Cara Mengukur Prestasi Kerja

Beberapa pendapat yang membahas tentang pengukuran prestasi kerja akan dijadikan dasar untuk menentukan variabel dari konsep prestasi kerja yang telah dipaparkan di atas. Tentang pengukuran prestasi kerja, Agus Dharma (1985:55) mengatakan bahwa banyak cara pengukuran yang dapat digunakan, seperti penghematan, kesalahan dan sebagainya. Tetapi hampir seluruh cara pengukuran prestasi kerja mempertimbangkan : kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu.

       Selanjutnya pengukuran prestasi kerja menurut Rusli Syarif (1987:74) adalah : mutu (kehalusan, ketelitian, kebersihan), jumlah waktu (kecepatan), jumlah macam kerja (banyaknya keahlian), jumlah jenis alat (ketrampilan dalam menggunakan berbagai jenis alat), pengetahuan tentang pekerjaan. Disamping ukuran-ukuran yang telah disebutkan di atas, prestasi kerja bisa dilihat dari perilaku individu dalam bekerja. Misalnya, prestasi seorang karyawan ditunjukkan oleh kemandiriannya, kreativitas, serta adanya rasa percaya diri. Berkaitan dengan pengukuran tersebut, Lopez (1982:336-339) dalam studinya mengukur prestasi kerja secara umum yang kemudian diterjemahkan ke dalam penilaian perilaku secara mendasar, yaitu meliputi : (1) kuantitas kerja, (2) kualitas kerja, (3) pengetahuan tentang pekerjaan , (4) pendapat yang disampaikan, (5) keputusan yang diambil, (6) perencanaan kerja, (7) daerah organisasi kerja.

       Berpijak pada pengukuran konsep prestasi kerja yang telah dikemukakan di atas maka dalam penelitian ini variabel dari prestasi kerja diadaptasi dari pendapat Agus Dharma (1985), Rusli Syarif (1987), dan Lopez (1982) yang mengacu pada kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu menjadi satu pengukuran yaitu kecakapan (kemampuan) karyawan dalam melaksanakan tugas (pekerjaan).

3.2.1. Kecakapan 

       Dalam kamus besar Indonesia dikatakan bahwa kecakapan mengacu padakesanggupan, kemampuan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu (KBI,1990: 146). Oleh karena itu karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi dapat dilihat dari kemahirannya  atau kemampuannya dalam menjalankan tugas (pekerjaannya).

       Berkaitan dengan hal tersebut, Rao (1986:49) berpendapat bahwa orang orang yang kurang berprestasi dapat dikenali dari ketergantungannya yang berlebihan pada orang lain. Ia pasif dalam menghadapi tekanan, dan senantiasa memerlukan pengawasan dan harus dibujuk serta dipuji pada setiap langkahnya. Ia tidak mempercayai bakat dan kemampuannya sendiri. Dengan demikian karyawan yang cakap sebagai perwujudan prestasi kerjanya yang tinggi dapat dilihat dari kepercayaan akan kemampuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan pekerjaan, ketepatan dlam menyelesaikan

tugas sesuai dengan target perusahaan, terampil dan mempunyai kreatifitas yang tinggi.

Cara Mengukur Prestasi Kerja | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *