KOKOK AYAM

ayam-berkokok

(Pagi-pagi sekali dapat Telegram puisi yang luar biasa dari Prof Haris. Terimakasih Prof. Puisinya bagus sarat makna). Berikut saya lampirkan sajak-sajak tersebut.

Kokok ayam.
Mengingatkan.
Berdzikir pada Tuhan.
Bermohon kebutuhan.
Beristighfar atas kesalahan.
Siapkan bekal kematian.

Pagi buta.
Hamba menengadah.
Angkat tangan keduanya.
Sambil keluarkan air mata.
Sesali semua.

Ya Allah.
Ampuni dosa.
Karena lupa atau sengaja.
Sekarang atau dahulu kala.
Bahkan yang di depan sana.
Jangan siksa.
Jauhkan dari neraka.
Dekatkan pada surga.

Ya Allah.
Hari telah lewati.
Silih berganti.
Takut dan berani.
Seringkali bebani.
Hidup sekali.
Tak kunjung selesai.
Bebaskan semua ini.

Ya Allah.
Lupa membuat ketawa.
Menangis seharusnya.
Seperti perintah.
Walyadhaku qalila.
Walyabku Katsira.

Ya Allah.
Hari- hari menunggu.
KetentuanMu.
Kembali seperti dulu.
Bersatu denganMu.
Tanpa ragu.

Ampuni aku.

Bungurasih, 22 Maret 2016
‘Abd al-Haris al-Muhasibi

KOKOK AYAM | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *