Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

  1. Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Menurut Woodworth yang telah dirujuk oleh ngalim purwanto, cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi empat macam:

–       Individu bertentangan dengan lingkungnnya

–       Individu menggunakan lingkungannya

–       Individu berpartisipasi dengan lingkungannya

–       Menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sebenarnya keempat macam cara hubungan individu dengan itu dapat kita rangkum menjadi satu saja, yakni individu itu senantiasa berusaha untuk menyusuaikan diri (dalam arti luas) dengan lingkunganya.

Dalam arti luas menyesuaikan diri berarti:

–       Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan,

–       Mengubah lingkungan sesuai dengan kehendak atau keinginan diri pribadi.[8]

Hal tersebut merupakan cara menghadapi lingkungan yang tidak atau kurang agamis, maka ketika peserta didik berusaha menyesuaikan diri dengan masyarakat dan tetap memegang teguh ajaran agama yang telah diperoleh di sekolah maka dia akan mampu menjadi sosok yang kedua yaitu individu yang mampu mengubah lingkungan sesuai dengan kehendak atau keinginan diri pribadi.

Sedangkan pada lingkungan keluarga dapat dilakukan antara lain:

–          Menghindari ketegangan, perselisihan, dan pertengkaran, secara umum terutama di depan anak

–          Menjaga suasana keluarga yang sejuk yang dapat dirasakan oleh anakdengan rasa aman, tentram, dan damai sehoingga mewujudkan perkembangan mental dan kejiwaan yang sehat.

–          Orang tua memberikan semangat untuk belajar dan mengikuti program-program yang dapat menghapus kebodohan. Juga mendorongnya untuk menelaah, membaca, dan mendengarkan uraian kurikulum dengan menberikan contoh yang baik. Orang tua pun harus mempererat hubungannya dengan sekolah supaya supaya ada kemajuan belajarnya. Juga untuk mengenal kekuatan dan kelemahan yang ada di dalamnya sehingga mereka mencurahkan kemampuannya di dalam penerapannya dengan metode-metode yang sesuai.[9]

Sedangkan pada lingkungan sekolah adalah:

–          Kegiatan pengenalan yang tertinggal dalam belajar harus dilakukan secara terus menerus di sekolah.

–          Guru harus selalu ambil bagian dalam kegiatan pendeteksian secara dini dengan penerapan metode dan sarana yang terpilih efektif. Juga tingginya pemenuhan dan perhatian yang mendalam terhadap anak ketika belajar. Semua guru harus melatih dengan cara membandingkan dan pendeteksian serta sarana-sarana yang berbeda tanpa terkecuali

–          Guru harus mementingkan pertolongan terhadap anak dan kesehatan jiwanya sehingga memungkinkan anak untuk mudah belajar dengan bentuk-bentuk yang bagus. Guru juga harus menciptakan kerja sama yang positif di antara guru, menjaga perasaan anak, dan menggunakan bentuk sanksi yang tidak menyakiti dan melukai anak.

–          Guru harus menggunakan metode pengajaran praktis yang mengusahakan adanya keterbatasan dari pengaruh kesulitan pengajaran pada anak, sebagaimana mengusahakan adanya keterbatasan dari pengaruh kesulitan pengajaran pada anak, sebagaimana mengusahakan penerapannya ketika sudah jelas kelihatannya.

–          Tidak membebani anak dengan tugas-tugas sekolah ataupun rumah yang menjadikan anak merasa berat. Sehingga, mereka tidak merasa senang dalam hidupnya hingga lari dari sekolah dan berpaling dari pelajaran.

–          Menjaga perbedaan pribadi anak baik dari segi kemampuan berpikirnya meupun dari segi bentuk pengetahuannya. Namun, menyajikan kepada mereka materi pengajaran dalam bentuk yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.[10]



[8]     M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2003), hlm. 85

[9]     Abdul Aziz Asy Syakhs, Op. Cit., hlm. 45

[10]     Ibid, hlm. 49

Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *