Kinerja Bank

Kinerja keuangan merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan yang perlu dievaluasi agar dapat menentukan keputusan tepat yang rasional dalam perusahaan. Kinerja suatu bank dapat dianggap sebagai suatu prestasi yang telah dicapai oleh bank dalam kegiatan operasionalnya yang menyangkut berbagai aspek seperti aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dana, penyaluran dana, teknologi informasi dan sumber daya manusia. Setiap bank wajib membuat laporan keuangan dari seluruh aktivitasnya baik yang bersifat Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Dari laporan keuangan tersebut dapat diketahui kondisi bank tersebut tergolong bank sehat, cukup sehat, kurang sehat, atau tidak sehat. Untuk mengetahui tingkat kesehatan suatu bank dapat dilihat dari laporan keuangan bank yang dapat memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva, kewajiban dan modal, memberikan informasi dari hasil usaha yang berasal dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu, serta memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban dan modal suatu bank (Kasmir, 2002 : 173).

Dalam penilaian untuk menentukan tingkat kesehatan suatu bank digunakan berbagai alat ukur penilaian kinerja bank. Menurut Standar Bank Indonesia dalam Mulyono (2002: 68) analisis CAMEL terdiri atas 5 aspek yaitu capital, asset quality, management, earnings dan Liquidity yang merupakan salah satu alat ukur yang utama yang digunakan untuk menentukan kondisi tingkat kesehatan suatu bank. Aspek-aspek tersebut menggunakan rasio keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan dapat digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank.

Rasio keuangan CAMEL menggambarkan suatu hubungan atau perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dengan analisis rasio dapat diperoleh gambaran baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank. Penilaian dalam analisa rasio keuangan CAMEL tersebut meliputi aspek Capital  yaitu untuk memastikan kecukupan modal dan cadangan guna mengantisipasi resiko yang mungkin timbul, aspek Asset untuk memastikan kualitas aset yang dimiliki bank dan nilai real dari aset tersebut, aspek Management untuk memastikan kualitas penerapan manajemen bank terutama manajemen resiko, aspek Earning untuk memastikan efisiensi dan kualitas pendapatan bank. Dan aspek Liquidity yang digunakan untuk memastikan dilaksanakannya manajemen aset dan kewajiban dalam menentukan dan menyediakan likuiditas yang cukup serta mengurangi resiko tingkat bunga. (Permadi Gandapraja, 2004: 35).

Kinerja Bank | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *