Efesiensi Pasar Valuta Asing

Konsep efisiensi pasar versi Fama (1965) mengingat dialah yang pertama kali mencentuskan konsep ini. Fama mendeskripsikan pasar yang efisien terdiri atas: “ sejumlah pelaku, yang rasional dan aktif selalu mengejar laba maksimal, bersaing satu sama lain dalam memprediksi nilai pasar dari suatu surat berharga di masa mendatang, dan dimana informasi saat ini yang penting tersedia hampir secara bebas bagi semua pelaku pasar.”

Dengan kata lain, bila harga aset merupakan tanda alokasi sumberdaya, maka harga tersebut harus memproses dan mentransfer semua informasi yang relevan mengenai perkembangan pasar di masa mendatang bagi pensuplai dan peminta aset tersebut. Oleh karena itu, pasar dikatakan efisien bila harga pasar betul-betul segera merefleksikan semua informasi yang relevan (Fama, 1970).

Nilai informasi pasar uang akan selalu  digunakan oleh investor  yang rasional dalam pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi yang diambil oleh investor yang rasional akan selalu dipengaruhi oleh tingkat resiko dan keuntungan yang diharapkan, investor yang rasional melakukan analisis sebelum menentukan valuta asing mana yang pantas mereka beli. Dalam melakukan analisa para investor membutuhkan berbagai informasi yang dijadikan sinyal penting untuk menilai. Keputusan investasi yang diambil  oleh investor yang rasional akan selalu didasari analisa yang diperoleh dengan meramu berbagai informasi yang berhubungan dengan investasi yang bersangkutan.

Effendi (1996) menjelaskan perbedaan antara pasar yang tidak efisien dengan pasar yang efisien. Pasar yang tidak efisien adalah pasar yang dimana informasi secara relatif  tidak tersedia cukup, penyampaian informasi berjalan lambat, pelaku pasar yang merasa tidak cukup puas, pasar tidak seimbang dengan harga yang tidak wajar, dan pelaku pasar   bertindak irrasional. Sebaliknya, pasar yang efisien adalah pasar dimana informasi tersedia banyak, penyempurnaan informasi berlangsung pada harga yang wajar dan pelaku pasar bertindak rasional.

Pasar yang efisien, menurut Samuelson dan Nordhaus (1985) didefinisikan sebagai pasar dimana seluruh informasi dapat secara cepat dimengerti oleh seluruh peserta pasar dan tercermin dari pembentukan harga di pasar. Jika sebuah pasar efisien, harga saat ini dari suatu asset akan merefleksikan semua informasi yang tersedia sejalan dengan terbentuknya harga asset tersebut.

Menurut Richard VL Cooper (1993), Efisiensi Pasar Valuta Asing dibagi tiga jenis definisi efisiensi pasar secara umum:

1.   bentuk lemah (weakly efficient market), yaitu di mana harga saat ini telah memasukkan semua informasi perdagangan dan harga di masa lalu. Artinya, kurs spot saat ini merupakan alat prediksi terbaik bagi kurs spot di masa mendatang, atau :  dimana s adalah logaritma natural dari kurs spot, I adalah suatu himpunan informasi, dan s adalah kurs spot di masa mendatang (dalam logaritma natural). Bila realisasi kurs spot masa mendatang berbeda dengan harapan pasar, maka hal ini pasti disebabkan karena adanya gangguan yang secara random menghantam pasar, sehingga:

2.   bentuk semi kuat (semi-strong market efficiency), dimana informasi yang tercermin dalam kurs valas spot lebih dari sekedar sejarah kurs, namun juga mencerminkan semua informasi yang tesedia secara umum.

3.   bentuk kuat (strongly efficient market), di mana harga mencerminkan semua informasi yang kemungkinan dapat diketahui. Oleh karena itu, bagi analisis investasi dan insiders lain mungkin saja memperoleh keuntungan di atas rata-rata secara konsisten. Kendati demikian, bentuk kuat dari hipotesis efisiensi pasar tidak mungkin dipertahankan karena intervensi dari bank sentral dalam pasar valas. 

Efesiensi Pasar Valuta Asing | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *