Komitmen Kerja dalam Berorganisasi

 

  1. a.    Kemauan

       Kemauan karyawan untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan organisasi mencerminkan tingginya komitmen karyawan. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam kamus besar Indonesia  (1990 :567), kemauan menunjuk pada keinginan karyawan untuk berbuat dan melaksanakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Dengan adanya kemauan dari para karyawan paling tidak dapat digunakan untuk memprediksi perilaku karyawan, dalam hal ini adalah tanggung jawabnya pada perusahaan. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, tepat pada waktunya dan berani menanggung resiko dari keputusan yang diambilnya (Musanef,1989 :209).

b. Kesetiaan

       Secara umum kesetiaan menunjuk kepada tekad dan kesanggupan mentaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang disertai dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab (Musanef, 1989 :208).

     c. Kebanggaan

       Karyawan yang memiliki komitmen pada organisasi tentu akan merasa bangga dapat bergabung dengan perusahaan. dalam kamus besar Indonesia (1990 :75) kebanggan berkaitan dengan kepuasan diri atas suatu keunggulan. Dalam kerangka komitmen, kebanggan karyawan pada organisasi disebabkan antara lain karena karyawan merasa organisasi mampu memenuhi kebutuhan dan menyediakan sarana yang diperlukan, serta mempunyai citra yang baik di masyarakat.

3. Prestasi Kerja

            Prestasi kerja karyawan yang tinggi merupakan salah satu ukuran tercapainya tujuan organisasi. Berkaitan dengan komitmen, nampaknya karyawan yang mempunyai komitmen tinggi akan lebih mudah mencapai prestasi kerja yang tinggi.karena dengan tingkat komitmen yang tinggi karyawan cenderung aktif dan kreatif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seperti diungkapkan Steers (1985 :145-146) bahwa keterikatan membantu memberikan sekurangnya empat hasil yang berkaitan dengan efektifitas. Pertama, para karyawan yang benar-benar menunjukkan komitmen terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam kegiatan organisasi. Kehadiran mereka umunya juga sangat tinggi. Kedua, karyawan yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk tetap bekerja agar dapat terus mencapai tujuan yang mereka yakini. Ketiga, karyawan yang kuat komitmennya akan sepenuhnya melibatkandiri pada pekerjaan, karena pekerjaan tersebut adalah mekanisme kunci dan saluran individu untuk memberikan sumbangannya bagi pencapaian tujuan organisasi. Keempat, karyawan yang komitmennya tinggi akan bersedia mengerahkan cukup banyak usaha demi kepentingan organisasi.

       Dari pendapat di atas, maka dengan adanya peningkatan kehadiran, kebetahan karyawan dalam organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan dan peningkatan usaha serta kesadaran akan kemampuan yang ada padanya maka akan lebih mendorong dalam mencapai prestasi kerja yang tinggi. Seperti yang dikatakan Uma Sekaran (1989 : 83) bahwa …sense of competence wiil both lead to performance if ; (1) the individual has the necessary abilitiesand traits; (2) perceives his or her role correctly; and (3) gets support from the organization.

       Selanjutnya Moris &Sherman (1981 :512) mengemukakan : ”A growing body of research indicates that organizational commitment has utility of prediktor of such important behavioral outcome as performance, absenteeism, and turnover”. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi berguna sebagai alat untuk melihat beberapa perilaku yang angat penting seperti: kinerja, kehadiran di tempat kerja dan keluar masuknya karyawan dari organisasi. Seperti halnya pernyataan Locke, Latham & Erez (1988:23-39) bahwa kajian empirik menyatakan ada hubungan antara komitmen karyawan pada organisasi dengan prestasi kerja.

Komitmen Kerja dalam Berorganisasi | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *