secara “door to door”.

“Sering ditolak oleh konsumen yang saya tuju, begitu pun dengan galeri-galeri yang ada,” katanya.

Cik Mia memulai menjadi perajin songket dan mengomersilkannya di Jambi pada 1999 silam. Uang sebanyak Rp 3 juta ia jadikan modal. Dari petak rumah kontrakannya ketika itu, ia menenun benang menjadi kain songket.

“Saya dapat modal dari hasil keringat suami saya, dengan modal Rp 3 juta saya membeli bahan, serta memesan peralatan untuk memulai usaha tersebut,” tuturnya seperti dilansir Tribunnews.

Saat Mia masih membuat songket dengan motif khas Palembang. Dari modal tersebut, ia menghasilkan beberapa helai songket yang langsung dia tawarkan kepada masyarakat. Dari situlah ia mulai ditolak, tapi ia berpantang surut.

Setahun berselang, usahanya mulai membuahkan hasil. Batu loncatan Cik Mia terjadi pada 2003. Itu ketika usaha kerajinannya dilirik oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

“Usaha kerajinan saya mendapat perhatian oleh Dekranasda pada 2003, dan saya mendapat binaan tentang pembuatan songket sampai motif-motif khas Jambi juga. Saya diperbolehkan menitipkan kain songket buatan saya di galeri Dekranasda,” bebernya.

Setelah itu, bintangnya kian bersinar. Ia pun tak lagi konservatif. Wanita kelahiran 16 Agustus 1966 itu membekali diri dengan kemampuan manajemen. Puncaknya pada 2009 dirinya ditunjuk oleh Dekranasda Provinsi Jambi untuk mewakili Jambi di ajang Pekan Pameran Kreasi Indonesia (PPKI) di Jakarta.

“Saya mendapat penghargaan di ajang PPKI tersebut dengan menyabet dua penghargaan yaitu kreasi terbaik, dan nominasi terbaik,” ujarnya bangga.

Otomatis, prestasi itu menjadi promosi bagi songket bermerek Cik Mia itu. Bahkan, songketnya merambah luar Pulau Sumatera hingga benua Eropa. Itu setelah di tahun 2010 dirinya terpilih kembali mewakili Provinsi Jambi di Ajang Pasar Malam Indonesia (PMI) di Belanda.

Dengan prestasinya bahkan usahanya yang semakin dikenal, usahanya yang bertempat di Jalan Seruni Malam, Kotabaru itu kini memperkerjakan 15 karyawan. Bahkan istri Ahmad itu, kini acap mendapat panggilan sebagai trainer entreprenuership untuk pembuatan serta pelatihan perajin kain songket.

“Saya coba membagikan ilmu saya kepada para perajin lainnya, intinya jangan pernah menyerah dalam berusaha, apabila dimulai dengan hal yang positif pasti membuahkan hasil yang manis,” ujar wanita kelahiran Palembang ini.

Saat ini Mia dapat memproduksi kain songket dengan beberapa motif, khas Palembang, Jambi dan lainnya. Mia mematok kain songketnya mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 7 juta. Omzet yang diterimanya dalam sebulan bisa mencapai Rp 20 juta sampai Rp 40 juta.

“Umumnya omzet yang didapat sering Rp 20 juta, namun bila ada even atau acara-acara besar seperti Jambi Expo biasa omzet bisa mencapai Rp 40 juta,” katanya. (as)

* Andalkan Kualitas, Rini Sukses Berbisnis Bakpia (2013-05-28) * Gudeg ‘Yu Djum’, Legenda Dari Yogyakarta (2013-05-18) * Ernawati: Kenalkan Batik Betawi Kontemporer (2013-05-17) * Berawal Hobi Masak, Kini Sukses Berbisnis Restoran (2013-05-16) * Fatmah Bahalwan, Sukses Berkat Semangat Suka Berbagi (2013-05-15)

Berkat Songket, Mia Raup Omzet Puluhan Juta | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *