Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame

Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame

Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame

Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame

Kamis, 13 Juni 2013 12:35

Siapa bilang wirausaha budidaya ikan gurame omzetnya kecil? Tidak bisa bikin kaya? Anggapan itu ternyata salah kaprah, ketika melihat para petani gurame di kota Madiun rata-rata sudah makmur. Salah satunya adalah Sjamsi, yang cukup jeli melihat prospek dari ikan kali ini. Selama ikan gurame masih menjadi konsumsi nomor satu di hotel-hotel atau menu wajib di restoran, maka wirausaha dengan berbisnis ikan gurame masih terbuka lebar.

Salah satu kelebihan ikan gurame (Osphronemus Goramy) dibanding dengan ikan air tawar lainnya, adalah kekuatan bertahan hidup di sembarang tempat. Bahkan di air yang sangat kotor pun, Gurame bisa bertahan hidup. Jika saat ini, banyak masyarakat yang membudidakan ikan gurame untuk konsumsi, Sjamsi justru mengambil jalur berbeda, dengan menyediakan bibit ikan gurame jenis jepang yang berkualitas terbaik.

Pilihan Sjamsi untuk fokus menjual bibit anakan Gurame, ketika dirinya tergerak melihat para petani Gurame di daerahnya kesulitan dalam mencari bibit ikan. Para petani disana umumnya, mengambil bibit ikan dari luar daerah, seperti Purwokerto, Yogyakarta, dan Blitar. Dengan menjual bibit anakan gurame Jepang siap tabur, Sjamsi yakin bisa memperoleh pasar yang menguntungkan, sekaligus membantu saudara-saudara sesama petani gurame di daerahnya.

Ikan gurame Jepang ini memiliki daya tahan tubuh yang baik, bahkan tingkat keberhasilan menetas telur-telur gurame jenis ini hampir mencapai 80%. Untuk mendapatkan bibit gurame jepang yang baik, Sjamsi membeli telur yang siap dia tetaskan di rumah di daerah Purwokerto. Menurutnya, bibit ikan gurame terbaik bisa didapatkan dari indukan gurame berusia antara 2- 4 tahun. Dan, biasanya telur-telur ikan gurame paling bagus itu berasal dari Purwokerto dan Banyumas.

Bisnis pembibitan selain margin keuntungan yang besar, masa panennya juga terbilang sangat singkat, yaitu 2-3 bulan anakan gurame bisa dipanen dan dijual kepada petani Gurame. Saat berumur dua bulan, anakan gurame bisa laku antara Rp. 500 â 1000 rupiah per ekor.  Keberhasilan budidaya anakan gurame juga dipengaruhi oleh perbandingan luas kolam dan jumlah ikan. Untuk pembibitan, perbandingan yang ideal adalah 1 m2 diisi dengan calon anakan sebanyak 150 ekor. Lebih dari 150 ekor sebenarnya juga bisa, namun nanti kualitas anakan gurame akan berbeda, dan cenderung kecil.

Di saat usia anakan gurame dua minggu, anakan gurame ini diberi pakan berupa cacing sutera yang halus atau biasa disebut cacing lur. Setelah mencapai usia satu bulan atau lebih, anakah gurame ini bisa diberi makan pelet. Yang perlu diwaspadai dalam berbisnis anakan gurame ini adalah datang musim pancaroba, karena udara yang cepat berganti, antara dingin dan panas membuat ikan gampang stress dan mati. Dalam mengantipasi hal ini, air tempat anakan gurame ini bisa diberi probiotik dicampur bahan-bahan jamu, seperti kuning telur, kunyit, jahe, jahe merah, dan lain sebagainya, yang dicampur dengan EM4. Probiotik dan bahan-bahan jamu ini, ternyata cukup efektif dalam menstabilkan kondisi ikan gurame.

Permintaan akan ikan gurame di pasar yang terus meningkat, jelas membuat prospek budidaya ikan gurame terbuka lebar. Budidaya anakan gurame dan pembesaran gurame sama-sama menguntungkan. Yang jelas, agar berhasil dalam bisnis ini, Anda harus terus ulet dan tekun, karena kedua hal tersebut menjadi kunci dalam meraih keberhasilan. (bn)

* Kejelian Putera Sampoerna Di Tengah Keputusan Bisnis Yang Sulit (2013-06-06) * Mendulang Rupiah dari Bisnis Kroto (2013-05-17) * Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam (2013-05-15) * Bagya Meraup Rupiah dari Bisnis Perkutut Putih (2013-05-08) * Dekati Konsumen, Kunci Sukses Chairul Berbisnis Pupuk (2013-04-26)

Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *