Imental Imagery

  1. C.   Imental Imagery
  2. 1.    Pengertian Mental Imagery

Mental imagery adalah kemampuan manusia untuk mengkhayalkan gambaran-gambaran di dalam pikiran  setelah stimuli asli adalah tidak  dapat dilihat lagi. Komponen kognitif ini adalah salah satu cara yang membantu faktor-faktor di dalam memori-memori  dan pemikiran yang ada. Komponen ini menyediakan dengan gambaran-gambaran untuk bantuan  menerjemahkan konsep-konsep yang diperkenalkan.

Korn & Jhonsoon, mental imagery adalah menggambarkan suatu hasil tertentu sebelum hasil tersebut dicapai. Dengan visualisasi seseorang seolah-olah membuat rancangan gambar secara abstrak tentang hasil yang ingin dicapai. Mental imagery merupakan kemampuan manusia untuk menggambarkan kesan dalam pikiran sesudah stimuli original pada pandangan keluar.

Roger (1971) mengemukakan Mental imagery merupakan kemampuan manusia untuk menggambarkan kesan dalam pikiran sesudah  stimuli original pada pandangan keluar. Komponen kognitif ini merupakan salah satu faktor utama yang membantu memori dan pikiran sekarang.

Imagery adalah representasi mental pikiran tentang benda-benda yang secara fisik tidak hadir/ terlihat saat itu, namun telah di simpan dalam ingatan. Imagery merupakan bayangan pikiran seseorang mengenai objek atau peristiwa yang pernah didepresi, dialami, atau hanya dibayangkan seperti orang yang sedang melamun. Dengan imagery kita dapat membayangkan pengalaman masa lalu kita, dan bahkan juga pengalaman dimasa depan yang belum kita alami.

Mental imagery  adalah pengalaman yang menyerupai pengalaman perceptual, tetapi yang terjadi di dalam ketidakhadiran stimuli sesuai untuk relevan persepsi (cf. Finke, 1989; McKellar, 1957). Sangat sering pengalaman-pengalaman ini dipahami oleh pokok-pokok mereka sebagai rekonstruksi-rekonstruksi atau pengalaman-pengalaman perceptual yang nyata dari masa lampau mereka, diwaktu  lain yang mereka boleh tampakkan untuk mengantisipasi apa yang diinginkan dan apa yang ditakutkan dengan pengalaman-pengalaman di masa depan. Dengan begitu mental imagery (pembayangan) telah dipercaya untuk memainka sesatu yang sangat penting  peranannya di dalam memori (Yates, 1966; Paivio, 1986) dan motivasi (McMahon, 1973). Ini juga biasanya percaya untuk terpusat dilibatkan di dalam visuo-spatial yang memberi alasan dan pemikiran kreatif atau yang berdaya cipta. Hal ini pada umumnya sama rumitnya untuk semua proses pemikiran.

 

Tujuan  penggunaan mental imagery  adalah (Kosslyn, 1990)

  1. Perolehan kembali memori
  2. Memecahkan masalah
  3. Memproduksi uraian-uraian
  4. Asosiasi dan lamunan

Fenomenologi dari Mental Imagery

  1. Bila kita membentuk suatu gambaran mental pada pengalaman maka tampak banyak sekali yang terjadi seperti melihat sesuatu yang di dalam pikiran
  2. Bila kita membentuk suatu gambaran mental, sepertinya kita mampu merasakan apa yang kita gambarkan didalam pikiran kita, sehingga kita mampu menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi
  3. Mental imagery (pembayangan) dapat terlihat secara jelas,  tetapi yang terlihat lebih sedikit dibandingkan persepsi nyata.

 

  1. 2.    Gambaran-Gambaran Mental Bukan Hanya Visual

Gambaran-gambaran mental merupakan pola dengan satu struktur yang dibangun dengan tanda-tanda dari setiap cara yang dilakukan berhubungan dengan perasaan, indera pendengar, visual, pencium, gustatori, dan somatosensory.

Untuk memunculkan gambaran-gambaran yang diharapkan, yaitu dilakukan dengan menggambarkan kesatuan-kesatuan dan proses-proses dalam segala bentuk dengan mewujudkan dalam bentuk  abstrak. Gambaran-gambaran yang muncul akan menggambarkan kesatuan yang secara sederhana dan berhubungan antar satu kesatuan dari perilaku – perilaku individu itu sendiri.

Secara singkat, mental imagery merupakan  proses untuk mengenali pikiran jika gambaran-gambaran mental menjadi bagian  dari hasil kesadaran yang menjadi suatu gambaran yang saling berhubungan secara logika.

Imental Imagery | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *