Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

  1. 1.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Beberapa faktor yang sering mempengaruhi kepatuhan menurut beberapa ahli, sebagaimana yang dikemukakan Sears, dkk (1994) menyatakan bahwa hal-hal yang membuat individu merasa lebih bertanggung jawab terhadap perilakunya sendiri atau menonjolkan aspek negatif dari apa yang dilakukannya akan mengurangi tingkat kepatuhan. Lebih lanjut Sears, dkk (1994) menyatakan bahwa faktor yang paling penting dalam kepatuhan adalah:

  1. Orang harus memiliki otoritas yang sah dalam suatu situasi yang sesuai dengan norma sosial yang berlaku atau lebih tepatnya disebut memiliki legitimasi. Legitimasi diartikan sebagai keyakinan umum bahwa pihak yang memiliki otoritas mempunyai hak untuk menuntut kepatuhan pendukungnya terhadap perintahnya.
  2. Ganjaran, hukuman, dan ancaman merupakan salah satu cara untuk menimbulkan kepatuhan. Salah satu cara yang paling efektif untuk menekan agar orang bersedia melakukan sesuatu adalah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa kita sangat memperhatikan mereka dan sangat mengharapkan mereka melakukan hal itu yang bisa disebut sebagai efek hawthorne.
  3. Harapan orang lain. Sampai pada tingkat yang sulit dipercaya, orang akan rela memenuhi permintaan orang lain hanya karena orang lain tersebut mengharapkannya. Misalnya, bila peneliti menyatakan kepada subyek bahwa mereka harus menyumbangkan sejumlah uang, dan memberikan peringatan bila mereka tidak melakukannya, maka subyek akan menyumbang lebih banyak lagi.
  4. Melalui teknik foot-in-the-door yaitu dengan cara membujuk orang agar mula-mula bersedia memenuhi permintaan yang jauh lebih ringan. Bila seseorang menyetujui permintaan yang ringan, dia akan cenderung bersedia memenuhi permintaan yang lebih berat. Biasanya tekni ini digunakan oleh biro periklanan untuk membujuk konsumen.
  5. Batas tekanan eksternal yaitu memberikan tekanan secara halus sehingga orang tersebut mengalami kesulitan untuk menolak. Dalam hal ini kita perlu memberikan kesan bahwa subjek diharapkan untuk taat, bahwa peneliti sangat tergantung pada orang itu, dan bahwa dengan memasuki situasi tersebut berarti orang itu telah menunjukkan sekedar kesediaannya untuk taat.

Menurut Brehm & Kassin (1993) mengemukakan bahwa kepatuhan dapat tercipta dengan jalan mengajukan permintaan khusus kepada orang lain, sehingga orang lain tersebut dapat menampilkan perilaku yang patuh. Untuk menciptakan perilaku patuh dibutuhkan suatu strategi tertentu agar orang lain dapat mematuhi permintaan yang diajukan kepadanya. Strategi yang akan digunakan untuk menciptakan perilaku patuh sangat tergantung kepada beberapa faktor yaitu:

a)       Tingkat pengetahuan dari orang lain tersebut

b)       Status dalam suatu hubungan dengan orang lain

c)       Tipe Kepribadian

d)      Kebudayaan

e)       Hakekat dari permintaan yang diajukan.

Selain ini Taylor (dalam Wentimarina, 1999) menyatakan bahwa beberapa hal yang menyebabkan kepatuhan itu bisa berkurang adalah sebagai berikut:

  1. Emosi negatif  (kesengsaraan) yang ditimbulkan oleh penguasa sudah terlalu tinggi. Keadaan seperti ini akan membuat individu akan memberontak dan berusaha untuk melawan pengaruh dari penguasa.
  2. Individu merasa punya tanggung jawab atas apa yang dilakukannya (hal tersebut tidak tergantung pada figure seorang penguasa).
  3. Individu yang lain berusaha untuk memperlihatkan ketidakpatuhannya pada penguasa, yang menyebabkan mereka cenderung lebih mengikuti tindakannya yang dianggap benar.
  4. Individu mempunyai keinginan yang tinggi untuk mempertanyakan motivasi penguasa dan penilainnya terhadap penguasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dapat disimpulkan yaitu orang tersebut memiliki otoritas yang sah (legitimasi), adanya ganjaran, hukuman, dan ancaman, adanya harapan orang lain, melalui teknik foot-in-the-door, adanya tekanan eksternal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *