Faktor Penilaian Kualitas Aktiva Produktif

Pengertian Aktiva Produktif

Aktiva produktif adalah penanaman dana bank dalam bentuk kredit, surat berharga dan penanaman lainnya yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan.

 

Kolektabilitas Aktiva Produktif

Kolektabilitas aktiva produktif adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang diinvestasikan dalam surat berharga atau penanaman lainnya (BI, 1993:16).

Kualitas Aktiva Produktif bank dinilai berdasarkan kolektasbilitasnya :

1)      Untuk kredit yang diberikan didasarkan pada ketepatan pembayaran kembali pokok dan bunga serta kemampuan peminjam yang ditinjau dari keadaan usaha yang bersangkutan.

2)      Untuk aktiva produktif lainnya didasarkan pada tingkat kemungkinan diterima kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif lainnya tersebut serta tingkat penghasilnnya.

Aktiva produktif yang diklasifikasikan untuk penyisihan penghapusan aktiva produktif disesuaikan dengan SK Dir. BI No. …/167/KEP/DIR/ dan No. 29/9/BPPPP 29 Maret 1994 tentang Kualitas Aktiva Produktif dan penyempurnaan pembentukan penghapusan aktiva produktif berdasarkan kolektabilitas aktiva produktif digolongkan menjadi:

1)      0% dari aktiva produktif digolongkan lancar.

2)      50% dari aktiva produktif digolongkan kurang lancar.

3)      75% dari aktiva produktif digolongkan diragukan

4)      100% dari aktiva produktif digolongkan macet.

  1. Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif

Bank wajib membentuk penyisihan penghapusan aktiva produktif yang cukup guna menutup kemungkinan kerugian. Besarnya penyisihan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk oleh bank sekurang-kurangnya sebagai berikut :

1)      0,5% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar.

2)      10% dari aktiva produktif yang digolongkan kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan yang dikuasai.

3)      50% dari aktiva produktif yang digolongkan diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan yang dikuasai.

4)      100% dari aktiva produktif yang digolongkan macet yang masih tercatat dalam pembukuan bank setelah dikurangi dengan nilai agunan yang dikuasai.

Nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang pada penyisihan tersebut setinggi-tingginya:

1)      100% dari nilai agunan yang bersifat likuid yaitu uang kas, uang kertas asing, emas, serta giro, deposito dan tabungan pada bank yang bersangkutan.

2)      75% dari nilai agunan lainnya atau sebesar nilai yang ditetapkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Faktor Penilaian Kualitas Aktiva Produktif | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *