Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film

Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film

Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film

Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film

Kamis, 20 Juni 2013 08:16

Howard Hughes, seorang penerbang dan sutradara film, lahir pada tanggal 24 Desember 1905 di Houston, Texas. Dia mewarisi kerajaan bisnis minyak keluarganya yag sukses dan mulai berinvestasi dalam bisnis film. Dia memproduksi beberapa film, termasuk Hell’s Angels yang menjadi film hit.

Pengusaha yang juga produser film, sutradara film, dan penerbang. Lahir dengan nama Howard Hughes Robard, Jr pada tanggal 24 Desember 1905, di Houston, Texas. Walaupun ia banyak dikenal sebagai salah satu orang terkaya dan salah satu sosok yang suka mengasingkan diri yang paling terkenal.

Hughes memiliki banyak prestasi profesional sebelum menarik diri dari kehidupan publik. Sebagai anak pengusaha pemboran minyak bumi yang sukses, ia mewarisi bisnis keluarga pada tahun 1923 pada usia 18 tahun. Dia menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk membiayai produksi film, dimulai pada tahun 1926. Dia menghasilkan beberapa film, termasuk Hell’s Angels (1930) yang bertema Perang Dunia I, yang menampilkan rangkaian pertarungan udara yang mahal dan aktris Jean Harlow yang masih belum dikenal saat itu oleh masyarakat luas. Beberapa film-film lain yang relatif dikenal publik adalah Scarface (1932) dan The Outlaw (1941). Selama hari-harinya di Hollywood, Hughes membangun reputasinya sebagai seorang playboy, terbukti dengan petualangan asmaranya dengan mengencani aktris top Katherine Hepburn, Ava Gardner, dan Ginger Rogers. Tak heran, karena Hughes berwajah rupawan dan kaya raya.

Hughes mengembangkan minatnya untuk menekuni dunia penerbangan dan mendirikan perusahaan pesawat terbangnya sendiri di awal dekade 1930-an. Selain merancang dan membangun pesawat, ia mempertaruhkan hidupnya sendiri dengan menjalani beberapa kali pengujian pesawat dan pengaturan dunia rekor kecepatan udara baru di pertengahan sampai akhir 1930-an. Di samping dianggap banyak berjasa atas banyak inovasi penerbangan, Hughes juga pernah gagal seperti Spruce Goose. Ia mengerjakan pesawat laut berbahan kayu yang berukuran besar selama bertahun-tahun dan selesai pada tahun 1947. Namun, setelah selesai hanya diterbangkan sekali.

Setelah kecelakaan pesawat yang mengerikan pada tahun 1946, Hughes mulai mundur dari hiruk pikuk dunia. Dia membeli sebagian dari RKO Pictures pada tahun 1948, tetapi ia tidak pernah mengunjungi studio tersebut. Pada tahun 1960, ia tinggal di lantai atas Desert Inn di Las Vegas, Nevada, dan melakukan semua usahanya dari kamar suite di hotel tersebut. Hanya sedikit orang yang pernah melihat dia, yang menyebabkan banyak spekulasi publik dan rumor tentang kegiatannya. Ia berpikir bahwa ia menderita gangguan obsesif-kompulsif dan memiliki masalah narkoba yang kronis dan memprihatinkan. Hughes akhirnya meninggalkan Las Vegas dan mulai tinggal di luar negeri. Pada tahun 1971 sebuah biografi yang mencatut nama Hughes diumumkan ke publik, tapi ternyata bukan. Para penulisnya kemudian dipenjara karena tindak penipuan.

Hughes meninggal pada tanggal 5 April 1976. Setelah kematiannya, banyak versi palsu dari wasiat Hughes muncul, yang menyebabkan persengketaan atas kekayaannya. Pada tahun 2004, kehidupan Hughes kembali menjadi sorotan dengan munculnya film The Aviator, yang menggambarkan masa-masa awal kehidupannya. Leonardo DiCaprio bermain sebagai miliarder tersebut, sebagai pemuda tampan dengan banyak masalah dalam kehidupannya yang berkelimpahan. Dalam film ini, DiCaprio dinominasikan untuk Academy Award untuk perannya sebagai Hughes. (*Akhlis)

* J.P. Morgan: Pengusaha Keuangan Paling Berpengaruh di Abad 20 (2013-06-19) * Russel Simmons, Sang Pendiri Def Jam Records (2013-06-14) * Kesuksesan Matt di Bisnis Online (2013-06-12) * Vishal Gondal: Raja Bisnis Games dari Negeri Taj Mahal (2013-06-11) * Carlos Slim Helu: Orang Terkaya di Dunia versi Forbes (2013-06-10)

Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *