Kisah Agus Sulap Barang Rongsokan Jadi Rupiah

Kisah Agus Sulap Barang Rongsokan Jadi Rupiah

Kisah Agus Sulap Barang Rongsokan Jadi Rupiah

Kisah Agus Sulap Barang Rongsokan Jadi Rupiah

Jumat, 14 Juni 2013 09:43

Bagi sebagian orang, barang rongsokan memang tak lagi bermanfaat, apalagi memiliki nilai jual. Namun tidak bagi Agus. Botol bekas, besi, seng, plastik juga kardus yang sudah usang, baginya ternyata bisa menghasilkan uang.

Usaha dagang yang digeluti Agus bergerak di bidang jual beli barang bekas. Agus yang telah merintis usaha ini selama lebih dari 15 tahun itu mengais rezeki dengan memanfaatkan barang rongsokan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan uang.

Ia dibantu rekan-rekannya yang tinggal di daerah pesisir kota Semarang, Jawa Tengah tepatnya di daerah Tambak Mulyo. Barang bekas bagi mereka adalah hal yang akrab dengan keseharian mereka. Meski bisnis ini terkesan jorok dan banyak disebut bisnis pemulung, namun penghasilan yang dijanjikan tidak kalah dari usaha-usaha yang lain.

Agus bercerita, bisnis ini dirintisnya dari nol. Ia berhasil mengajak pula beberapa warga setempat untuk turut membantunya. Dituturkan Agus, barang rongsokan yang ia dapatkan berasal dari pemulung yang memang sudah menjadi langganannya, yang kebanyakan berasal dari Demak. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau unit dagang ini juga menerima barang rongsokan pemulung lain atau bahkan dari tetangganya sendiri.

Saat menjualnya, unit dagang ini juga memiliki beberapa langganan pabrik besi dan pabrik plastik yang siap membeli barang – barang bekasnya. Lantas, apa motivasi Agus mendirikan usaha dagang ini?, “Awalnya sih hanya coba-coba, berhubung peluangnya bagus ya dilanjutkan saja,” ujarnya seperti dilansir Suara Merdeka

Usaha yang dulu sekadar coba-coba kini berbuah berkah. Hingga saat ini, unit dagang milik Agus telah memiliki dua gudang yang letaknya cukup berdekatan. Gudang yang satu, hanya digunakan untuk mengumpulkan besi bekas dan seng. Sementara barang bekas seperti plastik, kaleng, kardus, ember, dan barang-barang kecil lainnya dikumpulkan di satu gudang yang tertutup.

Meski bergerak di bidang jual beli barang bekas, Agus mengaku sangat berhati-hati dengan tidak menerima semua barang bekas untuk dijual. Barang seperti pipa dan rel termasuk dalam barang yang dicurigai dan tidak dibeli oleh unit dagang ini. “Kalau barang-barang jenis itu atau barang yang masih agak baru, malah gak diterima, antisipasi aja, takutnya kalo itu barang curian,” ujar Agus. (as)

* Sjamsi Jadi Raja di Bisnis Gurame (2013-06-13) * Kejelian Putera Sampoerna Di Tengah Keputusan Bisnis Yang Sulit (2013-06-06) * Mendulang Rupiah dari Bisnis Kroto (2013-05-17) * Ada Celah Menjanjikan di Bisnis Styrofoam (2013-05-15) * Bagya Meraup Rupiah dari Bisnis Perkutut Putih (2013-05-08)

Kisah Agus Sulap Barang Rongsokan Jadi Rupiah | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *