Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Kurikulum Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

  1. Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Kurikulum Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dalam mengatasi problem kurikulum maka kurikulum haruslah memperhatikan kesesuaian kurikulum dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu kurikulum harus mempunyai beberapa prinsip, antara lain:

a).    Prinsip Relevansi

–    Relevansi pendidikan dengan lingkungan kehidupan peserta didik

–    Relevansi pendidikan dengan kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang

–    Relevansi pendidikan dengan tuntutan dunia kerja

–    Relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

b).    Prinsip efektivitas dan efisiensi

–    Prinsip efektivitas. Dengan kata lain, efektivitas dalam kegiatan berkenaan dengan sejauh mana yang direncanakan atau diinginkan dapat dilaksanakan atau dapat dicapai.

–    Prinsip efisiensi. Jadi efisiensi merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dan pengeluaran (berupa waktu, tenaga dan biaya) yang diharapkan paling tidak menunjukkan hasil yang seimbag.

c).    Prinsip kesinambungan

Kurikulum sebagai wahana belajar yang dinamis perlu dikembangkan terus menerus dan berkesinambungan dalam pengembangan kurikulum menyangkut saling hubungan dan saling menjalin antara berbagai tingkatan dan jenis program pendidikan atau bidang studi.

Kesinambungan antara berbagai tingkatan sekolah (pendidikan) dan bidang studi ini menuntut bahwa, kurikulum harus disusun dengan mempertimbangkan:

–          Bahan pelajaran yang diperlukan untuk sekolah yang lebih tinggi harus sudah diajarkan di sekolah sebelumnya.

–          Bahan pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah yang lebih rendah tidak perlu diajarkan lagi di sekolah yang lebih tinggi. Hal ini akan mengundang kejenuhan peserta didik dalam mengikuti proses pengajaran.

d).   Prinsip fleksibilitas

Prinsip fleksibilitas menunjukkan bahwa kurikulum adalah tidak kaku, dalam arti bahwa ada semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak. Hal ini berarti bahwa dalam penyelenggaraan proses dan program pendidikan harus diperhatikan kondisi perbedaan yang ada dalam diri peserta didik.

e).    Prinsip berorientasi pada tujuan

Prinsip berorientasi pada tujuan bahwa sebelum bahan ditentukan maka langkah pertama yang dilakukan oleh seorang guru adalah menentukan tujuan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar segala jam dan kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh peserta didik maupun guru benar-benar terarah kepada tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan tersebut.

f).     Prinsip pendidikan seumur hidup

Prinsip pendidikan seumur hidup mengandung implikasi, yaitu agar sekolah tidak saja memberi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan pada saat peserta didik tamat dari sekolah tidak saja memberi bakal kemampuan untuk dapat menumbuhkembangkan diri sendiri.

g).    Prinsip pengembangan kurikulum

Pengembangan kurikulum dilakukan secara bertahap dan terus menerus, yaitu dengan jalan mengadakannya terhadap pelaksanaan dan hasil yang telah dicapai untuk melakukan perbaikan, pemantapan dan pegembangan lebih lanjut.

Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Kurikulum Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *