Google Lebarkan Sayap ke Bisnis Video Game

Google Lebarkan Sayap ke Bisnis Video Game

Google Lebarkan Sayap ke Bisnis Video Game

Google Lebarkan Sayap ke Bisnis Video Game

Minggu, 30 Juni 2013 19:10

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Google Inc. kini sedang mengembangkan sebuah konsol video game berbasis sistem operasi Android. Raksasa teknologi itu juga mengembangkan jam cerdas, mengikuti jejak Kickstarter â jam e-paper untuk iPhone dan Android âyang didanai oleh Pebble dan perangkat media streaming Nexus Q. Setidaknya salah satu dari tiga perangkat tersebut akan diluncurkan pada akhir 2013.

Situs marketing.co.id juga melaporkan, Google serius memposisikan dirinya sebagai produsen perangkat keras dalam pertaruhan terus-menerus melawan Apple. Gerakan Google untuk mengembangkan konsol video game terlihat sebagai respon langsung tentang rumor sistem gaming buatan Apple.

Apple baru-baru ini merilis pedoman pengembang bagi pengendali game pihak ketiga untuk digunakan dengan versi baru iOS dan Mac OSX. Dengan naiknya kepopuleran mobile games, tidak mengejutkan melihat Apple dan Google bergerak menuju pasar konsol rumahan.

Hal ini mengikuti peluncuran terbaru game konsol Ouya, sistem game berbasis Android yang didanai oleh Kickstarter dan terhubung dengan TV serta menggunakan pengendali game tradisional.

Tahun lalu Ouya menghadapi ancaman serius dari perusahaan perangkat mobile besar yang tertarik memasuki bisnis game. Erick Kain, kontributor Forbes, pernah menulis dalam laporannya bahwa kompetitor yang sebenarnya dalam bisnis game justru adalah para pemain besar dalam bisnis perangkat mobile, bukan video games.

Banyak yang menilai masuknya Ouya dalam industri konsol dinilai sebagai kekuatan yang berpotensi mengganggu industri tersebut. Banyak pula yang melihat Google seperti itu. Erick berpendapat penilaian tersebut menghilangkan sesuatu yang krusial tentang video games.

Game berbasis Android cenderung lebih murah dan sering pula gratis dengan pembelian in-app. Game berbasis Android dan iOS menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dibanding konsol tradisional. Google dan Apple berkompetisi untuk memperebutkan pasar casual gamer bukan penggemar game berat.

Kini Erick memperkirakan konsol Android dan iOS yang murah akan menjadi suplemen manis bagi lini produk Google dan Apple, tapi tidak akan menganggu pasar konsol seperti yang diperkirakan banyak orang.

Akan sangat penting untuk konsumen Google memiliki Google Play sebagai alternatif App Store baik di perangkat mobile atau TV mereka. Tapi, konsol Android dan iOS tidak akan menggantikan PS4, Xbox One atau Wii U. (bn)

* Startup Weekend 2013 Akan Digelar Awal Juli (2013-06-28) * Saat Opening, Nilai Sales Gerai Pertama Uniqlo di Indonesia DiperkirakanTerbesar di Dunia (2013-06-27) * Tower ke-4 Akan Didirikan di Ciputra World 1 Jakarta (2013-06-27) * Candra Ciputra: Planning Bagus, Tetap Konservatif (2013-06-26) * The Imperio, Cluster Residential Mewah Garapan Citraland Tegal (2013-06-26)

Google Lebarkan Sayap ke Bisnis Video Game | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *