Kepuasan dalam Kompensasi Kerja

Meskipun kompensasi bukan merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan karyawan, akan tetapi diyakini bahwa kompensasi merupakan salah satu faktor penentu dalam menimbulkan kepuasan karyawan yang tentu saja akan memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka. Jika karyawan merasa bahwa usahanya akan dihargai dan jika perusahaan menerapkan sistem kompensasi yang dikaitkan dengan evaluasi pekerjaan, maka perusahaaan telah mengoptimalkan motivasi. Kompensasi dapat berperan meningkatkan prestasi kerja dan kepuasan karyawan jika kompensasi dirasakan :

  1. Layak dengan kemampuan dan produktivitas pekerja.
  2. Berkaitan dengan prestasi kerja
  3. Menyesuaikan dengan kebutuhan individu

Kondisi-kondisi tersebut akan meminimalkan ketidakpuasan di antara para karyawan, mengurangi penundaan pekerjaan, dan meningkatkan komitmen organisasi. Jika pekerja merasa bahwa usahanya tidak dihargai, maka prestasi karyawan akan sangat di bawah kapabilitasnya (Robbin,1993 : 647).

            Hampir semua peneliti setuju bahwa adiministrasi kompensasi yang efektif mempunyai pengaruh yang kuat dalam meningkatkan kepuasaan karyawan. Dan kepuasan kompensasi sangat penting karena jika kepuasan kompensasi rendah maka kepuasan kerja juga rendah, konsekwensinya turnover dan  absenteeisme karyawan akan meningkat dan menimbulkan biaya yang tinggi bagi perusahaan. Semakin tinggi pembayaran, semakin puas kompensasi yang diterima. Biaya hidup, semakin rendah biaya hidup dalam masyarakat, semakin tinggi kepuasan kompensasi. Pendidikan, semakin rendah tingkat pendidikan semakin tinggi kepuasan kompensasi. Harapan di masa datang, semakin optimis dengan kondisi pekerjaan di masa datang, semakin tinggi tingkat kepuasan kompensasi. (Graif S. Crystal, 1981)

Menurut M. Beer dan Richard E.Waston (1990:145-147), ada beberapa penyebab dari kepuasan dan ketidakpuasan karyawan atas kompensasi yang mereka terima, yaitu :

  1. Kepuasan individu terhadap kompensasi berkaitan dengan harapan dan kenyataan terhadap sistem kompensasi. Kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan, apabila kompensasi yang diterima terlalu kecil jika dibandingkan dengan harapannya.
  2. Kepuasan dan ketidakpuasan karyawan akan kompensasi juga timbul karena karyawan membandingkan dengan karyawan lain di bidang pekerjaan dan organisaasi sejenis. Rasa ketidakpuasan akan semakin muncul manakala atasan mereka bersifat tidak adil dalam memperlakukan bawahan serta memberikan wewenang yang berbeda untuk karyawan dengan level jabatan yang sama.
  3. Karyawan sering salah persepsi terhadap sistem kompensasi yang diterapkan perusahaan. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak mengkomunikasikan informasi yang akurat mengenai kompensasi  dan tidak mengetahui jenis kompensasi yang dibutuhkan oleh karyawan.
  4. Kepuasan dan ketidakpuasan akan kompensasi juga tergantung pada variasi dari kompensasi itu sendiri. Kompensasi tersebut mempunyai fungsi yang berbeda sehingga kombinasi variasi kompensasi yang baik akan memenuhi kebutuhan dan kepuasan karyawan.

Untuk mengurangi dampak ketidakpuasan akan kompensasi seperti turnover, absenteeisme, dan komitmen organisasi serta prestasi kerja yang rendah, perusahaan dapat memperbaiki sistem kompensasinya. Selama ini kompensasi material dan sosial merupakan kompensasi yang secara riil dapat dirasakan oleh karyawan karena bentuknya nyata. Sedangkan kompensasi aktivitas merupakan kompensasi yang merupakan bagian dari pekerjaan, karena mencakup otonomi, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.

            Ketiga jenis kompensasi tersebut merupakan jenis kompensasi yang sering diterapkan dalam perusahaan atau organisasi. Perusahaan dapat menggunakan campuran antara ketiga jenis kompensasi tersebut di atas, ataupun hanya menerapkan salah satu dari jenis kompensasi tersebut. Semuanya tergantung dari manajemen dan kondisi masing-masing perusahaan.

                        Selanjutnya yang dimaksud kepuasan kompensasi dalam penelitian ini adalah kepuasan karyawan terhadap kompensasi yang diterima dari perusahaan sebagai balas jasa atas kerja mereka. Penjabaran dari konsep ini diadaptasi dari pendapat Michael dan Harold (1993 :443)yaitu meliputi : kompensasi material, kompensasi sosial dan kompensasi aktivitas.

Kepuasan dalam Kompensasi Kerja | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *