Kepuasan Kompensasi Kerja Menurut Robert Knoop

Dalam penelitian ini Robert Knoop, ingin mengetahui bagaimana derajat hubungan antara kepuasan kerja, komitmen organisasi dan job involvement karyawan. Knoop berasumsi bahwa seseorang mungkin menjadi terlibat dalam pekerjaan karena mereka puas dengan pekerjaannya, atau kepuasan menjadikan mereka terlibat. Involvement atau kepuasan  mungkin membuat seseorang memiliki komitmen, atau komitmen membuat seseorang memiliki job involvement dan kepuasan kerja.

Hipotesa dari penelitian Knoop ini adalah ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dan job involvement, kepuasan kerja dengan komitmen organisasi, dan komitmen dengan job involvement. Sedangkan respondennya adalah 171 perawat pendidik dan terdaftar sebagai perawat dalam 11 rumah sakit dan 3 universitas di bagian barat Ontario. Dua dari ketiga perawat itu berusia antara 35-45 tahun dan sebagian besar dari mereka sudah kawin (72%). Mereka telah bekerja pada organisasinya rata-rata selama 8 tahun.

Dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan “simple pearson correlations” diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:

Means dan Standar Deviasi untuk komitmen organisasi, M= 24,1 SD=5,0 ; Keseluruan kepuasan kerja, M=3,5 SD=1,0 ;kepuasan dengan pekerjaan, M=3,9 SD= 0,7 ; kepuasan dengan pembayaran, M=3,1 SD=0,9 ; kepuasan dengan promosi , M=3,3 SD=0,9; kepuasan dengan supervisi, M=3,6 SD=0,9 ; Kepuasan dengan co-worker, M= 3,9 SD=0,7; dan job involvement, M=3,7 SD=1,0.

Simple Correlations analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi, komitmen organisasi dengan job involvement dan antara beberapa dimensi dari kepuasan kerja yaitu kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri dan kepuasan promosi dengan job involvement.

Kepuasan Kompensasi Kerja Menurut Robert Knoop | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *