Memilih Mainan Untuk Anak

Memilih Mainan Untuk Anak

http://www.eramuslim.com
Publikasi: 21/09/2005 12:02 WIB

eramuslim – Memilihkan mainan untuk anak, sebaiknya bukan hanya untuk membuat anak agar bermain dengan tenang tanpa mengganggu waktu istirahat orang tua. Tapi harus dilihat apakah mainan yang kita berikan bermanfaat atau tidak bagi anak. Oleh karena itu para orang tua perlu memperhatikan beberapa faktor antara lain:
  Mengenalkan agama lewat mainan

    Pilih mainan yang aman untuk anak. Pastikan bahwa mainan tersebut terbuat dari bahan yang tidak beracun dan tidak tajam.
    Pilih mainan sesuai dengan pertumbuhan anak. Jangan beri anak mainan yang ukurannya terlalu kecil, karena anak suka memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.
    Berikan mainan yang beragam, dan biarkan anak memilih sendiri mainan yang disukainya. Agar dapat diketahui bakatnya sejak awal.
    Kenalkan mainan yang mendidik sebagai sarana belajar, seperti bentuk huruf, angka, binatang dan tumbuhan.
    Pilih mainan yang bisa mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak seperti puzzle, menyusun balok, sehingga anak terbiasa menggunakan kemampuan otaknya untuk berimajinasi dan kreatif.
    Melalui mainan, kenalkan anak dengan agama misalnya menggunakan gambar-gambar masjid, ka’bah, huruf arab, miniatur masjid dan boneka berjilbab.

  Tidak mudah pecah

    Jangan memberikan mainan bertali pada bayi.
    Pilih mainan yang tidak mudah pecah dan tidak tajam, karena bisa melukai anak.
    Dampingi anak saat ia bermain dengan mainan yang menggunakan listrik.
    Beritahu anak mengenai penggunaan mainan, apa yang dapat atau tidak dilakukan dengan alat tersebut.
    Pilih bahan yang kokoh, kuat dan stabil untuk alat bermain yang didesain untuk dinaiki oleh anak seperti mainan beroda.
    Perhatikan keamanan anak saat bermain.

  Warna

    Warna pada mainan dapat menunjukkan kualitas bahan yang digunakan. Mainan yang bagus dan kuat biasanya memiliki warna yang cerah dan tidak kusam.
    Sesuaikan mainan dengan jenis kelamin anak. Secara tidak langsung mainan akan membentuk karakter anak. Namun, sesekali lakukan pertukaran peran dalam bermain, sehingga anak belajar memahami peran laki-laki dan perempuan. Contohnya ajak anak lelaki bermain masak-masakan dan yang perempuan bermain mobil-mobilan.
    Pilihlah mainan yang tidak mengandung zat yang membahayakan anak.
    Ajarkan kegiatan yang mengasah kreatifitas anak dengan membuat mainan sendiri, seperti boneka tangan yang dijahit sendiri, bermain lilin warna warni untuk dibentuk berbagai macam benda yang anak sukai.
    Penting juga untuk memperhatikan nilai-nilai yang bisa kita tanamkan dari mainan tersebut.

  Mainan berbulu

    Perhatikanlah selalu label peringatan yang tercantum dikotak mainan, karena dikhawatirkan mainan tersebut mengandung unsur-unsur yang berbahaya bagi anak.
    Bila harus membeli boneka, perhatikan bulu atau rambut boneka tersebut, mudah rontok atau tidak. Apabila tanpa sengaja anak sering menelan bulu atau rambut boneka, dikhawatirkan akan menimbulkan hairball yang dapat menyumbat saluran pencernaan dan pernafasan.
    Hindari membeli mainan yang bernuansa kekerasan seperti senapan. Jika terpaksa membelinya, pilihlah yang berwarna terang agar tidak tersamar dengan senjata sungguhan.
    Jangan membeli mainan yang menimbulkan suara bising, dikhawatirkan mengganggu saraf pendengaran anak.

Tulisan ini diambil dari Majalah Ummi No.11/XVI Maret-April 2005/1426 H

Milis Sabili
Dikirim oleh: Ummu Ja’far
Rabu, 21 September 2005

Cetak Artikel

Memilih Mainan Untuk Anak | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *