Meneropong Bisnis Bubur Ayam

Meneropong Bisnis Bubur Ayam

Meneropong Bisnis Bubur Ayam

Meneropong Bisnis Bubur Ayam

Minggu, 02 Juni 2013 08:49

Tidak ada yang menyangkal jika bubur ayam merupakan salah satu makanan yang paling banyak disukai masyarakat Indonesia. Bubur ayam kerap dijumpai dijual di tepi-tepi jalan di pagi hari saat orang mencari sarapan pagi yang praktis dan bergizi. Bagi orang dengan pencernaan yang sensitif atau orang yang sedang sakit, bubur memang termasuk menu wajib. Namun, meskipun sama-sama bernama bubur, rasa bubur ayam lebih enak karena lebih penuh bumbu dibandingkan bubur khusus orang sakit.

Langkah-langkah persiapan:

  1. Miliki sebuah resep bubur ayam yang sedap.
  2. Pilihlah sebuah lokasi usaha yang strategis, baik jika Anda harus

berkeliling atau menetap di sebuah tempat. Tempat berjualan juga sebaiknya tidak mematikan selera makan pembeli. Misalnya, memilih berjualan di dekat selokan air atau tempat sampah umum. 3. Miliki peralatan yang diperlukan untuk menjual bubur ayam Anda. Jika Anda berjualan dengan tempat yang menetap (di kios), gerobak tanpa roda mungkin sudah cukup. Tetapi jika ingin berkeliling, tentu gerobak beroda lebih baik dan fungsional. 4. Belajarlah bagaimana memasak bubur ayam yang sesuai dengan selera kebanyakan orang. Untuk mengetahui selera pasar, Anda bisa mengadakan survei kecil dengan meminta pendapat teman atau keluarga mengenai rasa bubur ayam yang sesuai selera masyarakat umum. Kelemahan dalam bubur ayam bisa diperbaiki sebeum Anda benar-benar menjual untuk konsumsi umum. 5. Sediakanlah pula makanan dan minuman pendamping bubur ayam, seperti kerupuk, sate jeroan, teh, dan sebagainya. Semua tergantung selera konsumen di daerah Anda. 6. Milikilah orang untuk membantu berjualan. Menjual makanan terdengar sederhana dan mudah tetapi begitu Anda menjalaninya, Anda akan merasakan perlunya seseorang yang bisa membantu Anda melayani pembeli. Jumlah orang yang Anda pekerjakan tentu bervariasi tergantung kebutuhan dan skala usaha Anda.

Langkah-langkah realisasi: 1. Tentukan waktu dan tempat (jika Anda berkeliling) yang tepat untuk berjualan. 2. Buatlah warung bubur ayam Anda lebih bernilai tambah dari warung bubur ayam lainnya. Nilai tambah adalah kelebihan yang sekedar dari kecepatan pelayanan atau kelezatan bubur ayam Anda. Anda bisa memberikan pelayanan pesan-antar, mengemas bubur ayam sedemikian rupa sehingga lebih higienis, atau jika Anda berani bereksperimen lebih jauh, Anda bisa berikan variasi rasa yang berbeda.

Langkah-langkah marketing: 1. Metode word-of-mouth atau pemasaran dari mulut ke mulut tidak pernah menjadi cara yang usang dalam memberikan publikasi kepada konsumen. 2. Manfaat gerobak Anda sebagai media promosi dengan membuatnya unik dan menarik perhatian orang yang lewat. 3. Berikan patokan harga yang kurang lebih sama dengan para pesaing, tetapi dengan mutu layanan dan produk yang lebih baik. 4. Mutu, kepuasan pelanggan dan kebersihan produk dan peralatannya juga merupakan sebuah pemasaran yang nyata bagi orang-orang yang datang.

Tantangan: 1. Usaha bubur ayam mungkin adalah salah satu usaha yang paling lazim ditemui di tanah air. Sehingga merupakan sebuah keniscayaan bahwa persaingan sudah sangat sengit dan pasar sudah jenuh. Tetapi itu bukan soal jika Anda memiliki sebuah semangat berusaha dan kreativitas yang tinggi. 2. Bisnis makanan termasuk bubur ayam selalu terkait dengan masalah kebersihan. Masalah akan lebih besar jika Anda harus berjualan berkeliling, karena dengan demikian risiko bubur ayam menjadi tercemar dengan debu dan bibit penyakit di jalanan akan semakin besar. 3. Risiko kerugian bertambah besar jika bubur ayam yang dimasak tidak habis di hari yang sama. Meskipun bisa dipanaskan untuk mencegah menjadi basi, toh tidak bisa mencegah berkurangnya cita rasa. (*/AP)

* Lirik Peluang Bisnis Air Isi Ulang (2010-07-23) * Peluang dari Bisnis Arena Bermain (2010-07-21) * Rupiah dari Kertas Bekas (2010-07-20) * Siapkan Bisnis di Bulan Puasa (2010-07-20) * Raup Laba dari Batagor Jepang (2010-07-17)

Meneropong Bisnis Bubur Ayam | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *