George Soros: Filantropis yang Provokatif

George Soros: Filantropis yang Provokatif

George Soros: Filantropis yang Provokatif

George Soros: Filantropis yang Provokatif

Selasa, 25 Juni 2013 10:00

Lahir di Budapest, Hongaria, pada tanggal 12 Agustus 1930, George Soros melarikan diri dari serbuan tentara Nazi di pertengahan 1940-an dan pindah ke New York City pada tahun 1956, tempat ia memasuki dunia bisnis dan keuangan. Dia mulai upaya filantropi terkenal pada tahun 1979, dan pada 2012 memberikan donasi mencapai lebih dari $ 7000000000 melalui Open Society Foundations miliknya.

George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada tanggal 12 Agustus 1930. Setelah bertahan dari invasi Nazi dan pendudukan Hungaria pada awal 1940-an, Soros kemudian melarikan diri dari Hungaria yang masih dikuasai komunis pada tahun 1947 dan nekat pindah ke Inggris. Di sana, di London School of Economics, Soros mulai mempelajari karya Karl Popper yang bertajuk “The Open Society and Its Enemy”, yang membahas ilmu filsafat dan berfungsi sebagai kritik terhadap totalitarianisme. Pelajaran penting buku itu disampaikan kepada Soros adalah bahwa tidak ada ideologi yang memiliki kebenaran, dan bahwa masyarakat dapat berkembang hanya ketika mereka beroperasi secara bebas dan terbuka dan memelihara rasa hormat terhadap hak-hak individu-pikiran yang mendalam dan akan mempengaruhi Soros selama sisa hidupnya.

Soros lulus pada tahun 1952, dan pada bulan September 1956 ia berlayar ke New York dan mengambil pekerjaan di perusahaan pialang di Wall Street, FM Mayer. Setelah bekerja di beberapa perusahaan lagi, pada tahun 1973 Soros mendirikan hedge fund sendiri (The Soros Fund, setelah berganti nama menjadi Quantum Fund dan kemudian Quantum Fund Endowment) dengan dana US $ 12 juta dari investor. Dana itu, dengan Soros sebagai pimpinan, meraih sukses besar melalui berbagai iterasi, dan sejak Maret 2012, Soros, pada 81 tahun, tercatat sebagai orang terkaya di urutan 22 di dunia, dengan kekayaan bersih diperkirakan sebesar $ 20000000000 .

George Soros memulai kegiatan filantropis pada tahun 1979, dan ia mendirikan Open Society Foundation pada tahun 1984. Yayasan itu mendanai berbagai inisiatif global “untuk memajukan keadilan, pendidikan, kesehatan masyarakat, pengembangan bisnis dan media independen.” Motivasi Soros dalam membantu melalui berbagai yayasannya bervariasi (daftar yayasan kegiatan mencapai 500 halaman), tetapi mereka termasuk membantu korban di daerah-daerah yang terkena bencana alam, membangun program setelah jam sekolah di New York City, pendanaan seni, pinjaman bantuan keuangan kepada sistem universitas Rusia, memerangi penyakit dan memerangi “brain drain” di Eropa Timur.

Walaupun dianggap sebagai satu sosok yang berpengaruh dalam dunia filantropi, George Soros juga sosok yang provokatif. Di antara posisi kontroversial adalah bahwa ia mendukung mengubah Amerika Serikat ‘”perang melawan narkoba” untuk menghindari tingkat saat kriminalisasi.

Sang hartawan menikmati keuntungan besar dalam krisis mata uang Inggris tahun 1992 (dijuluki Black Wednesday), ia telah menulis beberapa buku tentang runtuhnya pasar keuangan besar (dan pengamat tertentu menuduhnya memanipulasi pasar untuk mencapai tujuannya) dan dia telah mengatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan sentimen anti-Semitisme yang marak di seluruh dunia.

Kontroversial atau dicintai, dengan organisasi yang tak terhitung jumlahnya (di mana ia membentuk kebijakan publik dan melaksanakan proyek-proyek kemanusiaan yang luas), kerajaan finansial dan 12 buku yang ia tulis dalam berbagai tema mulai dari perang melawan teror kapitalisme global, George Soros adalah seorang tokoh berpengaruh di bidang keuangan dan bidang filantropi. (berbagai sumber/*Akhlis)

* Ross Perot: Dari Karyawan IBM, Jadi Entrepreneur Plus Negarawan (2013-06-24) * Ilmu Negosiasi Bisnis dari Steve Jobs (2013-06-24) * Partners for Youth Empowerment: Rombak Masyarakat dengan Berikan Mentor bagi Generasi Muda (2013-06-21) * Howard Hughes: Miliarder Rupawan yang Tekuni Dunia Film (2013-06-20) * J.P. Morgan: Pengusaha Keuangan Paling Berpengaruh di Abad 20 (2013-06-19)

George Soros: Filantropis yang Provokatif | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *