Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 145

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 145.

Kamu orang miskin, misalnya. Rumah tidak punya, kendaraan tidak ada, barang-barang berharga lainnya juga tidak tiada. Akan tetapi, para tetangga dan teman-temanmu menyatakan kepadamu bahwa kamu adalah orang kaya, punya banyak kendaraan, dan rumahmu di mana-mana. Berdasarkan omongan tetangga dan teman-temanmu itu, kamu kemudian benar-benar menganggap dan merasa dirimu orang yang kaya, meski kenyataannya tidak ada sama sekali.
Ini adalah perilaku orang gila,

Hal yang sama juga terjadi pada derajat kita di sisi Allah. Kita sadar dan tahu pasti bahwa kita bukan orang baik di sisi Allah. Amal kebajikan kita tidak banyak, bahkan maksiat dan dosa kita tidak kalah banyak. Akan tetapi, para jamaah kita menyatakan kepada kita bahwa kita adalah orang baik, orang mulia, mempunyai derajat tinggi dan seterusnya, kemudian mereka melebeli kita dengan sebutan-sebutan atau panggilan kehormatan.

Berdasarkan omongan mereka itu, kemudian kita menjadi bangga dan menganggap bahwa diri kita adalah orang baik dan benar-benar punya derajat tinggi di sisi Allah. Lebih dari itu, kita bahkan kemudian menjadi sombong dan jumawa karena omongan para jamaah, sehingga meminta fasilitas dan penghormatan tertentu.
Itu adalah sikap paling gila yang pernah ada. Adakah kegilaan yang lebih gila dari sikap seperti itu? PP al-Azkiya

Sumber : Laman FB Dr. H. A. Khudori Soleh, M.Ag

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 145 | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *