Peluang Laba dari Bisnis Relaksasi dan Spa

Peluang Laba dari Bisnis Relaksasi dan Spa

Peluang Laba dari Bisnis Relaksasi dan Spa

Peluang Laba dari Bisnis Relaksasi dan Spa

Senin, 17 Juni 2013 13:36

Spa memang merupakan salah satu cara ampuh menyegarkan kondisi badan setelah menjalani aktivitas yang padat. Menggunakan jasa tempat spa pun sudah menjadi gaya hidup, terutama masyarakat perkotaan. Makanya, prospek bisnis spa kian menjanjikan. Alhasil, semakin banyak pebisnis yang menggeluti usaha ini.

Salah satu pemain yang sudah cukup lama terjun ke bisnis spa adalah Trisya Suherman. Ia mendirikan Bambu Spa di Jakarta Barat pada 2008. Ciri khasnya, menggunakan bambu asli untuk perawatan relaksasi tubuh. Bambu yang bisa menyimpan panas mampu menimbulkan kehangatan yang dibutuhkan agar tubuh menjadi rileks.

Bambu Spa juga menyediakan layanan perawatan rambut dan wajah. Semua layanan ini dikhususkan untuk konsumen wanita. Jasa andalannya ialah perawatan tubuh untuk mengurangi lemak (slimming treatment), perawatan payudara dan bokong (bust and bottom treatment), serta perawatan alat vital pada wanita (vagina spa).

“Laki-laki juga bisa perawatan di sini asalkan bersama pasangannya, untuk paket perawatan pre-wedding,” papar Trisya seperti dilansir Kontan.co.id.

Tarif aneka perawatan di Bambu Spa dipatok berkisar Rp 60.000-Rp 250.000. Sementara, tarif perawatan pre wedding Rp 1,75 juta untuk tiga kali pertemuan.

Sejak tahun lalu, Trisya membuka peluang kemitraan. Sekarang, sudah ada empat gerai Bambu Spa yang tersebar di Jakarta dan Tangerang. Tiga gerai milik pusat, dan satu milik mitra, Menurutnya, satu gerai baru milik mitra akan dibuka di Kebayoran Lama pada Agustus mendatang.

Tertarik menjajal usaha ini? Calon mitra harus menyiapkan investasi Rp 600 juta. Biaya tersebut sudah termasuk franchise fee Rp 80 juta, sistem manajemen, supervisi, desain tempat, bahan baku, dan training karyawan selama lima tahun.

Di luar itu, mitra harus menyiapkan tempat sendiri untuk gerai Bambu Spa. Pihak pusat akan membantu mencarikan lokasi. Manajemen pusat memungut biaya royalti 7% dari omzet bulanan. Mitra juga wajib membayar biaya promosi branding sebesar 2% dari omzet per bulan.

Berdasarkan gerai yang sudah beroperasi, Trisya memproyeksikan, mitra bisa mengantongi omzet sekitar Rp 80 juta tiap bulan. Laba bersih ditargetkan 40%. Jika target itu tercapai, mitra diprediksi sudah balik modal dalam waktu 22 bulan. (as)

* Hitung-Hitungan Bisnis Kedai Kopitiam (2013-05-29) * Rumah Kos, Bisnis Menguntungkan Sepanjang Tahun (2013-05-27) * Cara Cerdas Membuka Usaha Pusat Kebugaran (2013-05-24) * Panduan Belajar Bisnis Forex Bagi Pemula (2013-05-20) * Dua Paket Kemitraan dari Master Bebek (2013-05-16)

Peluang Laba dari Bisnis Relaksasi dan Spa | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *