Dasar-dasar Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  1. Dasar-dasar Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Islam merupakan pengembangan fikiran, penataan perilaku, pengaturan emosional, hubungan peranan manusia dengan dunia ini serta bagaimana manusia mampu memanfaatkan dunia sehingga mampu meraih tujuan kehidupan sekaligus mengupayakan perwujudannya.

Seluruh ide tersebut telah tergambar secara integratif (utuh) dalam sebuah dasar konsep yang kokoh. Islam juga telah menawarkan konsep akidah yang wajib diimani agar dalam diri manusia tertanam perasaan yang mendorong pada perilaku yang dimaksudkan adalah penghambaan manusia berdasarkan pemahaman atas tujuan penciptaan manusia itu sendiri, baik dilakukan secara individu maupun kolektif.

Sesuai dengan tujuan dan fungsi pembelajaran pendidikan agama Islam itu sendiri, maka pendidikan agama Islam berdasarkan pada sesuatu yang mampu untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan pendidikan agama Islam itu yakni menggunakan konsep dasar pendidikan agama Islam.

Konsep dasar pendidikan Islam adalah konsep atau gambaran umum tentang pendidikan, sebagaimana dapat difahami atau bersumber dari ajaran Islam yaitu Al Quran, As Sunah dan Ijtihad.

Sebagai sumber dasar ajaran Islam, Al Quran memang diturunkan oleh Allah kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW untuk memberikan petunjuk dan penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan permasalahan hidup manusia di dunia ini, diantaranya permasalahan yang berkaitan dengan proses pendidikan.

Sedangkan As Sunah, berfungsi untuk mamberikan penjelasan secara operasional dan terperinci tentang berbagai permasalahan yang ada dalam Al Quran tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan situasi dan kondisi kehidupan nyata.[1]

Dasar pendidikan yang berlandaskan pada Al Quran sebagai yang diterangkan dalam Al Quran, sebagaimana berikut:

وَاللهُ اَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ اُمَّهَتِكُمْ لاَتَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَّجَعَلُ لَكُمُ السَّمْعَ وَاْلاَبْصَارَوَاْلاَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (النحل: 78)

 

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. (An Nahl: 78)

 

 

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلاَكْرَمُ (3) اَلَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ اْلإِنْسَنَ مَالَمْ يَعْلَمْ (5) (العلق: 3-5)

Al Alaq:

(3). Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.

(4). Yang mengajar (manusia)dengan perantara kalam.

(5). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

يَأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْا إِذَاقِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْافِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهِ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتْ ج وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرَ (المجادله: 11)

 

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang idberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.( Mujadalah: 11)

 

Akan tetapi dalam ilmu pendidikan Islam yang ditulis Zakiah Daradjat lebih spesifikkan sebagaimana berikut:

  1. Al Quran

Pendidikan, karena termasuk ke dalam usaha atau tindakan untuk membentuk manusia, termasuk kedalam ruang lingkup mu’amalah. Pendidikan sangat penting karena ikut menentukan corak dan bentuk masyarakat.

Dan didalam Al Quran terdapat banyak ajaran yang berisi prinsip-prinsip berkenaan dengan kegiatan atau usaha pendidikan itu. Sebagai contoh dapat dibaca kisah lukman mengajari anaknya dalam surat lukman ayat 12 sampai 19. cerita itu menggariskan prinsip materi pendidikan yang terdiri dari masalah iman, akhlak ibadat, sosial dan ilmu pengetahuan. Ayat lain menceritakan tentang tujuan hidup dan tentang nilai suatu kegiatan dan amal saleh. Itu berarti bahwa kegiatan pendidikan harus mendukung tujuan hidup tersebut.

Oleh karena itu pendidikan Islam harus mendukung tujuan hidup tersebut. Dan pendidikan Islam harus menggunakan Al Quran sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai teori tentang pendidikan Islam. Dengan kata lain, pendidikan Islam harus berdasarkan ayat-ayat Al Quran yang penafsirannya dapat dilakukan berdasarkan ijtihad disesuaikan dengan perubahan dan pembaharuan.[2]

  1. As Sunnah

As Sunnah ialah perkataan, perbuatan ataupun pengakuan Rasul Allah SWT. Yang dimaksudkan dengan pengakuan ialah kejadian atau perbuatan orang lain yang diketahui Rasulullah dan beliau membiarkan saja kejadian atau perbuatan itu berjalan.[3]

As Sunnah merupakan sumber ajaran kedua sesudah Al Quran. Separti Al Quran, Sunnah juga berisi aqidah dan syariah. Sunnah berisi petunjuk (pedoman) untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk membina umat menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang bertaqwa.

  1. Ijtihad

Ijtihad adalah istilah para fuqaha, yaitu bepikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ilmuan syariat Islam untuk menetapkan atau menentukan sesuatu hukum syariat Islam dalam hal-hal yang belum ditegaskan hukumnya oleh Al Quran dan As Sunnah. Akan tetapi Ijtihad tidak boleh lepas dari Al Quran dan As Sunnah.



[1]     TIM Dosen IAIN Sunan Ampel-Malang, Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Malang: Abdikarya, 1996), hlm. 58

[2]     Zakiah Daradjat, Op. Cit., hlm. 19

[3]     Zakiah Daradjat, log. Cit., hlm. 19

Dasar-dasar Pembelajaran Pendidikan Agama Islam | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *