DALAM PERSPRKTIF PSIKOLOGI (Shalat Tahajjud Sebagai Penawar Stres)

 Al Qur’an  telah memberikan anjuran agar mengerjakan shalat ditengah malam. AlQur’an menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu menjaga shalat malam adalah merka yang berhak memperoleh kemurahan Allah dan rahmat-Nya. Al Qur’an  juga memberikan pujian kepad mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari para hamba Allah yang baik

.

DALAM PERSPRKTIF PSIKOLOGI

(Shalat Tahajjud Sebagai Penawar Stres)

 

 

Mata Kuliah :

Studi Islam Interdisipliner

 

 

Dosen Pengampu:

Dr. H. M. Sa’ad Ibrahim M.A.

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

 

Abdul Fathah    152740002

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM PASCA SARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2016

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Al Qur’an  telah memberikan anjuran agar mengerjakan shalat ditengah malam. AlQur’an menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu menjaga shalat malam adalah merka yang berhak memperoleh kemurahan Allah dan rahmat-Nya. Al Qur’an  juga memberikan pujian kepad mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari para hamba Allah yang baik.

Qiyamullail merupakan ibadah tambahan/sunnah yang paling agung dan paling mulia, dalam hal ini Nabi juga memberikan anjuran kepada ummatnya agar mengerjakannya. Dengan demikian shalat malam merupakan bentuk ketaatan yang paling utama, ibadah yang paling bermanfaat dan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling  mulia, dan ia menjadi penyebab paling pokok untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Hal itu telah disadari betul oleh para salafusshalih, mereka hanya sedikit tidur malamnya karena waktunya digunakan untuk mengerjakan shalat malam. Dizaman sekarang, keadaan sudah berbalik, hubungan hamba dengan Allah semakin melemah, sehingga sedikit manusia yang mau bangun malam mengerjakan shalat. Jika sudah demikian maka mereka kehilangan pahala besar, akhirnya umat Islam mengalami kemunduran dari hari kehari, setelah sebelumnya berada di barisan depan dalam perjalanan umat manusia, dan pada akhirnya kondisinya sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Keadaan umat tidak akan membaik kecuali dengan melakukan hal yang menjadikan baik para pendahulu mereka. Kebiakan ini tidak akan terwujud kecuali dengan memperbaiki hati dan menambah ikatan hati dengan Allah yang mengetahui segala hal yang gaib, untuk meraih hal tersebut harus dilakukan banyak hal yaitu diantaranya denag bermunjat kepada Allah dalam bentuk Shalat malam dan bertahajjud[1].

         Begitu banyaknya manfaat yang bisa didapatkan karena Qiyamullai, oleh karena itu, penulis ingin menerangkan tentang sisi lain dari qiyamullail, yaitu dari perpektif  Qiyamullail dapat membentuk kepribadian yang unggul.

 

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah penjelasan  Shalat Tahajjud menurut Islam?
  2. Bagaimanakah dengan konsep dasar psikologi?
  3. Bagaimanakah korelasi antara shalat Tahajjud dengan Psikologi (membentuk pribadi unggul) ?

 

  1. Tujuan Pembahasan
    1. Mengetahui penjelasan  Shalat Tahajjud menurut Islam.
    2. Mengetahui konsep dasar psikologi.
    3. Mengetahui korelasi antara shalat Tahajjud dengan Psikologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Penjelasan Shalat Tahajjud Menurut Islam.

1).    Definisi Shalat Tahajjud.

Tahajjud diambil dari kata al-hujud yang diartikan tidak tidur. Dikatakan untuk shalat malam tahajjud. Dikatakan pula al-hajid artinya oarng shalat di malam hari. Jamaknya hujud dan hujjad.

Ar-Raghib berkata “Al-Mutahjjid artinya orang yang shalat di malam hari. Sebagian ahli berpendapat bahwa tahajud harus dilakukan setelah tidur. Kesimpulannya tidak disebut tahajud kecuali setelah tidur dimalam hari sekalipun sebentar. Inilah pendapat sekelompok kaum salaf yang dikutip oleh as-Safarayani dari ulama’ madzhab Hambali, al-Qurtubi dan lainnya.

Tetapi shalat malam lebih umum dari pada shalat tahajud. Ia berlangsung dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. Sedangkan tahajud khusus bagi orang yang shalat setelah tidur. Shalat malam adalah lafadz yang umum bagi orang yang shalat di malam hari, baik sebelum tidur maupun setelahnya, sekalipun antara Maghrib dan Isya. Pernyataan ini dikatakan oleh al-Bahuri.[2]

 

2).    Hukum Shalat Malam / Qiyamullail

Para Ulama’ sepakat bahwa hukum shalat malam adalah sunnah mu’akkadah, berdasarkan nash dari Kitab serta ijma’ kaum muslimin.

          Shalat malam  merupakan kewajiban atas Nabi Muhammad, kewajiban oni erus berlaku bagi Nabi setelah diwajibkannya shalat  lima waktu. Ini merupakan entk pengagungan terhadap beliau dengan banyaknya menghadapkan diri dalam bermunajat kepada Rabbnya di waktu selang dari menyampaikan wahyu dan mengatur urusan kaum  muslimin, yaitu waktu malam. Hal ini merupakan hukum  namun tidak diwajibkan atas selain beliau[3].

3).  Sifat Shalat Malam.

Muhammad bin Nashr Al-Marwazi berkaa, “Pendapat yang kami pilih bagi orang yang  mengerjakan shalat malam adalah hendaknya ia mengerjakan shalat malam dua rakaat-dua rakaat, lalu salam pada setiap dua rakaaat, lalu menjadikan shalat yang terakhirnya adalah satu rakaat.

Diriwayatkan bahwa Nabi pernah mengerjakn Shalat malam hingga lima rakaat langsung. Beliau baru mengucapkan salam pada akhir rakaat yang kelima. Dengan demikian sabda Nabi yang menyebutkan bahwa shalat malam itu dua rakaat salam dua rakaat salam adalah bersfat pilihan. Orang yang hendak mengerjakan shalat malam tiga rakaat langsung atau lima atau tujuh atau sembilan tanpa salam, kecuali pada akhir rakaat tersebut, maka hukumnya mubah. Hanya saja yang menjadi pilihan lebih baik adalah setiap dua rakaat salam, kemudian mengerjakan shalat witir . satu rakaat[4].

 

4)Nilai Keistimewaan Shalat Malam.

Banyak hadits dan riwayat Nabi yang menceritakan kebiasaan Nabi dalam melaksanakan Qiyamullail, khususnya shalat tahajjud . Padahal Nabi Muhammad adalah seseorang yang sudah dianggap bersih dari segala dosa dan sudah mendapatkan jaminan pengampunan dari Allah SWT, meskipun tanpa melakukan kebaikan dan tanpa memperbanyak amal ibadah, namun mengapa Rasulallah tetap saja memperbanyak ibadah , terutama di setiap malam? Hal ini dapat dijawab dengan hadits yang menyatakan bahwa Rasulallah ingin menjadi hamba yang bersyukur dan juga banyaknya keistimewaan yang apat diperoleh dari shalat malam, sehingga Rasulallah dengan gigih dan rutin melaksanakan shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Diantara keistimewaan yang didadaptkan seseorang karena rajin shalat tahajjud adalah[5] :

 

 

1)      Amal Sunnah yang Paling Utama

Diriwayatkan oleh Khumaid ibni Abdirrahman R.A hadits yang menyebutkan sebagai berikut :

 اَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي وَحْشِيَّةَ، أَنَّهُ سَمِعَ حُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ،رواه النسائي

 

Artinya:shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah qiyamullail, yakni shalat tahajjud (HR. An-Nasa’i) [6]

Jika shalat fardhu adalah ibadah yang paling utama dikarenakan merupakan salah satu amal ibadah yang diwajibkan Allah kepad umat Islam, namun banyak pula hadits yang menyatakan bahwa shalat tahajjjud adalah ibadah yang paling utama yang dianjurkan setelah shalat fardhu, ini menunjukkan bahwa qiyamullail memiliki segudang keistimewaan, sehingga Rasulallah menjadikan shalat malam sebagai ibbadah wajib yang beliau kerjakan dalam setiap harinya.

 

2)      Mendapatkan Kemuliaan dan Keistimewaan

         Ayat-ayat yang menjelaskan tentang kemuliaan shalat malam, Allah selalu menjelaskan bahwa kemuliaan dan derajat yang tinggi hanya akan diberikan kepada hamba2-Nya yang dekat kepada-Nya,  mereka adalah golongan orang2 yang menghidupkan waktu  malam dengan beribadah dan bermunajat kepada Allah. Janji Allah untuk mereka telah disebutkan dalam Al-Qur-an:

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya:Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah mudahan Tuhan mu mengangkatmu ketempat yang terpuji (al-Isra’ 79).

Dalam salah satu Hadits Rasulalllah juga menjelaskan tentang kemuliaan tahajjud:

 أشرف أمتي حملة القرآن وأصحاب الليل[7]  

Artinya:Semulia mulianya umatku adalah para penghafal al-Qura’an dan orang orang yang menggnakan waktu malam mereka untuk beribadah. (Tarikh Dimasqa).

 

3)      Penyebab Masuk Surga

 Dalam sura Ali Imran dengan tegas Allah menyatakan :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِين

Artinya:Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari tuhan kalian dan kepada surga, yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan nuk orang oarng yang bertaqwa..

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memberikan jaminan surga sepeenuhnya kepada oranr-orang yang bertaqwa, yang dalam lanjutan ayat disebutkan bahwa salah satu sifat orang yang taqwa adalah  mereka orang-orang yang mendirikan shalat, termasuk didalamnya shalat wajib maupun sunnah.

 

4) Sarana Terkabulnya Doa

Terkabulnya suatu  doa juga dipengaruhi waktu-waktu mustajabahnya suau doaa, menurut ulama ada enam waktu mustajabah uang di gunakan dalam berdoa, diantaranya:

*waktu sepertiga malam yang akhir

*ketika adzan dikumandangkan

*diantara adzan dan iqamah

*saat shalat lima waktu

*ketika imam berdiri diatas mimbar

*diakhir waktu setelah asar hari jumat

        Diantara amal yang mampu mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadikan mustajabnya doa adalah melaksanakan shalat tahajjud di sepertiga malam akhir dengan disertai banyak doa[8].

 

5) Jaminan Hamba Mudah Mendapatkan Ampunan

Ada sebuah hadits yang menjelaskan tentang pelaksanaaan Shalat tahajjud mampu mendatangkan pengampunan dan menghapus dosa, disebutkan bahwa

ركعتان في الليل يكفران الخطايا

Artinya:Dua Rakaat ditengah malam itu bisa menghapus kesalahan (HR. Hakim)

Dari hadits diatas dapat dipahami bahwa melakukan shalat tahajjud  ditengah malam menjadikan Allah menghapus dosa muslim. Maksudnya bukan hanya melaksanakan dua rakaat kemudian selesai,melainkan di dalam shalatnya dia meminta ampun dengan penuh penyesalan kepada Allah SWT.

 

6) Kebiasaan Para Ulama’ dan Orang-orang Salih

Hal yang menjadikan para Ulama’ tidak meninggalkan shalat tahajjud adalah karena mereka tahu akan banyaknya manfaat yang didapatkan dari shalat tahajjud, selain itu dengan melaksanakan shalat tahajjud secara istiqamah mampu menjauhkan diri dari neraka. Seorang hamba yanng meminta maaf  dengan meneteskan air mata di saat shalat tahajjud, maka air tersebut mampu memadamkan api neraka.

Selain itu denga rajin melaksanakan shalat tahajjud menunjukkan tanda dan bukti atas kesalehan dan ketakwaan seorang hamba[9].

 

 

5). Shalat Tahajjud Membentuk Kepribadian yang Unggul.

Qiyamullail selain merupakan salah satu dari bentuk ibadah mahdhoh yang bersifat khusus dari hamba terhadap Tuhannya, yang menjadikan tingginya derajat seorang hamba nanti di sisi-Nya, Qiyamullail juga dapat membentuk kepribadian unggul seorang hamba, beberapa kepribadian unggul yang dapat dibentuk dari qiyamullail  diantaranya adalah;

1)      Melatih Keihlasan

Sebagian orang berpendapat shalat tahajjud termasuk salah satu ibadah rahasia yang sulit untuk dijalankan, karena waktu mengerjakannya adalah waktu yang yang tepat untuk beristirahat setelah seharian bekerja. Dalam hal ini orang yang membiasakan shalat tahajjud akan melatih pribadinya  untuk menjadi orang yang ihlas, sabar dan tabah dalam menjalani semuanya karena dia bersedia  bangun pada malam haridi tengah-tengah umumnya orang beristirahat. Banyak Ulama’ mengatakan bahwa shalat tahajjud termasuk amal ibadah yang bisa melatih ikhlas dalam diri seseorang yang bersedia melaksanakan secara rutin. Sebab tidak mungkin bukan orang orang yang mempunyai keinginan dan ihlas mampu melakasanakan ibadah secara rutin. Keihlasan bukanlah sesuatu yang bisa terbentuk secara otomatis,[10] tetapi harus di bentuk, ini sesuai dengan dengan teori Pavlof yang menjelaskan tentang pembiasaan  dengan percobaanya anjing yang selalu menjulurkan lidahnya ketika bel berbunyi walau petugas datang dengan tanpa membawa makanan. Dengan membiasakan shalat tahajjud seseorang akan melatih hatinya untuk selalu ihlas.

 

2)      Melatih Kesabaran dan Bersikap Konsisten

Dalam al-Qur’an Allah berirman :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِين

Artinya: Jadikanlah sabar dan Shalat sebagai penolongmu, Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.  (QS. 2:45)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa shalat selalu dikaitkan dengan dengan sifat sabar dalam diri seseorang. Menurut banyak ulama’  mereka berpendapat bahwasannya sabar adalah salah satu sarana efektif dalam melaksanakan shalat secara ikhlas. Bila dilihat dari historis pada zama Rasulillah SAW, ketika beliau mengalami berbagai kesulian dalam berdakwah, belaiau selalu menghadapinya dengan sabar dan selalu berdoa dalam setiap shalatnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah selalu mengahdapi segala kesulitan dengan satu kunc yaitu sabar, jadi dengan memperbanyak shalat tahajjud  menjadikan seseorang akan terlatih untuk bersifat sabar[11].

 

3)      Membeningkan dan Mencerahkan Jiwa

Dalam syair tombo ati ono limo, salah satunya disebutkan bahwa qiyamullail adalah dapat mengobati hati dan menjadikan jiwa lebih bersih dan bening. Hal tersebut dengan melakukan bangun pada malam hari untuk melaksanakahn shalat tahajjud dan membaca dzikir kepada Allah SWT. Zikir yang dilafadzkan pada malam hari lebih bisa konsentrasi dan khusuk sehingga langsung bisa menebus jiwa yang sedang pasrah kepada Allah SWT.

Mahmudin mengatakan bahwa orang yang biasa melakukan qiyamullail mampu meningkatkan hubungan kepada Allah SWT, dan akan merasa lebih fit pada pagiharinya. Ketika orang tersebut melakukan pekerjaan ia akan menjalankan dengan rajin dan berjiwa baik, jujur, dan semangat sehingga pekerjaanya lebih sempurna. Sementara orang yang tidak melaksanakan qiyamullail, ia merasa lebih rupek (sempit hatinya, gelisah) malas, ketika dia melakukan pekerjaan jelas kurang maksimal karena kondisi hatinya juga kurang setabil.[12].

 

 

4)      Mendatangkan kekhusyukan dalam bermunajat

Bermunajat membutuhkan kekhusyuan dan untuk mencapai kekhusyuan maka dibutuhkan suasana yang tenang dan sepi. Jika dilihat para pendekar  yang sedang melakukan meditasi mereka memilih tempat-tempat yang sepi dan jauh dari jangkauan manusia, misal di gunung, danau, sungai dan lain sebagainya. Kekhusyuan sering dikaitkan dengan suasana tenang dan sunyi, hal ini dikarenakan gelombang yang ada diotak bisa memikirkan sesuatu dengan optimal jika kondisi otak dalam keadaan tenang  tanpa ada sesuatu yang berat untuk dikerjakan. Jika dikaitkan dengan waktu malam…. karena pada malam hari gelombang otak berhenti, istirahat dari memikirkan hal-hal yang membuat sibuk. Oleh karena itu untuk mendatangkan kekhusyuan maka lakukanlah dimalam hari.  

Dalam al Qur-an surat al-Muzammil disebutkan :

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Artinya: Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan..  (QS. 73:6)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa waktu malam adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan kebajikan, termasuk bermunajat kepada Allah.

  • Empat hal hal tersebut sebagai barakah dari qiyamullail yang akan menjadikan unggulnya kepribadian seseorang.

 

B.    Konsep Dasar Psikologi.

1).    Pengertian Psikologi.

Psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: psyche yang berarti “jiwa” dan logos yang berarti “kata”. Dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental.Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak,tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakniberupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikansebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Secarakeseluruhan dapat disimpulkan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai prosesperilaku dan proses-proses mental. Psikologi merupakan salah satu bagian dari ilmu prilakuatau ilmu sosial.Beberapa jenis ilmu Psikologi, secara tematis maupun terapan, dapat dirinci menjadi :

a.Psikologi sosial (sosial psychology)

b.Psikologi klinis dan penyuluhan atau konseling (clinical psychology andcounseling)

c.Psikologi Konstitusional

d.Psikofarmakologi

e.Psikologi Okupasional (Accupational Psichology)

f.Psikologi politik

g.Psikologi Sekolah dan Pendidikan (Psychology for the Classroom and Educationalpsychology)

h.Psikologi perkembangan

i.Psikologi kepribadian 

j.Psikologi lintas budaya (Cross-Cultural Psychology)

k.Psikologi Rekayasa (Engineering Psychology)

l.Psikologi Lingkungan

m.Psikologi Konsumen (Consumen Psychology)

n.Psikologi Industri dan Organisasi (Industrial and organizational Psychology)[13]

Terdapat beberapa konsep dalam ilmu psikologi, seperti : motivasi, konsep diri, sikap,persepsi, frustrasi, sugesti, prestasi, crowding (kerumunan masa), imitasi, kesadaran.

 

b. Macam-macam Gangguan dalam Psikologi

Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari yang namanya interaksi denganmanusia lain. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, kita sering mencoba untuk memahamiperilaku orang lain, namun ternyata hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan,bahkan untuk perilaku yang sederhana atau biasa-biasa saja[14].

 Di dalam ilmu psikologi, terdapat istilah Psikologi Abnormal yang merupakan istilah untuk mendeskripsikan kelainan atau gangguan perilaku, pikiran dan perasaan yangberhubungan dengan jiwa/mental. Dalam hal ini kita akan membahas sedikit mengenaikelainan atau gangguan jiwa/mental.

 

a.Gangguan Stres

Menurut Robert S. Fieldman (1989) stres adalah suatu proses yang menilai suatuperistiwa sebagai sesuatu yang mengancam, menantang, ataupun membahayakan dan individu merespon peristiwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif dan perilaku.Gangguan psikofisiologis seperti misalnya asma, tekanan darah tinggi, atau sakit kepala ditandai oleh adanya masalah fisik yang sesungguhnya, serta dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor emosional termasuk didalamnya stress. Istilah gangguan psikofisiologis tidak muncul pada DSM IV, namun DSM IV menampilkan diagnosis yang disebut dengan “Psychological Factors Affecting Medical Condition untuk menggambarkan masalah tersebut. Pendekatan ini merefleksikan kepercayaan yang ada pada saat ini bahwa seluruh penyakit dapat disebabkanoleh faktor-faktor psikologis, salah satunya stres[15].

 

b. Gangguan Somatoform dan Gangguan Buatan

Gangguan Somatoform adalah kelompok gangguan yang meliputi simtom fisik sepertinyeri, mual dan pening, dimana tidak dapat ditemukan penjelasan secara medis. Berbagai simtom dan keluhan somatik tersebut cukup serius, sehingga menyebabkan stres emosionaldan gangguan dalam kemampuan penderita untuk berfungsi dalam kehidupan sosial dan pekerjaan[16].

 

 c. Gangguan Disosiatif 

            Gangguan disosiatif adalah gangguan yang ditandai dengan adanya perubahan perasaanindividu tentang identitas, memori, atau kesadarannya. Seseorang yang mengalami gangguanini akan kesulitan untuk mengingat peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi padadirinya, melupakan identitas dirinya bahkan membentuk identitas baru.

Gangguan disosiatif adalah gangguan yang ditandai dengan adanya perubahan perasaanindividu tentang identitas, memori, atau kesadarannya. Seseorang yang mengalami gangguanini akan kesulitan untuk mengingat peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi padadirinya, melupakan identitas dirinya bahkan membentuk identitas baru[17].

 

d. Gangguan Identitas Gender dan Gangguan Seksual

            Identitas Gender adalah keadaan psikologis yang merefleksikan perasaan dalam diriseseorang berkaitan dengan keberadaan diri sebagai laki-laki atau perempuan. Gangguanidentitas gender biasanya dikenal juga dengan istilah transeksualisme, memiliki perasaanyang menetap dalam diri seseorang tentang ketidaknyamanan memiliki jenis kelamin (biologis) mereka, dan peran gender yang sesuai dengan jenis kelamin tersebut. Pada istilahsehari-hari mereka inilah yang sering disebut sebagai bencong, banci, waria, wadam ataupun sejenisnya.

 

e. Gangguan Cemas

            Menurut Kaplan, Sadock, dan Grebb (1994), kecemasan adalah respons terhadap situasitertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi menyertai perkembangan,perubahan, pengalaman baru atau yang belum pernah dilakukan, serta dalam menemukanidentitas diri dan arti hidup[18].

 

 f.Gangguan Afektiv (mood)

Definisi mood  adalah situasi emosi internal yang persisten dan bertahan cukup lama,dan dialami serta dirasakan secara subyektif oleh individu. Gangguan mood melibatkanmasalah emosi yang mengganggu, berkisar antara kesedihan (dysphoria) pada depresi hinggaelasi/peningkatan (euphoria) serta iritabilitas mood pada mania[19].

 

g.  Gangguan Skizofrenia dan Gangguan Psikotik Lainnya

            Skizofrenia merupakan sebuah sindroma kompleks yang menimbulkan efek merusakpada kehidupan penderita maupun anggota keluarganya. Gangguan ini dapat mengganggupersepsi (halusinasi), pikiran (delusi), pembicaraan, dan gerakan seseorang. Skizofreniaditandai oleh spektrum difungsi kognitif dan emosional yang luas, pembicaraan dan perilaku yang terdisorganisasi, dan emosi-emosi yang tidak pas[20].

 

h. Gangguan Kepribadian

Individu dapat dikatakan mengalami gangguan kepribadian apabila ciri kepribadiannyamenampakan pola perilaku maladaptif dan telah berlangsung untuk jangka waktu yang lama.Pola tersebut biasanya muncul pada setiap situasi serta mengganggu fungsi kehidupannyasehari-hari, seperti : dalam relasi sosial dan pekerjaan[21].

Dalam hal dunia kesehatan dikenal istilah hormon kortisol, disebut juga sebagai hormon stres, adalah hormon yang sangat penting yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah[22]. Kortisol berperan kunci dalam adaptasi terhadap stres. Segala jenis stres merupakan rangsangan utama bagi peningkatan sekresi kortisol[23].

Hipotalamus menerima masukan mengenai stressor fisik dan emosi dari hampir semua daerah di otak dan dari banyak reseptor di seluruh tubuh. Sebagai respon, hipotalamus akan mengaktifkan saraf simpatis, dan sekresi CRH (Corticotropin Releasing Hormon)–ACTH (Adrenocorticotropic Hormone)-kortisol serta vasopressin sebagai respon stres.

Kadar hormon kortisol mulai meningkat pada 2-3 jam setelah dimulainya tidur dan terus meningkat hingga subuh dan waktu bangun di pagi hari. Seseorang yang terjaga dan bermediasi pada saat itu dapat menurunkan jumlah hormon kortisol yang meningkat, pada saat tidur, menjadi seimbang kembali. Sehingga dapat mengurangi tingkat stres seseorang dan menstabilkan sistem imun dalam tubuh. (Sholeh, 2003)  Seseorang memiliki imun yang kuat sehingga tubuhnya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ketenangan jiwa dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, meningkatkan usia harapan (Mc Leland, 1998: 44). Sedangkan stres menyebabkan rentan terhadap infeksi, dapat mempercepat perkembangan sel kanker, dan meningkatkan metastasis[24].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C.    Korelasi antara Sholat Tahajud dengan Psikologi

Gangguan-gangguan psikologi seperti diatas tak terlepas dari kurangnya kesadaran kita untuk menjaga pikiran agar tetap positif. Padahal dampak baik dariberpikiran positif dapat menyebabkan kita selalu dalam keadaan tenang dan damai hati.Salah satu gangguan psikologi adalah gangguan stres, dimana kita sering mengalami hal itu. Stres merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan seseorang. Stres dapat dialami oleh siapa saja baik yang masih muda maupun yang sudah tua dan ini merupakan sesuatu yang wajar. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Jelaslah bahwa seseorang pasti pernah mendapatkan stres. Kemampuan seseorang dalam beradaptasidan mengontrolnya akan membentuk stres tersebut menjadi stres fisiologis atau patologis.Khususnya mahasiswa yang penuh dengan tugas akademik, aktivitas keorganisasian, jauh dari orang tua (perantauan) dan rutinitas lainnya. Kondisi ini mendorong mahasiswa untukmencari cara agar keluar dari faktor-faktor stressor tersebut. Tindakan yang dilakukan mulai dari cara spritual sampai dengan merokok, mengonsumsi alkohol, mengunjungi klub-klub  malam, mencari tempat pelarian dan tidak dipungkiri ada yang memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya.

 Islam telah memberikan solusi dari stres yaitu dengan melakukan sholat tahajud. Shalat tahajud yang dilakukan secara benar memiliki peranan dalam menghadapi stres berupa ketenangan yang memberikan manfaat lain pada ssesorang seperti meningkatkan konsentrasi dan lain halnya. Salah satu faktor yang ikut menentukan bagaimana stres bisa dikendalikan dan diatasi secara efektif adalah strategi coping yang digunakan individu. Coping adalah cara sadar individu untuk mengelola situasi yang menekan atau intensitas kejadian yang di tanggapi sebagai situasi yang menekan. Jika individu berhasil secara efektif mengendalikan situasiyang dinilai menekan, maka dampak negatif dari stres bisa di kurangi secara maksimal. Tindakan coping bisa dilakukan dengan sholat. Sholat merupakan suatu aktivitas jiwa(soul) yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena sholat adalah perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan semesta alam. Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat peshalat untukmencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi (altered states of consciousness) dan pengalamanpuncak (peak experience). Sholat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan karena

terdapat 5 unsur di dalamnya. Yaitu,

  1. meditasi atau do’a yang teratur,
  2. Relaksasi melalui gerakkan-gerakkan sholat,
  3. Hetero atau auto sugesti dalam bacaan sholat,
  4. Group therapy dalam sholat berjama’ah, atau bahkan dalam sholat sendirian pun minimal ada orang yang melakukan sholat dan Allah,
  5. hydro terapy dalam mandi junub atau wudhu sebelum sholat.

 

Sholat tahajjud merupakan sebagian dari psikologi spritual yaitu meyakini bahwa yang paling menentukan prilaku dan latar belakang mentalnya seseorang adalah spritualitasnya. Adapun yang di sebut dengan spritualitas ialah kekuatan-kekuatan yang bersangkutan dengan nilai dan makna. Sholat tahajjud sebagai terapi berbagai penyakit (Dimensi Psikoneuroimunologi Sholat), secara sederhana psikoneurominologi dapat diartikan sebagai bentuk kekebalan tubuh yang didapat dari kondisi psikologi dan keadaan jiwa seseorang atau bisa diartikan sebagai hubungan antara keadaan otak/saraf, psikis, dan kekebalan tubuh seseorang. Jadi, secara psikoneurominologi kesehatan seseorang akan terganggu ketika ada gangguan pada aspek psikologis. Suasana yang tenang dan sunyi pada malam hari tentu dapat menunjang konsentrasi, sehingga kekhusyukan dalam shalat lebih mudah didapat. Dalam kondisi seperti ini, bacaan shalat dan do’a yang dipanjatkan dapat lebih mudah diresapi maknanya. Sehingga, shalat tahajjud dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif akan datangnya pertolongan Allah SWT. Reaksi emosi positif ini dapat menghindarkan reaksi stress. Gangguan kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat belakangan ini ialah (gangguan jantung, kanker, diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, asam urat tinggi, dll) lebih banyak disebabkan oleh faktor gagalnya sistem tubuh dalam mengendalikan stress yang disebabkan oleh permasalahan fisik ataupun psikis. Ditambah dengan pola makan yang tidak terkontrol, hormon-hormon dalam tubuh bekerja tidak secara seimbang. Kerja hormon yang tidak seimbang ini dapat menurunkan sistem kekebalan (imunologi) tubuh sehingga mudah terjadi gangguan keseimbangan tubuh (penyakit). Kami bisa menyimpulkan bahwa sholat tahajjud merupakan pekerjaan yang banyak hasiatnya baik fisik maupun psikis, diantaranya sebagai penawar stres, begitu juga dengan otak, karena salah satu penyebab munculnya penyakit ialah dari Allah SWT. Maka berdo’a dengan bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajjud, bersujud dengan menenangkan hati di suasana yang damai dan sepi pada malam hari. Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28

 

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d:28).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

Shalat tahajjud merupakan salah satu dari macam macam ibadah Shalat Sunnah yang mempunyai banyak keutamaan, baik keutamaan yang bersifat duniawi, ataupun yang bersifat ukhrawi. Salah satu keistemewaan shalat Tahajjud yang bersifat duniawi adalah bisa menjadi penawar stres atas tekanan hidup, problematika, masalah-masalah ekonomi, pekerjaan, tuntutan keluarga dan lain sebagainya. 

Islam telah memberikan solusi dari stres yaitu dengan melakukan sholat tahajud. Shalat tahajud yang dilakukan secara benar memiliki peranan dalam menghadapi stres berupa ketenangan yang memberikan manfaat lain pada ssesorang seperti meningkatkan konsentrasi dan lain halnya. Salah satu faktor yang ikut menentukan bagaimana stres bisa dikendalikan dan diatasi secara efektif adalah strategi coping yang digunakan individu. Maka dampak negatif dari stres bisa di kurangi secara maksimal. Tindakan coping bisa dilakukan dengan sholat. Sholat merupakan suatu aktivitas jiwa(soul) yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena sholat adalah perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan semesta alam. Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat peshalat untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi (altered states of consciousness) dan pengalaman puncak (peak experience). Sholat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan karena

terdapat 5 unsur di dalamnya. Yaitu,

  1. meditasi atau do’a .
  2. Relaksasi .
  3. Hetero / auto sugesti dalam bacaan sholat.
  4. Group therapy dalam sholat berjama’ah, atau bahkan dalam sholat sendirian.
  5. hydro terapy dalam mandi junub atau wudhu sebelum sholat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa.(Jakarta : UI-Press, 2005), hlm 1

Guyton, A.C & J. E. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Terjemahan : Irawati Setiawan.( Jakarta : EGC).hlm.

 

Muhammad,Shaleh al-Khuzaim Tuntunan Qiyamullail,( Jakarta: Qisthi Press, 2006). Hal 55

 

Muallifah,Keajaiban Shalat Tahajjud,( jakarta: Buku Kita, 2010). Hal 94-95

 

Santoso B.I. ed. Fisiologi Manusia dari Sel ke System Edisi ke-2.( Jakarta: EGC)hlm.654-661

 

V. Mark Duran dan David H. Barlow. Intisari Psikologi Abnormal. (terj.) Helly Prajitno  Soetjipto .(Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007) hlm. 227

 

Yusuf, Khottor Muhammad. Mukjizat Shalat Tahajjud,(Solo: Mumtaza, 2008). Hlm 22-23

 

أبو القاسم علي بن الحسن بن هبة الله المعروف بابن عساكر، تاريخ دمشق.دار الفكر.س 1995.ص7183

 

“Konsep Dasar Psikologi”  di akses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi (pada tgl 17-06-2016)

 

Silmi Kaffah dan Alliffabri Oktano Tahajud Sebagai Penawar Stres, diaksesn dari http://medicalzone.org/ author/IT/Tahajud Sebagai Penawar Stres (pada tgl 19-06-2016)



[1] Khottor Muhammad Yusuf, Mukjizat Shalat Tahajjud,(Solo: Mumtaza, 2008). Hlm 22-23

.

[2] Shaleh al-Khuzaim Muhammad, Tuntunan Qiyamullail,( Jakarta: Qisthi Press, 2006). Hal 55

 

[3] Khottor Muhammad Yusyf, Mukjizat Shalat Tahajjud… Hal 61

 

[4] Khottor Muhammad Yusuf, Mukjizat Shalat ... Hal 61

 

[5] Muallifah,Keajaiban Shalat Tahajjud,( jakarta: Buku Kita, 2010). Hal 94-95

 

[6] Muallifah,Keajaiban Shalat Tahajjud… Hal 95

 

[7] أبو القاسم علي بن الحسن بن هبة الله المعروف بابن عساكر، تاريخ دمشق.دار الفكر.س 1995.ص7183

[8] Muallifah,Keajaiban Shalat Tahajjud, jakarta: Buku Kita, 2010. Hal 107

[9] Muallifah,Keajaiban Shalat … Hal 110

[10] Muallifah,Keajaiban Shalat ... Hal 84

 

[11] Muallifah,Keajaiban Shalat ... Hal 87

[12] Muallifah,Keajaiban Shalat ... Hal 77

[13] “Konsep Dasar Psikologi”  di akses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi(pada tgl 17-06-2016)

[14]  Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa.(Jakarta : UI-Press, 2005), hlm 1

[15]  Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa… hlm 9-10

[16] Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa… hlm 25

[17] Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa… hlm 39

[18]  Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa… hlm 57

[19]  Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa… hlm 73

[20] V. Mark Duran dan David H. Barlow. Intisari Psikologi Abnormal. (terj.) Helly Prajitno Soetjipto.(Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007) hlm. 227

[21] Fitri Fausiah dan Julianti Widury.Psikologi Abnormal Klinis Dewasa.(Jakarta : UI-Press, 2005), hlm 142

[22] Guyton, A.C & J. E. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Terjemahan : Irawati Setiawan.( Jakarta : EGC).hlm.

[23] Santoso B.I. ed. Fisiologi Manusia dari Sel ke System Edisi ke-2.( Jakarta: EGC)hlm.654-661

 

[24]  Silmi Kaffah dan Alliffabri Oktano Tahajud Sebagai Penawar Stres, diaksesn dari http://medicalzone.org/ author/IT/Tahajud Sebagai Penawar Stres (pada tgl 19-06-2016)

DALAM PERSPRKTIF PSIKOLOGI (Shalat Tahajjud Sebagai Penawar Stres) | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *