Tono, Juragan Kambing dari Tuban

Tono, Juragan Kambing dari Tuban

Tono, Juragan Kambing dari Tuban

Tono, Juragan Kambing dari Tuban

Kamis, 13 Juni 2013 10:56

Usia boleh muda, tetapi hal itu tak menghalangi Tono untuk memulai usaha penggemukan kambing dan domba di Tuban, Jawa Timur.

Tono memulai usaha penggemukan kambing dan domba sejak Juli 2010. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dirinya mulai usaha penggemukan kambing dan domba ini yang diberi nama Sahabat Ternak. Tono menuturkan, pihaknya mendapatkan pelatihan dan modal dari PT Semen Indonesia Tbk untuk menggarap suatu usaha.

Saat memulai usaha ini, ia hanya memiliki 13 ekor kambing. Seiring waktu berjalan, usaha ternak Tono ini semakin berkembang. Saat ini jumlah ternak kambing yang dimiliki sekitar 200 ekor. Apalagi saat persaingan usaha ternak ini belum terlalu ketat. Tono pun optimistis usaha ternak ini akan terus berkembang. Hal itu mengingat daging menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

Tono yang baru berusia 21 tahun ini mengaku, usaha ternak ini juga memiliki beberapa kendala mulai dari cuaca, ketersediaan stok apalagi saat momen hari raya keagamaan, dan infrastruktur. “Kalau saat hari raya Idul Adha, pemesanan dapat mencapai 2.000 ekor. Sahabat Ternak biasanya kontribusi 200 ekor. Stok tersebut akan didapatkan dari mitra binaan yang lainnya,” ujar Tono seperti dilansir inilah.com.

Selama ini penjualan terbesar ternak kambing dan domba Sahabat Ternak ke daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu, kambing dan domba ini dikirim ke Bandung, Bogor, dan Soreang. Tono menuturkan, harga penjualan ternak khususnya kambing sekitar Rp700 ribu-Rp800 ribu.”Kami menjual dengan sistem per kilo gram. Dulu ketika memulai usaha ini per kilo gramnya sekitar Rp35 ribu sekarang sudah Rp50 ribu per kilo gram,” kata Tono.

Tono mengaku, dirinya tertarik untuk menggeluti usaha ternak didorong dari faktor lingkungan tempat tinggalnya. Kebanyakan masyarakat di daerah tempat tinggalnya menjalankan usaha petani dan peternak. Selain itu, agar usaha ternaknya ini terus berkembang, Tono mengatakan, dirinya selalu terus belajar dan menjaga kualitas. Pihaknya juga mempelajari manajemen dalam usaha dan melakukan pemasaran lewat berbagai media bahkan sosial media.

“Saya melihat kultur peternak dan petani kok tidak terlalu mapan. Padahal nasi dan ternak merupakan makanan sehari-hari. Jadi yang salah adalah manajemennya. Padahal potensial sumber daya manusia dan sumber daya alam begitu tinggi,” tutur Tono.

Tono juga menanam rumput gajah di luas lahan sekitar 2.500 meter persegi untuk makanan ternak kambing dan domba. Ia mengaku, biaya pakan ternak merupakan biaya produksi terbesar dalam menjalankan usaha ternak ini. (as)

* Roby Tjahyadi Berbisnis dengan Pendekatan Alam (2013-05-14) * Raup Rupiah dari Ternak Kelinci (2013-05-13) * Awalnya Coba-caba, Kini Jadi Juragan Jarum Tiram (2013-04-15) * Raup Laba dari Menanam Jamur (2013-04-10) * Bob Sadino, Bermula dari Ternak Ayam (2013-03-17)

Tono, Juragan Kambing dari Tuban | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *