Mulailah dari Garasi

Mulailah dari Garasi

Mulailah dari Garasi

Mulailah dari Garasi

EKONOM kondang E.F. Schumacher menyebut, âKecil itu indah.â Frase ini sebenarnya bisa dibiakkan lagi menjadi, âKecil itu lincah, gesit, cergas, tangkas dan ulet dan dalam situasi tertentu terkadang lebih kuat dari yang besar.â Kapal berbobot ton-tonan pun bisa terbelah ketika menabrak gunung kecil.

Artinya kita tidak perlu pesimistis terhadap hal-hal yang kecil. Demikian juga dalam berbisnis. Tak perlu kita menunggu besar untuk memulai sebuah bisnis. Kita tidak perlu menunggu punya kantor yang megah dan dana yang melimpah ruah untuk mewujudkan keinginan berbisnis kita.

Banyak raksasa bisnis kelas dunia yang mengawali bisnis dari tempat yang sangat-sangat tidak representatif, sebut saja garasi rumah. Seperti dicontohkan Majalah pengusaha, Jeff Bezos, Walt Disney, dan sederet nama tenar lainnya memulai usahanya dari sebuah garasi. Belum lagi kisah-kisah sukses dari dalam negeri. Banyak para juragan rumah makan, bakso dan mie ayam yang mengawali usahanya dari âruangan yang tidak terpakaiâ ini.

Kita tidak menafikan bahwa tempat yang representatif dan strategis merupakan salah satu komponen inti dalam kesuksesan berbisnis. Namun tidak serta merta masalah âruang kantorâ ini bisa dijadikan dalih untuk menunda niat dan tekad untuk memulai bisnis. Justru semestinya kita harus menjadikannya dalil bahwa 80 persen bisnis yang dimulai dari garasi berpotensi untuk sukses.

Mulailah dari Garasi | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *