Alternatif-Alternatif Strategi

Setelah melakukan kegiatan analisis lingkungan, baik internal maupun eksternal, kegiatan selanjutnya adalah mengidentifikasikan alternatif-alternatif strategi yang memungkinkan untuk dipilih dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

            Berikut beberapa alternatif strategi berdasarkan analisa daya tarik industri dan posisi bisnis suatu perusahaan menurut James W. Taylor dalam Sukristono (1992 ; 361)

  1. Strategi Bertahan (Holding Strategy)

Strategi ini dilakukan oleh perusahaan yang memiliki daya tarik bisnis maupun posisi bisnis yang tinggi. Dalam posisi kuat, perusahaan sudah seharusnya menempuh strategi tetap bertahan pada posisi sekarang dengan memaksimumkan laba yang berasal dari suatu produk atau bisnis yang ada.

2.   Strategi Penetrasi (Penetration Strategy)

Strategi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki posisi bisnis yang sedang, tetapi menghadapi daya tarik bisnis yang kuat atau akan menjadi kuat. Kedudukan perusahaan seperti ini menghadapi pilihan strategi yang cukup sulit, mengingat perlunya investasi yang cukup besar dan penuh resiko agar dapat menuju ke arah posisi bisnis yang kuat dengan potensi perolehan laba yang cukup besar.

3.   Strategi Penguatan (Strengthening Strategy)

Strategi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki posisi bisnis yang lemah, tetapi menghadapi daya tarik bisnis yang tinggi atau akan menjadi tinggi. Pada strategi ini diperlukan investasi yang besar dalam pemasaran produknya, demikian pula resiko besar akan tetap dihadapi.

4.   Strategi Pengurangan (Harvesting Strategy)        

Suatu perusahaan yang bisnis atau produknya menghadapi daya tarik bisnis rendah atau sedang (kurang menarik), dan posisi bisnis yang kuat, maka perlu memilih strategi pengurangan pangsa pasarnya dengan memaksimumkan pendapatannya.

5.   Strategi Pelepasan atau Penarikan (Divestment or Withdrawal Strategy)

Suatu perusahaan yang memiliki tingkat posisi bisnis yang rendah atau cenderung rendah dan menghadapi daya tarik bisnis rendah atau cenderung rendah, biasanya akan terpaksa menempuh strategi pelepasan atau penarikan. Produk-produk yang akan dilepas atau ditarik hendaknya dipilih produk-produk yang tidak menguntungkan. Sebaiknya dicari alternatif produk atau bisnis yang mungkin digunakan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbebaskan tersebut.

            Di samping kelima strategi inti tersebut, terdapat pula tiga alternatif strategi bisnis yang dikemukakan oleh Kotler (1997; 69). Ketiga strategi bisnis tersebut adalah :

  1. Strategi Pertumbuhan Intensif

Dalam strategi ini manajemen perusahaan harus terlebih dahulu mengkaji apakah ada peluang untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada. Strategi ini terdiri atas :

  1. Strategi Penetrasi Pasar

Perusahaan berusaha meraih pangsa pasar yang lebih besar dengan produk yang ada dalam pasar yang ada. Pilihan spesifik strategi ini dapat berupa : menambah tingkat penggunaan pelanggan lama, memikat pelanggan pesaing atau memikat bukan pengguna untuk membeli produk.

  1. Strategi Pengembangan Pasar

Perusahaan berusaha mengembangkan pasar baru untuk produk yang telah ada. Pilihan spesifik strategi ini : membuka pasar geografis baru atau memikat segmen pasar lain.

  1. Strategi Pengembangan Produk

Perusahaan berusaha menciptakan produk baru yang potensial untuk pasar yang telah ada. Pilihan spesifik strategi ini adalah : Mengembangkan atribut produk baru, mengembangkan beragam tingkat mutu atau mengembangkan model dan ukuran lain.

2.   Strategi Pertumbuhan Integratif

Dalam strategi ini perusahaan mengidentifikasikan peluang untuk membangun atau memperoleh bisnis yang berkaitan dengan bisnis saat ini. Strategi ini terdiri dari :

a.   Strategi Integrasi ke Hulu

      Perusahaan dapat membeli satu atau lebih pemasoknya untuk dapat mendapatkan laba atau kendali yang lebih besar.

b.   Strategi Integrasi ke Hilir

Perusahaan dapat membeli beberapa perusahaan yang lebih rendah tingkatnya dalam jalur distribusi, terutama jika usaha tersebut sangat menguntungkan.

c.   Strategi Integrasi Horizontal

Perusahaan membeli satu atau lebih pesaingnya, jika hal ini tidak dilarang oleh pemerintah.

3.  Strategi Pertumbuhan Diversifikasi

      Dalam penerapan strategi pertumnbuhan diversifikasi perusahaan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini. Strategi ini terdiri atas :

  1. Strategi Diversifikasi Konsentris

Perusahaan dapat mencari produk baru yang memiliki sinergi teknologi dan atau pemasaran dengan lini produk yang ada, meskipun produk tersebut ditujukan untuk pelanggan yang berbeda.

  1. Strategi Diversifikasi Horizontal

Perusahaan dapat mencari produk baru yang dapat menarik pelanggannya saat ini walaupun teknologinya tidak berhubungan dengan lini produk yang ada.

  1. Strategi Diversifikasi Konglomerasi

Pada alternatif terakhir ini, perusahaan dapat mencari bisnis baru yang tidak mempunyai hubungan dengan teknologi, produk ataupun pasarnya yang ada sekarang.

Alternatif-Alternatif Strategi | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *