Konfigurasi I/O

Port 1,2, dan 3 mempunyai pull-up internal. Sedangkan Port 0, konfigurasi outputnya adalah open drain. Setiap bit I/O ini berdiri sendiri, jadi dapat berfungsi sebagai input atau output tanpa tergantung satu sama lain. Port 0 dan 2 tidak dapat dipakai sebagai I/O bila digunakan sebagai jalur alamat / data. Bila port-port tersebut ingin difungsikan sebagai input, maka bit latch harus berisi ‘1’, yang akan mematikan output driver FET. Sehingga pin-pin Port 1,2, dan 3 akan ‘ditarik’ ke high oleh pull-up internal, tetapi bila diinginkan dapat juga ‘ditarik’ ke low dengan sumber eksternal. Port 0 agak berbeda, karena tidak menggunakan pull-up internal. FET pull-up pada output driver P0 (lihat gambar 4A) hanya digunakan pada saat Port mengeluarkan ‘1’ selama akses memori eksternal, selain keadaan ini FET pull-up tidak aktif. Akibatnya bila bit-bit P0 berfungsi sebagai output maka bersifat open drain. Penulisan logika ‘1’ ke bit latch menyebabkan kedua FET tidak bekerja, sehingga pin dalam keadaan mengambang (floating). Pada kondisi ini pin dapat berfungsi sebagai high impedance input. Port 1,2, dan 3 sering disebut dengan ‘quasibidirectional’ karena mempunyai pull-up internal. Saat berfungsi sebagai input maka mereka akan ‘ditarik’ ke high dan akan bersifat sebagai sumber arus bila ‘ditarik’ ke low secara eksternal. Port 0 sering disebut sebagai ‘true-bidirectional’, karena bila dikonfigurasikan sebagai input maka pinpinnya akan mengambang. Pada saat reset semua port latch akan berlogika ‘1’. [6]

Konfigurasi I/O | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *