Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 108

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 108.

Jalan menuju Allah, jalan yang penuh hidayah, sebenarnya telah sangat jelas dan gamblang. Sebaliknya, jalan yang mengarah kepada kesesatan dan petaka, juga sudah terang dan terlihat. Beda sekali dua jenis jalan tersebut, seperti beda warna merah dan hijau. Engkau tidak usah khawatir untuk tidak bisa dibedakan di antara keduanya.
Yang harus engkau khawatirkan justru adalah dirimu sendiri, nafsu angkara yang ada dalam dirimu. Nafsu angkara itu selalu mengajakmu kepada sesuatu yang buruk, menuruti perilaku hedonis, tamak, mengejar kenikmatan duniawi sesaat, bid’ah dan kejahatan.
Jika nafsu angkara tersebut berkuasa dan mendominasi diri dan pribadimu, maka akan berakibat:
1. Cahaya hatimu akan redup, bahkan mati.
2. Mata batinmu akan tertutup, bahkan mata hatimu menjadi buta, sehingga tidak mampu mengenali sama sekali apapun pilihan-pilihan yang disodorkan oleh nafsumu.
Jika itu terjadi, maka engkau akan mudah salah jalan, mudah menyimpang dari jalan kebenaran yang mengarah kepada Allah. Jalan yang engkau tempuh bukan mengarah dan mendekatkan kepada Allah melainkan justru semakin jauh dari-Nya.
Keadaanmu seperti orang buta yang salah memilih jalan. Bukan jalannya yang mirip dan samar, sehingga tidak bisa dibedakan antara satu dan lainnya, tetapi karena matanya yang buta, sehingga tidak mampu melihat dan memilih jalan yang sudah sangat jelas berbeda.
Walhasil, dirimu sendirilah yang harus kau khawatirkan dan evaluasi, sehingga tidak menjadi rabun melihat jalan kebenaran @PP al-Azkiya.

 

Sumber : Laman FB Dr. H. A. Khudori Soleh, M.Ag

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 108 | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *