Kampaye Pemilihan Kepala Daerah

Dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dapat diadakan kampanye pemilihan kepala daerah dimana masyarakat mempunyai kesempatan dan kebebasan untuk menghadiri dan memberikan hak suaranya kepada calon kepala daerah yang akan dipilihnya. Pelaksanaan kegiatan kampanye pemilihan kepala daerah selama 14 (empat belas) hari dan berakhir 3 (tiga) hari sebelum hari pemungutan suara yang disebut (hari tenang). Pada hari pertama kampanye dilakukan dalam rapat paripurna DPRD dengan cara penyampaian visi, misi, dan program pasangan para calon secara berurutan dengan waktu yang sama tanpa dilakukan dialog.

Pada kampanye pertama juga memperkenalkan para calon kepala daerah kepada masyarakat, yang disebut sosialisasi para calon (louncing) yang diadakan di tempat terbuka supaya masyarakat lebih mengenal para kandidat calon kepala daerah yang akan memimpin daerahnya kedepan, pada hari kedua para calon kepala daerah duduk bersama sambil mempresentasikan visi, misi, daerah, yang disaksikan oleh masyarakat daerah secara langsung.

Tema kampanye pemilihan kepala daerah adalah program partai politik peserta pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau juru kampanye beserta kader-kader partai politik.

Adapun yang dimaksud partai politik menurut para ilmuwan politik yang dikutip oleh Ramlan Surbakti (1999 : 116)  dalam bukunya yang berjudul Memahami Ilmu Politik, sebagai berikut :

1. Carl Friedrich memberi  batasan partai politik sebagai kelompok manusia yang terorganisasikan secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya, dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberikan kegunaan materiil dan idiil kepada para anggotanya”.

2.   Soltau memberikan definisi partai politik sebagai kelompk warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat”.

 

Dari penjelasan diatas dapat penulis katakan bahwa partai politik merupakan kelompok anggota yang terorganisasikan secara rapi dan stabil yang dipersatukan dan dimotivasi dengan ideologi tertentu, dan yang berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan melalui pemilihan umum guna melaksanakan alternatif kebijakan umum yang mereka susun. Menurut Ramlan Surbakti, (1992 : 117) sebagai berikut :

“ Fungsi utama partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Cara yang digunakan suatu partai politik dalam sistem politik demokrasi untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan ialah ikut serta dalam pemilihan umum, sedangkan cara yang digunakan partai tunggal dalam sistem politik totaliter berupa paksaan fisik dan psikologis oleh suatu diktatorial kelompok (komunis) maupun oleh diktatorial individu (fasis) ”.

 

Dari uraian diatas tersebut dapat dikatakan bahwa partai politik memegang peranan strategis dan penting demi terlaksananya pemilihan kepala daerah 2006 yang lalu diikuti oleh seluruh masyarakat daerah. Pentingnya peran partai politik dalam kedudukan politik untuk mencapai kekuasaan dalam suatu pemerintahan yang akan mewarnai kebijakan-kebijakan politik dari partai yang bersangkutan. Menurut Undang-undang Politik No. 31 Tahun 2003 Tentang Partai Politik, dikemukakan bahwa :

“ Partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Republik Indonesia secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui pemilihan umum ”.

 

Dari kutipan diatas dapat dikatakan bahwa partai politik merupakan organisasi sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela dan atas berbagai persamaan keinginan dan cita-cita yang sama sehingga mereka bersatu demi tujuan yang ingin dicapai dalam pemilihan. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005 Tentang Pilkada dinyatakan bahwa  :

“ Partai politik adalah partai politik peserta pemilihan umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD ”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partai politik merupakan sebagian besar peserta pemilihan yang paling penting, karena dengan adanya partai politik tersebut semua aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dengan baik dimana dalam pemilihan tersebut seluruh masyarakat daerah yang menjadi kontestannya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Kampaye Pemilihan Kepala Daerah | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *