Fungsi Pendidikan Agama Islam di Sekolah

Fungsi merupakan kegunaan Pendidikan Agama Islam secara operasional. Menurut Ramayulis (2001: 103), pendidikan agama Islam disekolah berfungsi:

a.       Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan kewajiban yang pertama yaitu kewajiban menanamkan ketaqwaan dan keimanan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi menumbuh kembangkan lebih lanjut pada diri anak melalui bembingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan.

b.      Penyaluran yaitu, untuk menyalurkan anak yang memiliki bakat khusus agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

c.       Perbaikan yaitu, untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan kelemahan peserta didik dalam keyakinan pemahaman dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

d.      Pencegahan yaitu, untuk menangkal hal-hal negatif dalam lingkungan atau budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

e.       Penyesuaian yaitu, menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya dengan ajaran Islam.

f.       Sumbernilai yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.

Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut, Faisal (1999) berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi pendidikan agama Islam di sekolah sebagaimana dikutip oleh Majid (2004:135) sebagai berikut:

a.       Pendekatan nilai universal (makro) adalah suatu program yang dijabarkan dalam bentuk kurikulum.

b.      Pendekatan meso, adalah suatu pendekatan program pendidikan yantg memiliki kurikulum, sehingga dapat memberikan informasi dan kompetisi pada anak.

c.       Pendekatan ekso, adalah suatu pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk untuk membudidayakan nilai agama Islam.

d.      Pendekatan makro, yaitu pendekatan program pendidikana yang memberikan kemampuan kecukupan ketrampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori, informasi, yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat pendekatan tersebut dapat digunakan untuk mencapai pendidikan agama Islam (PAI) yang berbasis kompetensi disekolah yang sudah menerapkan KBK.

Fungsi Pendidikan Agama Islam di Sekolah | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *