MACAM-MACAM AFASIA

 

 
 

 
 

MACAM-MACAM AFASIA

 
 
sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Area_Broca

Ada berbagai macam afasia, bergantung pada daerah mana hemisfer kita yang terkena stroke. Berikut adalah beberapa macam yang umum ditemukan (Kaplan, 1994: 1035)

Afasia Broca: kerusakan (yang umumnya disebut lesion) terjadi pada daerah broca. Karena daerah ini berdekatan dengan daerah korteks motor maka yang sering terjadi adalah alat-alat ujaran termasuk bentuk mulut menjadi terganggu. Kadang-kadang mulut bisa mencong. Afasia broca menyebabkan gangguan pada perencanaan dan pengungkapan ujaran. Kalimat-kalimat yang diproduksi terpatah-patah. Karena alat penyuara juga terganggu maka sering kali lafalnya juga tidak jelas. Kata-kata dari kategori sintaktik utama seperti nomina, verba, dan adjektiva tidak terganggu, tetapi pasien kesukaran dengan kata-kata fungsi. Pasien bisa mengingat dan mengucap nomina bee atau nomina witch, tetapi dia kesukaran mengingat dan mengatakan be atau wich. Kalimat-kalimatnya juga banyak yang tanpa infleksi atau afiks.

Afasia Wernicke: Letak kerusakan adalah di daerah wernicke, yakni bagian agak ke belakang dari lobe temporal. Korteks-korteks lain yang berdekatan juga bisa ikut terkena. Penderita afasia ini lancar dalam berbicara. Bentuk sintaksisnya juga cukup baik. Hanya saja, kalimat-kalimatnya sukar dimengerti karena banyak kata yang tidak cocok maknanya dengan kata-kata lain sebelum dan sesudahnya. Hal ini disebabkan karena penderita afasia ini sering keliru dalam memilih kata-kata fair bisa diganti dengan chaircarrot bisa diganti dengan cabbage, dsb. Penderita afasia wernicke juga mengalami gangguan dalam komprehensi lisan. Dia tidak mudah dapat memahami apa yang kita katakan.

Afasia Anomik: Kerusakan otak terjadi pada bagian depan dari lobe parietal atau pada batas antara lobe parietal dengan lobe temporal. Gangguan wicaranya tampak pada ketidakmampuan penderita untuk mengaitkan konsep dan bunyi atau kata yang mewakilinya. Jadi, kalau kepada pasien ini diminta untuk mengambil benda yang bernama gunting, dia akan bisa melakukannya. Akan tetapi, kalau kepadanya ditunjukkan gunting, dia tidak akan bisa mengatakan nama benda itu.

Afasia Global: pada afasia ini kerusakan terjadi tidak pada satu atau dua daerah saja, melainkan di beberapa daerah yang lain. Kerusakan bisa menyebar dari daerah broca, melewati korteks motor, menuju ke lobe parietal, dan sampai ke daerah wernicke. Luka yang sangat luas ini tentunya mengakibatkan gangguan fisikal dan verbal yang sangat besar. Dari segi fisik, penderita bisa lumpuh di sebelah kanan, mulut bisa mencong, dan lidah bisa menjadi tidak cukup fleksibel. Dari segi verbal, dia bisa kesukaran memahami ujaran orang, ujarannya tidak mudah dimengerti orang, dan kata-katanya tidak diucapkan dengan cukup jelas.

Afasia konduksi: bagian orak yang rusak pada afasia macam ini adalah fiber-fiber yang ada pada fasikulus arkuat yang menghubungkan lobe frontal dengan lobe temporal. Karena hubungan daerah broca di lobe frontal yang menangani produksi dengan daerah wernicke di lobe temporal yang menangani komprehensi terputus maka pasien afasia kondusi tidak dapat mengulang kata yang baru saja diberikan kepadanya. Dia dapat memahami apa yang dikatakan orang. Misalnya dia akan dapat mengambil pena yang terletak di meja kalau disuruh demikian. Dia juga akan dapat berkata, “Pena itu di meja” tetapi dia tidak akan dapat menjawab secara lisan pertanyaan, “Di mana penanya?” Bisa terjadi dia ditanya tentang A, yang dijawab adalah tentang B atau C.

lebih lengkap tentang afasia dan gangguan bahasa berkaitan dengan fungsi otak bisa dibaca di sumber: Dardjowidjojo, Soenjono. 2005. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 
MACAM-MACAM AFASIA | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *