Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana

Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana

Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana

Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana

Senin, 24 Juni 2013 09:21

Inilah kisah sukses H Bustaman dalam membangun bisnis waralaba rumah Makan Padang Sederhana. Lahir dan dibesarkan di Lubuk Jantan, Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, Bustaman remaja memutuskan untuk merantau ke Jambi pada 1955.

Bagi masyarakat Minang, pergi keluar dari kampung kelahirannya sudah menjadi tradisi. Di Jambi, Bustaman yang hanya lulusan kelas dua Sekolah Rakyat (setara SD) mengadu nasib dengan bekerja apa saja. Mulai dari bekerja di kebun karet, menjual koran, mencuci piring di sebuah rumah makan hingga menjadi pedagang asongan.

Pada 1970, Bustaman rupanya tertantang mengadu nasib di ibu kota Jakarta. Padahal, ia baru saja dua tahun menikah dengan Fatimah dan dikaruniai seorang anak. âSaya ikut dengan adik ipar di daerah Matraman, Jakarta Pusat,â tutur Bustaman dilansir readersdigest.co.id.

Pilihan saat itu adalah berdagang rokok dengan menggunakan gerobak di pinggir jalan.

Sebuah peristiwa yang melibatkan perseteruan antara etnis Minang dengan preman setempat pada 1975, membuat Bustaman terpaksa menyelamatkan diri dan keluarganya ke wilayah Pejompongan. âPokoknya akibat peristiwa tersebut, kami suku Minang terancam keselamatannya,â tutur Bustaman.

Di Pejompongan, Bustaman tetap membuka warung rokok selama 24 jam dengan penghasilan harian sebesar Rp2.000. âPadahal waktu di Matraman penghasilan saya bisa Rp8.000,â katanya.

Kondisi tersebut membuat Bustaman berpikir untuk mencari penghasilan tambahan dengan berjualan makanan. Ia lalu mencari lahan pinggir jalan di daerah Bendungan Hilir. âSaya menyewa lapak seluas satu kali satu meter di pinggir jalan seharga Rp3.000. Masalahnya, saya tidak bisa memasak, tetapi berbekal pengalaman pernah bekerja di rumah makan, saya belajar,â katanya.

Di hari pertama, dagangannya hanya menghasilkan omzet Rp425 dari modal awal sebesar Rp13.000. âSaya juga mengutang beras, minyak dan beberapa kebutuhan lain kepada tetangga. Sialnya, hasil dagangan itu ludes dibawa lari pembantu baru kami,â katanya.

Peristiwa itu tidak lekas membuat Bustaman putus asa. Ia tetap menjalankan usaha warung kecilnya. Satu minggu kemudian ia berkenalan dengan pedagang masakan lain asal Solok, Sumatra, yang membuka warung di Bendungan Hilir. âSaya coba masakannya ternyata enak. Saya lalu memberanikan diri berkenalan dengan pemasaknya dan meminta resep masakan,â katanya.

Dengan menu baru tersebut, warung kecil Bustaman semakin kedatangan banyak pelanggan. âCobaan datang kembali saat terjadi penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP. Gerobak dagangan saya diangkut,â katanya.

Namun, musibah tak dapat dihindari. âBaru sebentar menikmati rezeki, musibah datang kembali. Tempat tinggal saya di Pejompongan terbakar,â sebutnya.

Yang bisa diselamatkan Bustaman hanya istri, anak dan gerobak dagangnya. âSaya lalu tinggal di rumah salah satu suplier bahan masakan saya,â tutur Bustaman.

Ia mulai menyewa kios ketika Pasar Bendungan Hilir dibangun pada 1974 dengan harga sewa Rp15.000. âTahun 1975 saya membuka cabang di Roxy Mas,â katanya.

Kini Bustaman sudah bisa menikmat hasil jerih payahnya. rumah Makan Padang Sederhana miliknya sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia hingga Malaysia, baik atas nama sendiri maupun investor melalui sistem waralaba.

Ada cerita unik di balik nama ârumah Makan Padang Sederhanaâ yang menjadi merek dagang Bustaman. âNama itu saya ambil dari restoran di Jambi tempat saya dahulu bekerja sebagai pencuci piring. âIstri yang menyarankan karena memang namanya mudah diingat,â ceritanya.

Sekarang ini, banyak sekali rumah makan padang yang mengatasnamakan Sederhana. rumah Makan Padang Sederhana milik Bustaman adalah yang memiliki logo rumah Gadang dengan tulisan SA. (as)

* Dari Kalkun, Suparjo Bisa Raih Untung (2013-06-20) * Sutarto, Sukses Pasarkan Keripik Belut Hingga Mancanegara (2013-06-14) * Puspo Wardoyo, Semua Berawal dari Inspirasi (2013-06-13) * Gagal Jadi Arsitek, Kini Jadi Juragan Steik (2013-06-10) * Rahasia Sukses Donat Kentang P-DO (2013-06-04)

Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *