Entrepreneur Harus Banyak Akal

Entrepreneur Harus Banyak Akal

Entrepreneur Harus Banyak Akal

Entrepreneur Harus Banyak Akal

Beberapa waktu lalu, pakar bisnis dan marketing, Rhenald Kasali mengawali presentasinya dengan menayangkan sebuah klip video. Klip tersebut menggambarkan seorang sopir truk yang beradu kecepatan dengan seekor kura-kura, memperebutkan sekaleng minuman soda. Tak diduga kura-kura bergerak akrobatik memenangkan perebutan itu.

Menurutnya, seorang entrepreneur harus menunjukan kemampuan seperti kura-kura itu, yaitu fleksibel dan banyak akal untuk memenangkan persaingan. Menurutnya terdapat perbedaan yang mendasar antara entrepreneur dan spekulan. Entrepreneur memiliki tujuan mengerakkan ekonomi riil yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan. Untuk dapat mencapai kesejahteraan diperlukan kerja keras dan kedisiplinan.

Sedangkan tujuan spekulan adalah mendapatkan kekayaan. Kekayaan dapat digunakan untuk membeli tempat tidur tapi bukan tidur itu sendiri. Sedangkan kesejahteraan dapat membeli tempat tidur dan tidur sekaligus. Jadi kesejahteraan merupakan tujuan entrepreneur, sebab memiliki visi untuk memberi kesejahteraan bagi orang lain. “Oleh karena itu, Ia tidak menggunakan cara-cara culas dan licik untuk mencapai kesejahteraan. Ia mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika untuk mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Entrepreneur modern mengaplikasikan beragam kemampuan untuk Mandiri dan menghasilkan kesejahteraan tidak saja untuk dirinya tapi juga bangsa. Beberapa entrepreneur modern mencakup ‘techno entrepreneur’, ‘creative entrepreneur’, ‘social entrepreneur’, dan ‘energy entrepreneur’.

‘Techno entreprenuer’ bertujuan melakukan komersialisasi atas beragam penemuan teknologi agar bisa dimanfaatkan banyak kalangan. ‘Creative entreprenuer’ berusaha meningkatkan nilai tambah untuk produk kreatifitas seperti seni, film, kerajinan tangan, olahraga, dan seterusnya. Sedangkan ‘social entreprenuer’ memiliki misi melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial ekonomi melalui pertanian, aspirasi politik, dan sebagainya. Sementaram persoalan krisis energi hendak dijawab melalui ‘energy entrepreneur’. Entrepreneur modern menggunakan beragam ilmu untuk mencapai kesejahteraan bukan hanya kekayaan semata. (*/ dari berbagai sumber)

Entrepreneur Harus Banyak Akal | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *