Analisis ETOP (Environmental Threat and Opportunity Profile)

Analisa ini dipergunakan untuk mempertimbangkan aspek peluang dan ancaman lingkungan ekstern. Dengan ETOP penyusun menganalisis masing-masing faktor lingkungan dengan cara memberi bobot pada tiap-tiap faktor dan pengaruh kekuatan tiap faktor lingkungan. Sampai pada tahap tersebut, gambaran perusahaan yang diperoleh masih sebatas pada aspek kualitatif. Oleh karena itu, kadangkala sebagai usaha memperjelas, ada upaya melakukan kuantifikasi, sekalipun tidak dapat meninggalkan peran pendapat manajemen . Salah satu bentuk upaya kuantifikasi adalah dengan menyusun matriks ETOP.

    Freddy Rangkuty (2000;39) memberikan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh manajemen dalam menyusun matriks ETOP.  Pertama, melakukan identifikasi variabel lingkungan yang menjadi peluang dan hambatan perusahaan berdasarkan salah satu pendekatan yang tersedia. Kedua, memberikan bobot pada masing-masing variabel sejak dari 0 (yang paling tidak penting) sampai dengan 100 (terpenting). Bobot ini mencerminkan peran masing-masing variabel setelah dilakukan evaluasi, sesuai dengan pendekatan yang dipakai. Setelah itu masing-masing diberi nilai sejak dari 0,0 (rendah), 0,5 (sedang) sampai dengan 1,0 (tinggi). Pemberian nilai tidak harus kaku berdasarkan jarak (rentangan) tertentu. Bisa saja, misalnya memberikan jarak antara 1 sampai dengan 5 atau antara 1 sampai dengan 10 dan sebagainya. Yang lebih diperlukan adalah konsistensi pemberian jarak tersebut dan tafsir yang terkandung didalamnya.

Barulah kemudian, sebagai langkah keempat, bobot dan nilai yang diberikan pada masing-masing variabel dikalikan, untuk memperoleh nilai tertimbang yang merupakan nilai akhir dari masing-masing variabel.

    Sebagai langkah terakhir, seluruh nilai tertimbang sebagai hasil perkalian yang didapat dari langkah keempat dijumlahkan. Jumlah inilah yang menggambarkan analisa ETOP.

    Sekedar sebagai catatan, harap diingat bahwa sekalipun matriks ini nampak memiliki dimensi kualitatif, akan tetapi tetap tidak sepenuhnya dapat meninggalkan peran pendapat manajemen. Pemberian bobot dan nilai masing-masing variabel sepenuhnya tergantung pada pendapat manajemen. Olek karena itu, tidak heran, jika posisi, pengalaman dan pemahaman manajerial sangat banyak berpengaruh. Subyektifitas tidak sepenuhnya dapat dihilangkan, dan memang tidak perlu. Fungsi pokok matriks ini terletak pada usaha untuk melakukan penyederhanaan. Matriks ini lebih merupakan ringkasan keseluruhan proses identifikasi dan evaluasi peluang dan ancaman bagi perusahaan.

Analisis ETOP (Environmental Threat and Opportunity Profile) | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *