Membangun Website Dengan CMS Joomla | Kelebihan dan Kekurangan CMS Joomla

Membangun Website Dengan CMS Joomla Kelebihan dan Kekurangan CMS Joomla

Dengan berkembangnya media maya dan antusias masyarakat akan internet, menjadikan internet sebagai kebutuhan yang harus dikuasi dan dikembangkannya. Web developer atau pengguna internet sudah akrab dengan sebutan Joomla!. Yaitu sebuah sistem manajemen konten (CMS) yang paling populer di dunia open source. Ada sekitar 2.7% website dunia menggunakan CMS Joomla!, sebagaimana disebutkan Joomla.org. Pengguna Joomla! tidak hanya kalangan pribadi, tapi juga banyak dari kalangan besar, mulai dari organisasi, toko online, perusahaan, hingga institusi pemerintahan di seluruh dunia.

Joomla Open Source untuk CMS (content Management System) yang membantu untuk membangun situs Web dan aplikasi online yang kuat Kokoh, tajam dan terpercaya. Joomla mudah digunakan dan baik untuk ekstensibilitas, ini membuatآ  Joomla Open source CMS situs Web paling populer. hal terbaik adalah bahwa, Joomla adalah solusi open source yang tersedia secara bebas untuk semua orang.

1. Apa Definisi Joomla?
Joomla! adalah salah satu CMS (Content Management System) dari ratusan CMS yang ada di dunia ini yang bisa didapat secara gratis.

Pengertian CMS itu sendiri adalah pengelolaan isi atau content. Bila dikaitkan dengan web, maka CMS bisa didefinisikan sebagai software yang mampu mengelola isi atau content dari sebuah website seperti melakukan publikasi, edit, ataupun menghapus sebuah content. Tentu saja, pengelolaan ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang telah diberikan hak untuk melakukannya. Yang termasuk ke dalam kategori content ini bisa saja berupa tulisan, gambar, video, file, ataupun yang lainnya.

2. Bagaimana Sejarah Singkat Joomla?
Pada tahun 2001 sebuah perusahaan di Australia bernama Miro membuat sebuah CMS bernama Mambo. Software ini dibuat dengan sistem open source sehingga konstributor terhadap pengembangan software ini sangatlah pesat. Karena melihat sisi bisnis yang semakin cemerlang pada tahun 2002, kini perusahaan mulai berubah pikiran dan membuat dua versi dari Mambo yaitu versi open source dan versi komersil yang dijual. Versi open source dinamakan MOS (Mambo Open Source) sedangkan versi komersilnya dinamakan Mambo CMS.

Pada tanggal 17 Agustus 2005, perseteruan antara pengembang Mambo dengan Miro sebagai pemegang hak cipta mencapai puncaknya dimana para pengembang Mambo ramai-ramai hijrah dan mengembangkan CMS Open Source sendiri dengan nama Joomla!. Pada tanggal 16 September 2005 diperkenalkanlah Joomla! versi 1.0.0 kepada publik yang sebenarnya merupakan produk yang sama dengan Mambo 4.5.2.3, tetapi dengan beberapa perbaikan.

3. Apa Kelebihan dan Kekurangan Membuat Web dengan Joomla?.
3.1 Kelebihan Membuat Web dengan Joomla!
Joomla! adalah salah satu Open Source Content Management Systems paling powerfull yang pernah ada. Digunakan diseluruh dunia dari situs yang paling sederhana sampai kepada aplikasi korporasi yang kompleks. Kelebihan Joomla! terletak pada kemudahan instalasi dan pengelolaannya.

CMS yang satu ini merupakan CMS yang lengkap dan banyak dipakai oleh pengembang web baik luar dan dalam negeri. Sebagai jasa pembuatan website murah, penguasaan banyaknya program CMS sudah menjadi sebuah keharusan. Joomla! terbilang lengkap untuk fitur-fiturnya dan untuk belajar joomla pun gampang karena sudah ada id-joomla.com yang didalamnya banyak tutorial tentang CMS ini.
Id-joomla.com merupakan komunitas Joomla! Indonesia, anggotanya sudah banyak dan mereka saling sharing tentang fitur dan plugin terbaru dari Joomla!. Di dalam web ini kita juga bisa download Joomla! bahasa Indonesia. Berikut ini kelebihan-kelebihan membuat website dengan Joomla!.

3.1.1 Kemudahan Instalasi
Kemudahan instalasi merupakan kelebihan CMS Joomla!. Joomla! bisa diinstal secara offline maupun online. Jika kita akan menginstal Joomla! secara offline, maka komputer kita hanya butuh server seperti WAMP. Secara online, Joomla! dapat diinstal di bagian fantastico control panel website kita. Saat ini sudah banyak webhosting yang memberikan fasilitas control panel, hal ini semakin memudahkan kita untuk menggunakan Joomla!.

3.1.2 Kemudahan Pengelolaan
Pengelolaan Joomla! tidaklah susah. Kita tinggal mengelola website dari halaman administrator, tanpa harus menguasai bahasa pemrograman web. Orang awam dapat dengan mudah menjalankannya.

3.1.3 Open Source
Open Source adalah upaya untuk melepaskan kode-kode program kepada publik. Karena Joomla! adalah CMS Open Source, maka kita dapat menggunakannya secara gratis. Kita hanya cukup membayar web hosting.

3.1.4 Banyak Fitur
Joomla! mempunyai banyak fitur di dalamnya. Component dan module dapat di download secara gratis. Selain itu pengguna juga dapat dengan gampang merubah tampilan web hanya dengan mendownload template dan menginstalnya.

3.1.5 Kemudahan Peng-costum-an.
Joomla! mudah di-custom, baik itu dengan cara object-class ataupun gaya progamming lainnya. Sehingga serumit apapun aplikasi, bisa ditangani dengan mudah tanpa perlu terlebih dahulu memahami API Joomla!.

3.1.6 Lebih kuat dan kokoh (Aman dan Nyaman) Serta Power Full ( Full Power)

3.1.7 Pasword admin sebagai protected areas (Terproteksi Penuh Oleh admin)

3.1.8 Joomla lebih SEO Friendly dengan plugin SEF (Search Engine Friendly)

3.1.9 Semua Akses ada pada kendali Admin

3.2 Apa Kekurangan Membuat Web dengan Joomla?.
Joomla! sebagai alternatif pengembangan web dalam waktu yang cukup singkat, tentunya mempunyai beberapa kelemahan CMS pada umumnya.
Kelemahan ini harusnya diketahui oleh pengembang yang benar-benar menggunakan Joomla! sebagai engine website secara utuh, bukan sebagai referensi.

3.2.1 Kemampuan website membuat link yang mudah dibaca dan cepat dikenali oleh mesin pencari masih kurang.
Kelemahan ini membuat website kita jarang menempati urutan teratas dari hasil pencarian mesin pencari. Jika anda ingin mengubah Joomla! memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal ini maka anda perlu install komponen freeware Open SEF tetapi kemampuannya tidak sebaik Advanced SEF. Pengguna Joomla! juga harus berhati-hati karena website-nya bisa saja tidak bisa diakses setelah SEF diaktifkan.

3.2.2 Keterbatasan ACL (Access Control List)
ACL atau Access Control List adalah kemampuan CMS untuk memberikan akses yang berbeda kepada setiap penggunas atau group tertentu. Dalam hal ACL, maka Joomla! hanya menyediakan group tertentu saja, yaitu: Super Administrator, Administrator, Manager, Publisher, Editor, Registered Pengguna dan Guest. Joomla! tidak mengijinkan anda untuk menambah ACL ini atau mengubah ACL ini.

3.2.3 Ketiadaan Multisite
Multisite adalah kemampuan CMS untuk membuat website induk yang terdiri atas beberapa website anak. Sehingga jika perlu upgrade maka cukup induknya saja yang di-upgrade. Ini berguna sekali untuk membangun website komunitas di mana masing-masing anggota mempunyai website-nya sendiri. Fasilitas Multisite ini tidak terdapat di Joomla!.

3.2.4 Ketiadaan Tracker
Tracker adalah kemampuan CMS untuk menampilkan apa saja yang pernah ditulis atau dikirim oleh pengguna tertentu. Pada website ini jika anda klik “Tracker” maka akan ditampilkan semua blog, artikel, forum, maupun komentar yang pernah anda tulis. Fasilitas ini tidak terdapat pada Joomla!.

3.2.5 Kurangnya Cache Memory
Cache memory pada CMS adalah kemampuan CMS untuk menyimpan secara dinamis halaman website yang telah dibuka, dengan demikian tidak perlu melakukan query ulang pada database tetapi cukup satu query saja. Cache pada Joomla! hanya sekitar 12%.

3.2.4 Yang tidak kalah pentingnya bahwa joomla  kurang mendukung SEO Friendly.  Dalam meload halaman lumayan lambat. Ukuran Javascript dan CSS bisa membesar. Sebagai solusinya perlu pengecekan rutin dengan CSS Validator dari beberapa penyedia layanan CSS validator seperti contoh W3 css validator atau CSS validator lainnya.

Membangun Website Dengan CMS Joomla | Kelebihan dan Kekurangan CMS Joomla

Membangun Website Dengan CMS Joomla | Kelebihan dan Kekurangan CMS Joomla | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *