Rika Pertiwi, Kartini di Abad Informasi

Rika Pertiwi, Kartini di Abad Informasi

Rika Pertiwi, Kartini di Abad Informasi

Rika Pertiwi, Kartini di Abad Informasi

Selasa, 18 Juni 2013 14:15

Rika Pertiwi Zulfi, mantan Puteri Indonesia 2010 merupakan salah satu sosok generasi muda Indonesia yang tak mau lekang oleh waktu dan tak ingin hilang digerus kemajuan zaman. Ibarat sebuah cawan yang harus selalu terisi, dia juga ingin terus menerus mengisi dirinya dengan beragam ilmu dan pengetahuan, untuk menunjang bisnis yang sekarang sedang digelutinya yakni âRika Wedding Organizer and Decorationâ.

Rasa sedikit terperangah sempat terlihat dari kami, Tim Ciputra Entrepreneurship, ketika berkunjung ke rumahnya di kawasan elite Billy Moon, Jalan Kelapa Kuning x Blok H1/7, Kalimalang, Jakarta Timur. Bagaimana tidak terperangah? Rika yang notabene terlahir dari keluarga mapan, sekaligus mantan Puteri Indonesia 2010 ternyata masih mau menekuni bisnis yang dibangun dari pemikiran dan keringatnya sendiri.

âSaya tidak mau terlena dengan kemapanan yang saya miliki sekarang ini. Saya harus terus bergerak dan berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berarti dalam hidup saya. Selaras dengan itu, saya ingin membuktikan bahwa saya mampu menekuni bisnis ini dan menjadikannya sebuah bisnis yang besar kelak,â tutur Rika dengan raut mukanya yang ramah dan selalu menebar senyum tersebut.

Penciptaan kreasi karya seni

Kegemaran Rika terhadap bisnis wedding organizer sebenarnya sudah terlihat sejak kecil. Menurut Rika, bisnis wedding organizer ini merupakan sebuah bisnis yang terkait erat dengan ide, penciptaan, dan inovasi.

âSejak kecil, saya senang membuat sesuatu berdasarkan apa yang saya lihat. Contohnya, saat saya tahu stik ballerina untuk pertama kali. Saking penasarannya, saya lalu berinisiatif membuat sendiri stik ballerina itu di rumah,â kenang gadis berusia 25 tahun tersebut.

Sebenarnya, bisnis yang digeluti Rika sekarang ini masih ada kaitannya dengan bisnis katering yang dibangun ibunya di tahun 1999. Bedanya, dia mengambil sisi bisnis yang berbeda namun dengan pangsa pasar yang relatif sama, yakni pernikahan, hajatan, dan pesta khusus.

Dalam menjalankan bisnisnya, Rika menuturkan bahwa dia mengedepankan konsep tematik. Menurutnya, konsep tematik merupakan sebuah perpaduan antara gagasan atau ide yang orisinil, lalu gagasan itu dituangkan dalam bentuk karya seni. Karya seninya sendiri berupa dekorasi maupun tema khusus untuk acara pernikahan.

Saat ditanya, tentang segmen pasar yang dituju, Rika mengaku tidak membatasinya. Dijelaskan, Rika bisa memfasilitasi semua jenis konsumen, mulai dari berkantong tebal hingga pas-pasan. Intinya, Rika sangat menyadari bahwa tidak semua orang punya tingkat kekuatan ekonomi yang sama.

âKalau misalnya ada customer yang kebetulan hanya memiliki dana pas-pasan, ya tetap saya terima. Justru di situlah letak tantangannya. Bahwa dengan anggaran yang terbatas, saya harus tetap bisa mewujudkan sebuah konsep pernikahan dengan dekorasi yang tak kalah indahnya dengan anggaran yang mahal,â ucap Rika.

Strategi pemasaran

Bagi Rika, sebuah bisnis tanpa strategi pemasaran ibarat sebuah sepeda motor tanpa memiliki roda, alias tak bisa berjalan. Rika menuturkan bahwa dia menerapkan strategi pemasaran yang dikajinya secara personal.

âDiantaranya meliputi strategi words of mouth, atau dari mulut ke mulut, membangun nama baik bagi konsumen, dan mengedepankan kualitas,â katanya.

Rika mengaku masih belum puas dengan apa yang sudah dicapainya selama ini. Sebagai wanita yang masih berusia seperempat abad, dia masih menginginkan sebuah pencapaian yang baru lagi. Ke depan, Rika masih ingin memajukan bisnis ini secara Mandiri. Sampai akhirnya, bisnis itu bisa besar, ternama, dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Rika memang seorang sosok perempuan muda yang anti kemapanan. Pikiran, tubuh, dan semangatnya terus bergerak, haus untuk menemukan sesuatu yang baru. Jika boleh mengistilahkan, Rika merupakan salah satu penjelmaan Kartini di abad teknologi informasi ini. (boni)

* Fransiska Sarwono, Sukses Angkat Pamor Keripik Tempe (2012-10-23) * Syarifa Dina: Modal Nekat dan Terus Belajar dalam Berbisnis (2012-09-27) * Vivanti Ayu : Raup Laba dari Kuliner India (2012-09-05) * Silvya Harjanto : Belajar Dari Mantan Karyawan Dirikan Pasar Unik 89 (2012-03-05) * Segarnya Laba Bisnis Es Krim Campina (2011-11-25)

Rika Pertiwi, Kartini di Abad Informasi | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *