Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 81.

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 81.
Allah kadang memberimu anugerah nikmat, sehingga pikiranmu menjadi jernih, dadamu menjadi lapang dan hatimu menjadi senang. Allah kadang juga memberimu kesempitan hidup, sehingga dadamu menjadi sesak dan hatimu menjadi sedih, pikiranmu menjadi kalut dan seterusnya.
Allah memang telah menentukan perputaran antara kesenangan dan kesedihan, keluasan dan kesempitan, kejernihan dan kekalutan. Kamu tidak perlu risau, sedih apalagi protes kepada Tuhan. Justru banyak hikmah yang dapat kau ambil dari keadaan-keadaan tersebut. Antara lain:
1. Allah memberimu nikmat agar kau bisa bersyukur, dan Allah memberimu kesempitan dan sakit agar kamu bisa merasakan arti sehat dan betapa besarnya nikmat Allah telah dikaruniakan kepadamu.
2. Perputaran dan silih bergantinya antara keluasan dan kesempitan, kesenangan dan kesedihan dan seterusnya mengajarkan dan melatihmu untuk dapat berlaku seimbang di antara kedua kutub yang berbeda. Sungguh, sifat dan sikap sempurna adalah keseimbangan di antara dua kutub yang berbeda tersebut.
3. Adanya pergantian antara keluasan dan kesempitan mengajarkan agar kamu tidak risau apalagi putus asa saat berada dalam kesempitan dan lupa diri pada saat berada dalam keluasan. Kondisi-kondisi tersebut justru menuntunmu kepada Allah yang telah mengatur dan menentukan segalanya, sehingga tidak ada apapun yang mengisi hati dan pikiranmu kecuali hanya Allah semata. Apapun adanya justru semakin mendekatkan dirimu kepada-Nya (PP al-Azkiya).

 

Sumber : Laman FB Dr. H. A. Khudori Soleh, M.Ag

Ngaji Syarah al-Hikam, nomor 81. | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *